Popular Post

Total Pengunjung

Siap-Siap, Ini Daerah Yang Dilalui Gerhana Matahari Cincin Besok

Posted by On 06.17.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Fenomena gerhana matahari cincin secara umum akan menyapa tujuh provinsi di Indonesia yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, kepulauan Riau, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur sementara daerah lain hanya terjadi gerhana matahari sebagian berkisar 60 – 94 persen. Ini akan terjadi pada Kamis, 26 Desember.

Khusus di Aceh, hanya dua daerah yang dilewati Gerhana Matahari Cincin (GMC) yakni Simeulue dan Aceh Singkil.

“Gerhana akan terjadi secara keseluruhan diperkirakan pukul 10.08 hingga 13.56 Wib atau sekira 3 jam 45 menit 52 detik,” kata Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, Rabu (25/12/2019).

Ia menjelaskan untuk kawasan Simeulue, gerhana matahari akan dimulai dari pukul 10.07.06 Wib sedangkan gerhana matahari cincin akan terjadi pukul 11.53.51 Wib dan puncaknya pukul 11.56.54 Wib. Sedangkan kawasan Aceh Singkil, gerhana mulai terjadi pukul 10.10.25 Wib dan Gerhana cincin terjadi pukul 11.59.27 Wib dengan puncak cincin diperkirakan 12.01.40 Wib.

Untuk melakukan pengamatan GMC di Simeulue, Kemenag Aceh telah menyiapkan 10 teleskop serta 500 kacamata, dengan titik pemantauan di Masjid Baiturahman Simeulue. “Kita juga menggelar salat gerhana yang diimani oleh Imam Besar Masjid Baiturahman Khatib Suhrawardi ilyas,” ujar Alfirdaus disadur dari website Kementerian Agama RI.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan GMC diperbolehkan untuk datang ke lokasi. Nantinya petugas akan memberikan kacamata gerhana dengan filter ND5.

Alfirdaus juga menghimbau masyarakat untuk melaksanakan salat sunnah kusuf di masjid dan mushalla serta memperbanyak zikir, membaca alquran dan doa, apalagi GMC bertepatan dengan peristiwa Tsunami 2006 lalu.

Berikut data dan visualisasi gerhana sebagian yang terjadi di seluruh Aceh dengan dengan presentase matahari tertutup 85,6% hingga 95,5%:

  1. Persentase gerhana di Sabang  mencapai 85,6% yang dimulai sejak pukul 10.03.14 WIB. Dan puncak gerhana akan terjadi pada pukul  11.49.36 WIB dan akan berakhir pukul 13.48.58 WIB.

  2. Banda Aceh persentase gerhana mencapai 86,7% yang dimulai sejak pukul 10.03.33 WIB. Puncak gerhana di Banda Aceh terjadi pada pukul 11.50.08 WIB dan berakhir pukul 13.49.34 WIB.

  3. Di Aceh Besar, persentase gerhana mencapai 87,2% yang dimulai pukul 10.04.01 WIB, puncak gerhana  terjadi pukul 11.50.55 WIB dan akhir gerhana terjadi pukul 13.50.23 WIB.

  4. Untuk kawasan Pidie, persentase gerhana mencapai 86,6% yang dimulai pukul 10.04.48 WIB, puncak gerhana pukul 11.52.08 WIB dan akhir gerhana terjadi pukul 13.51.35 WIB.

  5. Pidie Jaya ditutupi gerhana hingga 86,8%, dimulai pukul 10.05.29 WIB, puncak gerhana terjadi pukul 11.53.15 WIB dan berakhir 13.52.41 WIB.

  6. Untuk Kabupaten Bireuen, persentase gerhana mencapai 86,5% yang dimulai pukul 10.06.33 WIB, puncak gerhana terjadi pukul 11.54.54 WIB dan berakhir pukul 13.54.18 WIB.

  7. Sementara itu di Kota Lhokseumawe, persentase gerhana mencapai 86,1%  yang dimulai pukul 10.07.35 WIB, kemudian puncak gerhana terjadi 11.56.31 WIB dan berakhir pukul 13.55.50 WIB.

  8. Aceh Utara,  persentase gerhana mencapai 86,4% yang dimulai pukul 10.08.03 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 11.57.15 WIB dan berakhir pukul 13.56.33 WIB.

  9. Aceh Timur, persentase gerhana mencapai 86,3% yang dimulai pukul 10.09.10 WIB. Kemudian puncak gerhana pukul 11.58.57 WIB dan berakhir 13.58.08 WIB.

  10. Kemudian Kota Langsa, persentase gerhana mencapai 87,7% yang dimulai pukul 10.09.48 WIB. Kemudian puncak gerhana terjadi pukul 11.59.57 WIB dan berakhir pukul 13.59.06 WIB.

  11. Aceh Tamiang, persentase gerhana mencapai 88,3% yang dimulai pukul 10.10.05 WIB. Kemudian puncak gerhana pukul 12.00.23 WIB dan berakhir pukul 13.59.30 WIB.

  12. Bener Meriah, persentase gerhana mencapai 87,9% yang dimulai  pukul 10.07.06 WIB dan puncak gerhana pada pukul 11.55.47 WIB. Dan akhir gerhana terjadi pukul 13.55.11 WIB.

  13. Aceh Tengah, persentase gerhana mencapai 88,2% yang dimulai pukul 10.07.05 WIB. Kemudian puncak gerhana  terjadi pukul 11.55.45 WIB dan berakhir pukul 13.55.10 WIB.

  14. Gayo Lues, persentase gerhana mencapai 89,8% yang dimulai pukul 10.08.29 WIB.  Kemudian puncak gerhana terjadi 11.57.55 WIB dan berakhir 13.57.14 WIB.

  15. Aceh Tenggara, persentase gerhana mencapai 91,1% yang  dimulai 10.09.49 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 11.59.54 WIB dan berakhir pukul 13.59.05 WIB.

  16. Kemudian di Aceh Jaya, persentase  gerhana mencapai 89,4% yang dimulai pukul 10.04.13 WIB, puncak gerhana terjadi pukul 11.51.14 WIB dan akhir gerhana pukul 13.50.45 WIB.

  17. GMS  Meulaboh – Aceh Barat - Aceh. Prosentase: 90,4%. Mulai gerhana: 10.05.37 WIB. Puncak gerhana: 11.53.26 WIB. Akhir gerhana: 13.52.57 WIB.

  18. Nagan Raya, persentase gerhana mencapai 90,4% yang dimulai pukul 10.06.01 WIB, puncak gerhana  terjadi pukul 11.54.03 WIB dan berakhir pukul 13.53.33 WIB.

  19. Di Abdya, persentase  gerhana mencapai 91,1% yang dimulai pukul 10.07.25 WIB, puncak gerhana  terjadi pukul 11.56.13 WIB dan akhir gerhana pukul 13.55.38 WIB.

  20. Aceh Selatan, persentase gerhana mencapai 92,3% yang dimulai pukul 10.08.26 WIB, puncak gerhana  terjadi pada pukul 11.57.44 WIB dan berakhir pukul 13.57.03 WIB

  21. Di Subulussalam, persentase gerhana mencapai 93,5% yang dimulai pukul 10.10.41 WIB, puncak gerhana  pukul 12.01.04 WIB dan berakhir pukul 14.00.05 WIB

Dirjen Kemenag Sebut Pengkhianatan Terhadap Konstitusi Hukumnya Haram

Posted by On 02.24.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin, menyatakan jika ketaatan terhadap konstitusi merupakan sebuah kewajiban. Sedangkan pengkhianatan terhadap konstitusi adalah perbuatan haram.

Hal itu disampaikan Amin dalam diskusi media bertema “Mengedepankan Strategi Deradikalisasi” yang diinisiasi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani, Kemenkominfo, Jakarta, Senin (11/11/2019).

“(Terjadinya diskriminasi terhadap nonmuslim) Ini memang tantangan kita. Memang apa yang perjuangkan oleh pemerintah tidak selalu sesuai degan yang terjadi di lapangan. Misalnya terkait pendirian rumah ibadah yang memiliki banyak persyaratan. Termasuk persetujuan dari warga sekitar,” katanya Amin saat menanggapi pertanyaan kerap terjadinya diskriminasi terhadap kelompok minoritas agama di Indonesia.

Demikian juga dengan penganut Syiah, menurut Amin, yang juga diketahui kerap menjadi pengungsi di negeri sendiri. Hal itu terjadi, menurut dia, karena ada yang menganggap Syiah sesat, tidak sesuai islam.

“Padahal jangankan Syiah, kalangan yang nonmuslim sekalipun sejatinya memiliki hak yang sama sebagai warga bangsa. Dan inilah yang menjadi tantangan kita untuk memperjuangkannya sebagai warga bangsa,”tukasnya.

Dikutip dari hadist Nabi Muhammad SAW, Amin menyebutkan bawa barang siapa yang membunuh orang yang terikat dalam sebuah perjanjian, maka haram baginya bau surga. Dalam konteks itulah, dia mengingatkan bahwa The Founding Fathers sudah menyepakati Negara Kesatuan Indonesia.

“Sehingga, kalau ini dikhianati, maka sama dengan kisah nabi itu. Ole karena itu, harus diberi pemahaman tentang agama yang moderat. Di mana semua pemeluk agama di Indonesia, sama-sama sebagai warga negara bangsa yang terikat pada perjanjian besar, yakni konstitusi kita. Dan menaati konstitusi adalah wajib, dan mengkhianati konstitusi adalah haram,” paparnya.

[AS]