Popular Post

Total Pengunjung

Raja Belanda akan Kunjungi Danau Toba Tahun Depan

Posted by On 04.20.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Raja Belanda, Willem Alexander, dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia pada 10-12 Maret 2020 mendatang. Selain akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo, Raja Willem juga akan mengunjungi beberapa daerah di Indonesia.

Sumatera Utara rencananya akan menjadi tujuan. Raja Willem disebut ingin menikmati keindahan Danau Toba.

Hal itu terungkap saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sabrina menerima kunjungan Perwakilan Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, di Ruang Rapat Junjungan Lubis, Lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (12/11/2019).

Hugo Brenninkmeijer, Operasional Manager Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, menyampaikan, keindahan alam Sumut menjadi salah satu pertimbangan Raja Belanda untuk berkunjung ke daerah ini.

Hugo juga mengaku senang atas respons baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, yang langsung mau menerima audiensi. "Saya berterima kasih atas waktu ibu, saya berharap bisa bekerja sama dengan Pemprov untuk menyambut Raja Belanda. Banyak UImasukan yang saya dapati, nanti beberapa pilihan akan saya sampaikan," terang Hugo.

Sekdaprov Sumut Sabrina menyambut rencana Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia mengajak Raja Belanda Willem-Alexander mengunjungi Sumut. "Saya sangat senang dengan niatan bapak yang ingin membawa Raja Willem-Alexander mengunjungi Sumut. Pesona wisata di sini banyak, ada ekowisata Tangkahan, penangkaran Orangutan Bukit Lawan. Jika ingin melihat panorama keindahan alam yang mempesona, Sumut punya Danau Toba," ucap Sabrina.

Sabrina pun memaparkan tentang keindahan Danau Toba, serta beberapa destinasi lainnya yang dapat dikunjungi, sambil memperlihatkan video mengenai destinasi wisata kelas dunia tesebut. "Jika ke Danau Toba, nanti Raja Willem bisa mengunjungi beberapa lokasi, semisal melihat aktivitas penenun yang ada di Danau Toba, lalu singgah melihat peninggalan sejarah Batak di Huta Siallagan, terakhir bisa menikmati keindahan alam sambil menikmati kopi di Huta Ginjang," terang Sabrina.

Tentang kedatangan Raja Willem yang direncanankan hanya sehari, Sabrina pun mengatakan, bahwa untuk menikmati keindahan alam Danau Toba tidak cukup satu hari. "Bapak Presiden Jokowi saja, saat kunjungan terakhirnya menghabiskan waktu tiga hari dua malam di Danau Toba, saya rasa nanti Raja Willem akan minta waktu lebih," ujar Sekda, sambil bergurau.

Terakhir, Sekda Sabrina juga mengharapkan bila rencana ini dapat terealisasi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Belanda ke Sumut. "Banyak destinasi keindahan yang bisa dilihat dari Danau Toba, setelah kunjungan ini semoga bisa meningkatkan kunjungan wisata mancanegara, khususnya dari Belanda, apalagi sudah ada penerbangan langsung ke Belanda," harap Sabrina.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPODT, M Rommy Fauzi; Konsul Kehormatan Belanda Ony Hindra Kusuma; perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Perhubungan, Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setdaprov Sumut.

[AS]
Kementerian Perhubungan Luncurkan Kapal Ro-ro II di Danau Toba

Posted by On 19.04.00 with No comments

digtara.com | SAMOSIR – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan secara resmi mengoperasikan kapal Ro-ro II. Kapal ini akan melayani penyebrangan periaran di Kawasan Danau Toba.

Operasional perdana kapal berkapasitas mesin 300 GT itu, telah dilakukan pada Sabtu 10 Nopember 2019 kemarin. Bertempat di Pantai Pasir Putih, Desa Parparean II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Irjen Pol Budi Setiady, mengatakan, kapal ini berpenumpang 180 orang dan 21 unit kendaraan. Kapal tersebut nantinya akan melayani rute Ajibata Toba Samosir-Ambarita Samosir setelah diresmikan pada bulan Desember 2019.

"Sejak dua tahun terakhir banyak melakukan upaya peningkatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan kapasitas pelayanan di kawasan Danau Toba. Terutama pasca terjadinya peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun tahun 2018,"sebutnya.

Pada tahun 2020, Kemenhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp700 miliar untuk membangun pelabuhan, Kapal Ro-ro III. Kapal tersebut berkapasitas 200 GT. "Selain itu Kemenhub juga akan mengoperasikan dua unit kapal wisata dan penyeberangan jenis Katamaran,"tandasnya.

[AS]