Popular Post

Total Pengunjung

Dewan Guru Besar USU Bahas Selat Malaka Dalam 4 Perspektif

Posted by On 00.59.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Selat Malaka dewasa ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sebagai salah satu jalur transportasi laut terpenting di dunia. Keberadaannya tidak hanya bernilai strategis (baik ekonomis maupun politik) bagi negara pantai (Indonesia, Malaysia dan Singapura), namun juga bernilai strategis bagi negara-negara pengguna (Cina, Korea, Jepang, Filipina, Negara-Negara Timur Tengah, dan lain berbagai Negara lainnya).

Untuk itu, Indonesia harus mampu mengoptimalkan perannya agar dapat memperoleh manfaat maksimal, baik dalam hal pertumbuhan di sektor ekonomi dan bisnis, serta hubungan internasional.

Hal tersebut antara lain dibahas dalam Seminar Nasional Selat Malaka : Perspektif Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik yang dilaksanakan oleh Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara.

Seminar menghadirkan 4 orang pembicara yakni Guru Besar Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana, SH, LL M, Ph D, Guru Besar Fakultas Hukum USU Prof. Dr. H. Ediwarman, SH, M Hum, Guru Besar Fakultas Ekonomi USU Prof Dr lic rer reg Sirojuzilam, SE, dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU Prof Subhilhar, Ph D.

Seminar dibuka oleh Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M Hum, didampingi Ketua Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara, Prof Dr dr Gontar Alamsyah Siregar, Sp PD, KGEH, selaku Ketua Panitia.

Sesuai tema, maka seminar tersebut membahas peluang, tantangan dan ancaman yang ada di Selat Malaka, kawasan paling strategis di Asia Tenggara, dari perspektif hubungan internasional, hukum maritim, pembangunan ekonomi dan sosial politik.

Dalam kesempatan itu, Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara juga sekaligus me-launching Buku Pemikiran Guru Besar USU Untuk Pembangunan Provinsi Sumatera Utara. Buku yang memuat pemikiran-pemikiran dari para Guru Besar USU dalam berbagai bidang itu, disesuaikan dengan latar belakang kompetensi masing-masing Guru Besar.

Menurut Ketua DGB USU, semua itu dipersembahkan untuk sebuah tujuan besar yang kita cita-citakan bersama, yakni membangun Sumatera Utara yang lebih baik dan beradab.

Turut hadir dalam seminar Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Provsu Elidawati, SE, MAP, Pangdam I/BB yang diwakili Kolonel Igid Donolego, Kapoldasu yang diwakili oleh Wadir Pol Airud Polda Sumut AKBP Erwin Wijaya Siahaan, SIK, Danlantamal I Belawan yang diwakili oleh Komandan KAL Tarihu Mayor Laut (P) Zul Supri Nazara, SE, Kajatisu yang diwakili oleh Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus Haedar, SH, MH, para pimpinan Bank mitra USU, para anggota DGB, dosen dan mahasiswa pascasarjana USU.
7 ABK Nyaris Tewas, KM Sabana Karam Diterjang Ombak Selat Malaka

Posted by On 07.37.00 with No comments

digtara.com | LANGKAT - Satu unit Kapal Motor (KM) Sabana PB 2214 yang membawa tujuh nelayan pulang melaut nyaris karam setelah dihantam ombak besar di Selat Malaka, Jumat (8/11) dini hari.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal yang membawa tujuh nelayan itu terombang ambing di laut lepas. Beruntung pada saat bersamaan ada kapal motor milik nelayan lain yang melihat dan langsung menyelamatkan ketujuh nelayan tersebut.

Saat itu ketujuh nelayan sedang menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tutup kotak pendingin (cold box) ikan yang terbuat dari fiber.

Adapun ketujuh nelayan yang berhasil diselamatkan adalah Zainal Abidin alias Buyung (48) bertugas sebagai nakhoda kapal dan enam anak buah kapal (ABK) yaitu Razak (25), M. Nurlian Syah (20), Zulham (43) Anarullah Putra (26), M. Toha (39) serta M. Sofyan (18). Semuanya merupakan warga Jalan Babalan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat.

Nakhoda kapal, Zainal Abidin mengatakan, saat peristiwa tersebut kapal motor yang dikemudikannya sedang menuju pulang. Namun saat berada di kawasan line dua, kapal dihantam ombak besar sehingga karam di tengah laut.

"Saat itu cuaca sedang hujan deras disertai angin dan berombak. Tiba-tiba ombak besar langsung datang dan menghantam boat kami yang di dalamnya penuh dengan muatan ikan. Sehingga kapal tak sanggup bertahan dan karam," ujar Zainal di Rumah Sakit Pertamina (RSP) Pangkalan Brandan, Sabtu (9/11).

Pada saat kapal dihantam ombak, mereka langsung berusaha mencari pelampung untuk menyelamatkan diri. Sementara keadaan saat itu hujan badai.

"Beruntung kami berhasil mendapatkan tutup palka ikan yang terbuat dari styrofoam fiber glass, dan menjadi penyelamat kami. Kami saling bergandengan agar tidak hilang satu sama lain," ungkap Zainal.

Sementara itu salah satu ABK, Anarullah Putra, menuturkan bahwa setelah terombang ambing di laut, sekitar pukul 12.00 WIB mereka berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan pencari ikan yang lain.

"Saat itu kondisi kami sangat lemas dan kedinginan." tuturnya.

Terpisah, pemilik KM Sabana PB 2214, Syahril Suryadi, mengungkapkan bahwa peristiwa yang dialami oleh anggotanya merupakan musibah yang tidak bisa ditolak.

"Alhamdulillah mereka semua selamat, saat ini mereka masih mendapatkan perawatan medis. Mereka harus berjuang selama kurang lebih 10 jam di dalam air. Makanya mereka harus diperiksa dan istirahat," tukasnya.

Ketujuh nelayan yang selamat dari musibah karamnya KM Sabana PB 2214 tersebut berhasil diselamatkan kapal nelayan lainnya dan tiba di Pangkalan Brandan sekitar pukul 21.00 WIB dan segera dibawa ke RSP Pangkalan Brandan untuk mendapat perawatan medis.