Popular Post

Total Pengunjung

IHSG Lanjutkan Penguatan, Rupiah Terkulai

Posted by On 05.44.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada perdagangan awal pekan ini. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan di bursa saham Asia.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah tidak mampu mengekor kinerja positif IHSG setelah ditutup melemah. Pelemahan rupiah terjadi di tengah indeks dolar AS juga ikut melemah hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup menguat 0,23 persen atau 14,27 poin ke level 6.211,59. Sebelumnya IHSG dibuka melemah hanya 0,004 poin ke level 6.197,314. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 6.197,31-6.237,92.

Enam dari sembilan sektor saham berakhir di zona hijau. Dipimpin sektor aneka industri yang menguat 1,52 persen dan perdagangan yang naik 1,01 persen. Tiga sektor lainnya melemah, didorong oleh sektor industri dasar yang turun 0,81 persen.

Dari 668 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 220 saham menguat, 192 saham melemah, dan 256 saham stagnan.

Bursa Saham Asia mencapai level tertinggi dalam hampir 8 bulan terakhir pada perdagangan Senin (16/12/2019) setelah Amerika Serikat dan China menyepakati perjanjian perdagangan fase pertama.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan pada Minggu (15/12/2019) bahwa kesepakatan telah "sepenuhnya dilakukan", terlepas dari beberapa revisi yang diperlukan, dan ekspor AS ke China akan meningkat hampir dua kali lipat dalam 2 tahun ke depan.

Sentimen positif tersebut membantu mendorong indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang ke level tertinggi sejak 18 April. Sementara itu, indeks Shanghai Composite menguat 0,56 persen, sedangkan indeks CSI 300 naik 0,49 persen. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia memimpin dengan lonjakan 1,63 persen.
NILAI TUKAR RUPIAH

Nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot saat ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.010 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,076 poin atau 0,08 persen ke level 97,096 pada pukul 15.53 WIB.

Nilai tukar rupiah  pagi tadi dibuka melemah tipis 5 poin atau 0,04 persen di level Rp13.995 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (13/12/2019), rupiah ditutup di level Rp13.990 per dolar AS dengan apresiasi sebesar 43 poin atau 0,31 persen, penguatan hari perdagangan kedua berturut-turut.
PERGERAKAN HARGA EMAS

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2020 melemah 2 poin atau 0,14 persen ke level US$1.479,2 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,076 poin atau 0,08 persen ke level 97,096 pada pukul 15.53 WIB.

Harga emas Comex kontrak Februari 2020 dibuka melemah 0,08 persen atau 1,20 poin di level US$1.480 per troy ounce.

[AS]
Pergerakan Rupiah Masih Disetir Perang Dagang

Posted by On 17.03.00 with No comments

digtara.com |MEDAN – Pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah, linier dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga bergerak positif. Namun sentimen penggerak Rupiah, utamanya masih didominasi oleh sentimen perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Kurs rupiah di pasar spot menguat 0,21% ke Rp 14.038 per dollar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan, posisi rupiah sudah naik 0,49%.

Serupa, kemarin kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga terapresiasi 0,40% ke Rp 14.037 per dollar AS. Alhasil, dalam seminggu terakhir, posisinya juga terkerek 0,46%.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, nilai tukar rupiah sempat tertekan di awal pekan karena pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan negosiasi dagang akan berlanjut hingga tahun depan.

"Tetapi pernyataan delegasi dagang kedua negara yang positif kembali menjadi sentimen positif bagi mata uang emerging market seperti rupiah," kata dia, kemarin. Pelaku pasar pun lebih percaya diri untuk masuk kembali ke pasar keuangan dalam negeri.

Posisi rupiah bertambah aman setelah data cadangan devisa periode November masih mencapai US$ 126,6 miliar. Posisi ini turun tipis dibandingkan cadangan devisa Oktober yang sebesar US$ 126,7 miliar.

Tetapi ekonom dari Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengingatkan, peluang rupiah kembali melemah pekan depan tetap terbuka. Mengingat secara historis, kebutuhan mata uang AS tersebut di periode Desember cenderung meningkat.

"Di Desember biasanya ada kewajiban pembayaran utang serta ada kebutuhan akhir tahun," lanjut dia seperti dilansir Kontan, Sabtu (7/12/2019).

Karena itu, Lana memperkirakan, kurs rupiah di pekan depan akan bergerak dalam rentang Rp 14.100-Rp 14.200 per dollar AS. Sedangkan menurut perhitungan David, kurs rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp 14.000-Rp 14.100 per dollar AS.

[AS]