Popular Post

Total Pengunjung

Megaxus Mulai Pra-Registrasi Untuk Game Legend of Kingdoms

Posted by On 19.09.00 with No comments

Lalu digtara.com | JAKARTA – Perusahaan pengembang permainan (game) digital di Indonesia, PT Megaxus Infotech (Megaxus), akan meluncurkan Legend of Kingdoms. Game terbaru yang disingkat LOKI itu akan mengusung genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Dimana sebanyak 10 orang pemain yang terdiri dari 2 tim akan mengadu strategi dan skill untuk memenangkan pertempuran.

Brand Manager Megaxus, Felix Darmoko mengatakan, keunikan game ini adalah pemain bisa memilih berbagai hero legendaris. Yakni dari era Tiga Kerajaan yang berasal dari negeri China dan juga dari kerajaan lainnya.

“Selain itu Legend of Kingdoms memiliki fitur-fitur yang tidak ditemukan pada game mobile MOBA lain yang sudah beredar saat ini. Seperti fitur Ward, Sentry, dan Courier,”tulis Felix dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12/2019).

Mulai hari ini, lanjut Felix, sudah dibuka pra-registrasi Legend of Kingdoms di Google Play Store. Selain dari Google Play Store, pemain juga dapat melakukan pra-registrasi dari website resmi Legend of Kingdoms.

“Berbagai hadiah menarik juga telah disiapkan bagi para pemain yang melakukan pra-registrasi. Semakin banyak jumlah pemain yang melakukan pra-registrasi, semakin banyak pula hadiah yang akan didapatkan pemain,”tandasnya.

 
TERSEDIA DI IOS DAN ANDROID MULAI AWAL 2020

Peluncuran Legend of Kingdoms direncanakan akan dilakukan pada awal tahun 2020 nanti, untuk platform Android dan IOS.

“Saat ini tim kami sedang mempersiapkan peluncuran Legends of Kingdoms dengan sebaik mungkin. Itu untuk memastikan game dapat dimainkan dengan lancar dan fitur-fitur yang tersedia pada game. Sehingga dapat dinikmati secara maksimal ketika diluncurkan nanti,” tutur Bambang Budiman, Senior Content Manager Megaxus.

PT Megaxus Infotech adalah perusahaan game di Indonesia yang didirikan pada tahun 2006. Perusahaan ini didirikan dengan misi memberikan konten hiburan terbaik kepada pelanggannya. Megaxus menawarkan produk dan layanan terbaik dan inovatif untuk semua pecinta game.

Game yang telah diluncurkan Megaxus yakni Audition AyoDance, Lineage II, WarRock, Grand Chase dan Counter-Strike Online. Lalu SD Gundam Online, AyoOke, Heroes of Atarsia, World In AyoDance, Royal Master, Princess Rush dan Rhythm N Joy.

Masih ada pula Closers Online, Bakso Horror, Combo Rush, Audition AyoDance Mobile and Fatal Raid: SEA Invasion, Legend of Kingdoms.

[AS]
Kementerian Kominfo Jamin Kepastian Hukum Tanda Tangan Elektronik

Posted by On 05.02.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), menjamin kepastikan hukum dokumen maupun transaksi elektronik yang menggunakan tanda tangan elektronik yang telah disetujui oleh penggunanya.

Sehingga dokumen dan transaksi yang telah ditandatangani secara elektronik itu, tidak bisa disangkal lagi.

Hal itu dikatakan Diretur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan,  seperti dilansir laman resmi Kominfo, Sabtu (16/11/2019).

Semuel menjelaskan, fitur nirsangkal tersebut akan memberikan suatu kepastian hukum. Sehingga dokumen atau transaksi elektronik bisa dijadikan bukti yang otentik di mata hukum. Selain itu, akan memberikan manfaat pada berbagai pelayanan pemerintah, keuangan, dan swasta.

Lebih lanjut Dirjen Semuel menekankan modus kejahatan di dunia maya semakin canggih. Sehingga teknik otentikasi pengguna menggunakan username, password, maupun OTP sudah tidak efektif lagi.

"Penggunaan username, password, dan OTP sudah tidak cukup lagi, kejahatan cyber semakin canggih dan sulit dideteksi," jelasnya.

Pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Peraturan itu mengatur tentang penyediaan layanan penyelenggara sertifikat elektronik.

Menurut peraturan tersebut, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik menyediakan 6 jenis layanan. Yaitu tanda tangan elektronik, segel elektronik, penanda waktu elektronik, layanan pengiriman elektronik tercatat. Lalu preservasi tanda tangan dan segel elektronik, serta otentikasi situs web.

Dirjen Semuel menegaskan seluruh layanan tersebut harus tersedia untuk menjamin keamanan transaksi di era ekonomi digital saat ini. "Semua layanan tersebut di atas untuk menjamin ekonomi digital yang sedang dibangun. Agar aman dari pemalsuan dokumen dan akses yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Di Indonesia saat ini telah ada enam Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang terdiri dari dua institusi pemerintah dan 4 swasta. Yaitu BSSN, Peruri, PrivyID, VIDA, Digisign, dan iOTENTIK.

Dirjen Semuel berharap pemanfaatan tanda tangan elektronik akan lebih menjamin keamanan dan kepastian hukum pada dokumen dan transaksi elektronik. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta meningkatkan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

[AS]
Menristek Desak Pengembangan Teknologi Virtual Reality

Posted by On 00.21.00 with No comments

digtara.com | SURABAYA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan teknologi masa depan virtual reality seperti yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) harus terus dikembangkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Ini mungkin termasuk salah satu virtual reality yang tersistematik pertama sehingga pemanfaatannya diharapkan bisa menjawab tantangan industri 4.0 untuk mengembangkan riset di Indonesia," kata Bambang seperti dilansir Antara, Senin (11/11/2019)

Saat ini, virtual reality sudah populer di sektor entertainment atau hiburan. Namun, ke depan penggunaan teknologi itu didorong lebih luas, salah satunya bagi penelitian di Tanah Air. "Pemanfaatannya bisa macam-macam di antaranya bidang kesehatan, hingga mengembangkan manufaktur," kata dia.

Intinya dengan menggunakan teknologi virtual reality peneliti bisa melakukan semacam penelitian tanpa harus turun atau benar-benar berada di lapangan. Hal itu juga berguna bagi proses pengajaran akademik (pendidikan).

Sebagai contoh, tenaga pengajar tidak perlu lagi membawa sekelompok mahasiswa ke sebuah pabrik apabila mengadakan studi lapangan. Pihak kampus cukup membuat dokumen film yang kemudian ditayangkan menggunakan virtual reality. "Jadi mahasiswa bisa membayangkan pembangkit listrik tenaga uap atau boiler itu seperti apa dengan menggunakan virtual reality," ujarnya.

Secara umum, seluruh perguruan tinggi di Tanah Air harus adaptif terhadap revolusi industri 4.0. Sehingga, kampus-kampus yang ada didorong untuk lebih banyak menggunakan virtual reality. "Terutama di bidang pendidikan dan penelitian," ujarnya.

Tidak hanya itu, pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/ BRIN juga akan berupaya memberikan bantuan dana berupa hibah atau dana setiap tahun untuk pengembangan penelitian dan inovasi.

Oleh karena itu, lanjutnya, setiap kampus atau perguruan tinggi didorong untuk memiliki usulan-usulan yang bagus sehingga bisa mendapatkan bantuan dana pengembangan.

[AS]
Pemerintah Rencanakan Operasional Cloud di 2022

Posted by On 01.01.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA – Pemerintah berencana menggunakan teknologi cloud computing untuk menampung data strategis dan layanan umum. Rencana itu akan direalisasikan di tahun 2022 mendatang.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) pada Kementerian Komunikasi dan Informasi, Semuel Abrijani, saat mengikuti Forum Diskusi Media Forum Merdeka Barat di Ruang Serbaguna Roeslan Abdul Ganbi, Kemenkominfo, Jakarta, Senin (4/11/2019).

“Iya, saat ini kita sedang membangun cloud pemerintah. Realisasi operasionalnya tahun 2022 mendatang,”sebut Semuel.

Selain infrastruktur, pihaknya lanjut Semuel, juga tengah menyiapkan regulasi pemanfaatan cloud pemerintah tersebut.

“Kami sudah mensinergikan dengan Perpres Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE),” tuturnya.

Sementara itu, untuk klasifikasi data yang ada dalam lingkup publik, Samuel menegaskan, ke depan akan diatur dalam peraturan menteri tersendiri. Seiring itu rencana pembangunan Cloud itu, Samuel membeberkan, kelak akan ada empat data centre. Hanya saja, dia masih belum mau menjelaskan secara detil di mana saja Cloud akan ditempatkan.

[AS]