Popular Post

Total Pengunjung

Jokowi Targetkan Penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera Rampung di 2024

Posted by On 02.19.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan jalan tol Trans Sumatera dapat dirampungkan di tahun 2024. Jalan yang memiliki panjang sekira 2700 kilometer itu nantinya akan menghubungkan Aceh hingga ke Lampung.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo, dalam sambutannya pada peresmian Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, di Gerbang Tol Simpang Pematang KM 240, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, Lampung, pada Jumat 15 November 2019.

Hadir mendampingi Presiden, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

“Kita perkirakan insyaallah di 2024 sepanjang 2700 km akan bisa kita selesaikan,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden juga menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol ini sekaligus untuk membangun peradaban. Dari yang sebelumnya lewat jalan-jalan kecil di kampung, lebih baik lagi meningkat jalan-jalan kabupaten, meningkat lagi di jalan-jalan provinsi, meningkat lagi di jalan-jalan nasional, dan sekarang adalah jalan tol yang seluruh rakyat nanti bisa menikmati.

“Sehingga sekali lagi mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas jasa semuanya akan lebih cepat lagi,” tutur Presiden Jokowi.

 
JADI SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI BARU

Sementara itu terkait Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, kata Jokowi,  diharapkan bisa menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Kemudian juga menciptakan perbaikan jaringan logistik yang lebih baik. Ketiga, menurut Presiden, memberikan fasilitas kepada produksi.

“Artinya di sini kalau ada karet, ada sawit, ada ikan. Ini akan mempercepat memberikan fasilitasi pada produksi-produksi, sentra-sentra produksi yang ada,” terang Presiden.

Selanjutnya, yang paling penting dan yang kadang-kadang rakyat tidak merasakan, menurut Presiden, yaitu penciptaan lapangan kerja.

“Tol sepanjang ini enggak mungkin semuanya dikerjakan oleh mesin. Kerjanya, supervisinya, masih dibutuhkan,” ujarnya.

Jalan  Tol ruas Pematang Panggang sampai Kayu Agung ini mimiliki pangjang total 189 km. Ruas tol ini merupakan ruas tol terpanjang yang pernah saya diresmikan Presiden Jokowi. Ia berharap nantinya ruas tol ini akan disambung lagi dari Kayu Agung ke Palembang dan Palembang ke Kedung di Banyu Asin.

[AS]
Tak Hadir di Istana, Prabowo Peringati Hari Pahwalawan di Yogya

Posted by On 18.15.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, tidak hadir dalam upacara peringatan Hari Pahlawan 2019 dan Ziarah Nasional 2019 yang digelar di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Prabowo diketahui sedang berada di Yogyakarta. Prabowo mengikuti upacara di wilayah itu, sekaligus  meresmikan Patung Jenderal Soedirman yang berada di Ring Road Barat, Yogyakarta.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini memimpin upacara peringatan hari pahlawan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Saat tiba di lokasi, Jokowi didampingi oleh Wapres, Ma’ruf Amin. Upacara dihadiri oleh para menteri Kabinet Indonesia Maju serta sekitar 3500 peserta yang hadir.

[caption id="attachment_37363" align="aligncenter" width="610"]Tak Hadir di Istana, Prabowo Peringati Hari Pahwalawan di Yogya Patung Jenderal Sudirman di alun-alun Kota Yogyakarta (net)[/caption]

Terlihat pula Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Lalu Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

[AS]
Jokowi Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2019 di Taman Makan Pahlawan
Kalibata

Posted by On 18.01.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA – Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan dan Ziarah Nasional 2019 yang digelar di Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019) pagi.

Terlihat pula Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut serta mendampingi Kepala Negara.

Upacara dimulai sekitar pukul 08:00 WIB. Sekira 3500 peserta mengikuti kegiatan tersebut.

"Presiden RI sebagai irup dan Wakil Presiden RI sebagai cadangan irup. Mensos hadir sebagai tuan rumah, serta dihadiri ± 3500 orang," tulis dokumen pedoman Hari Pahlawan 2019 yang dikeluarkan Kementerian Sosial, Minggu (10/11/2019).

Sebelumnya pada Jumat 8 November, Presiden Jokowi telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh bangsa. Gelar tersebut diserahkan Jokowi kepada para ahli waris di Istana Negara.

"Mereka adalah para tokoh yang semasa hidupnya berjasa dalam perjuangan di berbagai bidang untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa," jelas Jokowi dalam unggahannya.

Ia memaparkan, para pahlawan itu adalah tokoh jurnalisme dan pendidikan dari Sumatera Barat, Ruhana Kudus; Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko) dari Sulawesi Tenggara, dan Profesor Dr M Sardjito MD MPH dari Yogyakarta.

Selain itu, lanjut Jokowi, ada tiga anggota BPUPKI/PPKI yakni Profesor KH Abdul Kahar Mudzakkir dari Yogyakarta; Dr (HC) AA Maramis dari Sulawesi Utara; dan KH Masjkur dari Jawa Timur.

"Selamat, dan terima kasih para pahlawan," ungkapnya.

[AS]
Pemuda Yang Jatuh Dari Jembatan Youtefa Ditemukan Tewas

Posted by On 05.59.00 with No comments

digtara.com | JAYAPURA – Petugas dari Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Jayapura, Papua, berhasil menemukan Respi Mulia Tassolong (20), pemuda yang sempat dinyatakan hilang setelah terjatuh dari jembatan Youtefa pada Jumat, 1 Nopember 2019 lalu.

Respi yang merupakan tenaga cleaning service salah satu Bank Swasta di Kota Jayapura itu, ditemukan dalam kondisi tewas. Mayatnya ditemukan mengambang sekitar 1,5 kilometer dari lokasi ia terjatuh.

“Tim kami yang melakukan pencarian, menemukan jasad yang bersangkutan 1,5 KM dari lokasi terjatuh. Kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup,”terang Kepala Kantor SAR Jayapura, Putu Arga Sujarwadi, Minggu (3/11/2019).

[caption id="attachment_36844" align="aligncenter" width="700"]Pemuda Yang Jatuh Dari Jembatan Youtefa Ditemukan Tewas Jenazah pemuda yang terjatuh dari jembatan Youtefa ditemukan 1,5 kilometer dari lokasi awal terjatuh (phyl/digtara)[/caption]

Sebelumnya, pada Jumat 1 Nopember 2019, korban bersama 5 orang rekannya mengunjungi area jembatan untuk berphoto. Korban terjatuh ke laut saat akan melakukan swaphoto (selfie) dari bagian luar  pagar pengaman jembatan. Saat itu korban tak sadar kakinya berpijak pada tempat yang kosong.

“Setelah ditemukan, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura guna kepentingan penyelidikan pihak Kepolisian,”sebut Putu.

[caption id="attachment_36843" align="aligncenter" width="700"]Pemuda Yang Jatuh Dari Jembatan Youtefa Ditemukan Tewas Tim SAR mengevakuasi jenazah pemuda yang ditemukan tewas setelah terjatuh dari Jembatan Youtefa (phyl/digtara)[/caption]
ANTISIPASI PEMERINTAH DAERAH

Menyikapi musibah tersebut, Pemerintah Daerah Kota Jayapura akan memberlakukan patroli rutin dengan melibatkan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat. Pemerintah juga akan memperketat aturan kunjungan bagi para pengunjung di area jembatan.

"Kalau ke jembatan ini mau rekreasi silahkan tapi kendaraan di luar. Jalan kaki kedalam. Kalau ke dalam tidak boleh selfie di atas rail jembatan. Kita nanti akan minta Kepolisian dengan Dinas Perhubungan, kita patroli dan berikan himbauan," tegas Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru.

[caption id="attachment_36842" align="aligncenter" width="700"]Pemuda Yang Jatuh Dari Jembatan Youtefa Ditemukan Tewas Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru (tengah) saat meninjau proses pencarian pemuda yang jatuh di Jembatan Youtefa (phyl/digtara)[/caption]

Jembatan Youtefa merupakan ikon baru di Kota Jayapura. Jembatan sepanjang 732 meter dan lebar 21 meter itu, berada tepat di atas teluk Youtefa.

Jembatan yang menghubungkan kawasan Holtekamp dengan kawasan Hamadi itu baru diresmikan Presiden Joko Widodo, tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu. Pemerintah berharap, operasional jembatan ini dapat menjadi simbol pemersatu di tanah papua.

[AS]