Popular Post

Total Pengunjung

Hari Ini, Istri Dzulmi Eldin Diperiksa KPK

Posted by On 20.32.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Akhirnya, Rita Maharani, istri dari Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin, dipanggil pihak Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (11/11/2019).

Dirinya, dipanggil untuk diperiksa terkait dugaan suap proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan pada 2019 yang menjerat suaminya tersebut.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IA [Isa Ansyari]," ujar Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Chrystelina GS, Senin.

Selain Rita, penyidik juga hari ini memanggil Direktur PT Kani Jaya Sentosa Yamitema Y Laoly untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin dan dua orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan Pemkot Medan tahun 2019.

Dua tersangka lainnya yakni,‎ Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar.

Penetapan Dzulmi sebagai tersangka menyusul operasi tangkap tangan KPK yang digelar di Medan pada Selasa hingga Rabu (15-16/10) dan menjaring tujuh orang.

Dzulmi diduga menerima setoran dari kepala dinas Pemkot Medan yang disinyalir untuk menutupi biaya perjalan dinasnya ke Jepang, yang juga diikuti keluarganya. Selain itu, atas pengangkatan seseorang atas nama Isa Ansyari menjadi Kepala Dinas PUPR Pemkot Medan.

Dzulmi Eldin diduga menerima sejumlah pemberian uang dari Isa sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Penerimaan juga kembali terjadi bertahap masing-masing senilai Rp50 juta, Rp200 juta dan Rp200 juta.

Dzulmi Eldin dan Syamsul Siregar disangkakan KPK melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Isya Ansyari disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
KPK Cekal Akbar Himawan Buchari Terkait Kasus Suap Walikota Medan

Posted by On 23.26.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Terkait kasus suap yang menjerat Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sebagai tersangka Penyidik KPK terus mengembangkan kasus tersebut.

Kabar teranyar dalam kasus ini, KPK mengajukan surat pencekalan terhadap salah seorang anggota DPRD Sumut Akbar Himawan Buchari.

Belum diketahui keterkaitan Akbar dalam kasus tersebut, namun dalam keterangan tertulisnya, Jubir KPK Febri Diansyah menyebutkan KPK telah mengirimkan surat pelarangan bepergian itu ke Ditjen Imigrasi.

"KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi terkait pelarangan terhadap seorang bernama AKBAR HIMAWAN BUCHARI dalam perkara Penyidikan dugaan penerimaan suap oleh Walikota Medan,"tulis Febri, Rabu (6/11).

Febri juga menyebutkan pelarangan itu dilakukan selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 5 November 2019.

"(Akbar) Sebagai saksi. Ada kebutuhan di Penyidikan. Agar sewaktu-waktu dipanggil bisa datang dan tidak sedang berada di LN," beber Febri alasan pencekalan itu.

Sebelumnya KPK lanjut Febri, telah memanggil AKbar sebagai saksi dengan agenda pemeriksaan pada Kamis minggu lalu. "Namun ybs tidak datang karena sedang berada di Malaysia dengan alasan berobat,"sebutnya.

Sebelum pengajuan cekal ini, KPK juga sudah menggeledah kediaman Akbar di kawasan Jalan DI Panjaitan Medan pada pekan lalu. Hingga saat ini belum diketahui keterlibatan pengusaha itu dalam kasus di Pemko Medan ini.