Popular Post

Total Pengunjung

Jalan di Labuhanbatu 'Babakbelur', Perekonomian Warga Nyaris Lumpuh

Posted by On 22.51.00 with No comments

digtara.com | LABUHANBATU - Menyedihkan, perekonomian masyarakat Kecamatan Pesisir nyaris mandul akibat lumpuhnya infrastruktur jalan penghubung Kecamatan Panai Tengah dengan Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

Saat ini, masyarakat merasakan kesulitan membawa/menjual hasil pertanian dan hendak melaksanakan aktivitas bekerja.

Mereka berharap agar pemerintah kabupaten Labuhanbatu, lebih tanggap dengan permasalahan yang dialami mereka saat ini, apalagi menjelang natal dan tahun baru 2020.

Salah seorang pengguna jalan dan juga pengusaha angkutan tandan buah segar yang akrab disapa Anto Kucing menuturkan, akibatnya akses jalan yang tidak memadai membuat perekonomian warga lumpuh total.

"Kami berharap pemerintah bisa secepatnya memperhatikan infrastruktur jalan di wilayah ini. Kami sangat merasa kecewa di Labuhanbatu masih ada jalan yang rusak seperti ini, padahal status jalan adalah jalan lintas provinsi," beber Anto.

Menurut Anto, rusaknya infrastruktur jalan ini diperkirakan sepanjang 2 kilometer dari Desa Sei Rakyat menuju Labuhan bilik.

"Untuk menuju Kota Rantauprapat, bisa sampai 4 hari. Itu saya alami sendiri, karena akses jalan tidak bisa sama sekali dilewati," ungkapnya.

Anto pun membeberkan, rusaknya jalan ini sudah kurang lebih sekitar 30 hari atau selama sebulan terakhir ini, namun tidak ada upaya dari pemerintah dalam melakukan perbaikannya.

"Banyak kendala akibat kondisi ini, bahkan kendaraan rusak dan terbalik saat melintasi jalan yang licin itu," terang Anto.

"Kami meminta keseriusan pemimpin Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan Gubernur Sumatera Utara, untuk meninjau infrastruktur di wilayah pesisir Labuhanbatu, yang masih banyak rusak meskipun bersatu jalan provinsi," harapnya.
Para Pelaku Pembunuh Berencana di Labuhanbatu Dibayar Rp40 Juta

Posted by On 23.50.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Satreskrim Polres Labuhan Batu bersama Subdit III Jatanras Reskrimum Polda Sumut telah menangkap 5 pelaku pembunuhan berencana terhadap dua warga Labuhan Batu, Martua P Siregar alias Sanjay (48) dan Maraden Sianipar (55), yang berhasil ditangkap polisi ternyata dibayar Rp40 juta.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, para pelaku dibayar Rp40 juta. Masing-masing pelaku mendapat bagian sesuai dengan perannya.

"Setelah melakukan pembunuhan, otak pelaku bernama Janti Katimin Hutahaean alias Jamti Hutahaean (42) menerima  kiriman uang dari Wati (bendahara PT Amalia) sebesar Rp40 juta. Dia mendapat bagian Rp7 juta," ungkap Agus didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Andi Rian, Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu AKP Jama Kita Purba dalam keterangan pers, Jumat (8/11/2019).

Lanjut Agus, pelaku Jamti kemudian membagikan sisa uangnya Rp37 juta kepada tersangka Josua Situmorang Rp7 juta. Kemudian, Daniel Sianturi Rp17 juta dan Hendrik Simorangkir Rp9 juta. Sedangkan sisanya untuk operasional.

"Aksi pembunuhan yang dilakukan terhadap kedua korban karena pihak perkebunan dari PT Amalia sudah  berkali-kali mengusir dan  memperingatkan korban untuk tidak menggarap lahan di perkebunan itu. Sebab, seringkali terjadi cekcok dengan para penggarap lainnya. Tak ingin ada keributan, Harry, menantu salah satu pemilik PT Amalia, memerintahkan Jamti untuk mengusir dan kalau melawan habisi dan akan diberi upah kalau sudah menghabisinya," beber Agus.

Diketahui, sebelumnya Satreskrim Polres Labuhan Batu bersama Subdit III Jatanras Reskrimum Polda Sumut telah menangkap 5 pelaku pembunuhan terhadap kedua korban. Dari kelima pelaku yang ditangkap secara terpisah ini, dua di antaranya terpaksa ditembak betisnya karena melawan dan mencoba kabur.

Kelima pelaku yang ditangkap adalah Janti Katimin Hutahean alias Katimin alias Jamti Hutahean (42), warga Pasar Nagor Dusun 5 Perdagangan, Simalungun, yang merupakan Humas Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia. Kemudian, Victor Situmorang alias Pak Revi (55) dan Sabar Hutapea alias Pak Tati (55). Keduanya, warga Sei Siali Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu, yang merupakan security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia.

Selanjutnya, Daniel Sianturi alias Niel (40), warga Desa Pardomuan Kasindir, Kelurahan Nagori Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun. Niel juga security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia. Terakhir, Harry Padmoasmolo alias Harry (40), warga Jalan Juanda Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Harry merupakan menantu dari salah satu penggarap lahan perkebunan PT Amalia.
Heboh ! Suami Istri Gantung Diri di Jembatan Sei Kalundang

Posted by On 20.42.00 with No comments

digtara.com | LABUHANBATU - Geger ! atas penemuan mayat suami istri gantung diri di Jembatan Sei Kalundang, Dusun Aek Nauli, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, Sabtu (2/10/2019), sekira pukul 06.40 WIB.

Korban adalah Herman Ginting (58) dan isterinya Sarinah (56), warga Dusun Tasik Dua, Desa Pasir Tuntung, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Korban pertama kali ditemukan Hendra Polo Sianturi (37) dan Amo Nainggolan (49), karyawan PT PMKS PT Sepadan

“Benar bang ada temuan mayat,” ujar Kapolsek Bilah Hilir, Iptu Krisnat Indratno melalui Kanit Reskrim Ipda Sahat Lumbangaol.

Kata Ipda Sahat Lumbangaol, penemuan itu bermula sekira pukul 06.40 WIB, saksi Hendra Polo Sianturi dan Amo Nainggolan melintas bahwa ada mayat tergantung di Jembatan Talihoran Sungai Kalundang, Dusun Aek Nauli, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu.

Selanjutnya saksi mengecek ke lokasi. Setelah informasi tersebut benar, kemudian saksi menghubungi pihak kepolisian guna penanganan lebih lanjut.

Setelah tiba di lokasi petugas kepolisian melakukan olah TKP. Selanjutnya petugas dibantu warga membawa kedua jenazah ke rumah kontrakannya, yang tidak jauh dari TKP. Petugas mencari sanak keluarganya untuk memberi kabar kejadian tersebut.