Popular Post

Total Pengunjung

Irjen Pol Martuani Siregar: Jemaat harus Bijak Manfaatkan Mendsos Agar
Terhindar Hoaks

Posted by On 21.27.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Pengawalan ketat dilakukan dalam rangka kunjungan sekaligus kebaktian Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar di gereja tersebut. Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo beserta personel melakukan pengamanan di Gereja HKBP Jalan Surya Haji, Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan.

Rombongan Kapolda Sumut yang didampingi Dir Binmas Kombes Pol Yusuf Hondawantri Naibaho tiba di lokasi sekira pukul 10.00 WIB. Mereka langsung disambut pengkhotbah Pendeta V. Hutasoit dan jemaat gereja yang berjumlah sekitar 500 orang.

Pada kesempatannya, Irjen Martuani pertama kali mengucapkan terima kasih ke pengurus Gereja HKBP Laut Dendang yang sudah memberikan kesempatan kepadanya untuk berbicara di hadapan para jemaat.

"Pertama saya ingin menyampaikan kepada semua jemaat bahwa kita jangan mudah menyerah dalam keadaan apapun," ucap Martuani mengawali kata sambutannya.

Lulusan Akpol 1987 ini lalu mengajak seluruh jemaat agar mendidik anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa dengan baik. Karena tidak ada yang tidak mungkin, apabila dikerjain dengan sungguh-sungguh maka segala sesuatu yang diinginkan pasti bisa terwujud.

"Saya lebih senang mengunjungi gereja yang biasa-biasa saja," katanya.

Pria kelahiran 56 tahun silam itu mengajak jemaat untuk bijak bersosial media agar tidak tersandung hukum karena memposting berita bohong atau hoaks. Suami Risma Elizabeth Sianturi, itu juga mengingatkan para jemaat untuk selalu mentaati peraturan apabila bepergian ke daerah wisata khususnya Danau Toba.

"Kalau dulu mulutmu harimau-mu, sekarang istilahnya jarimu harimau-mu karena kita suka memposting yang jelek di media sosial. Taatilah peraturan jika berkunjung ke tempat wisata agar kejadian seperti tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun tidak terulang untuk kedua kalinya," harap perwira tinggi yang berpengalaman di bidang reserse itu.

Setelah kebaktian selesai sekira pukul 12.30 WIB, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar memberikan tali asih berupa sembako yang diterima secara simbolis oleh pengurus Gereja HKBP Laut Dendang.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo mengatakan, seluruh kegiatan Bapak Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin Siregar selama kebaktian Minggu di Gereja HKBP Laut Dendang berjalan dengan lancar dan kondusif.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif," kata Aris
Gubsu: Isu Ikan Kena Bangkai Babi Itu Hoaks

Posted by On 21.38.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pusat Pasar Medan, Jalan Pusat Pasar, Medan. Inspeksi dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok.

Dalam inspeksi yang dilakukan Edy pada Rabu (4/12) kemarin, diketahui harga sejumlah bahan kebutuhan pokok relatif stabil, meski ada beberapa komoditas harganya naik dan ada juga yang turun.

Bahan pokok yang harganya relatif naik seperti daging ayam, telur, gula, bawang merah, dan tomat. Untuk harga daging ayam beberapa pekan lalu rerata Rp26.000/kg menjadi Rp32.000/kg, telur dari yang biasanya Rp1.100/butir menjadi Rp1.400/butir.

Kemudian bawang merah yang sebelumnya Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg, dan tomat sebelumnya rata-rata Rp3.000/kg menjadi Rp8.000/kg. Sedangkan gula pasir naik dari Rp12.000/kg menjadi Rp13.000/kg.

Para pedagang Pusat Pasar Medan menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan unek-uneknya kepada Gubernur Sumut, seperti uang parkir yang mahal untuk bongkar muat barang, masalah kerapian hingga harga yang mahal dari distributor.

“Banyak pedagang yang mengeluhkan harga bahan kebutuhan pokok ini sudah mahal dari distributor. Pusat Pasar sangat tidak nyaman, harusnya Pusat Pasar itu bisa membuat orang nyaman berbelanja, kalau begini siapa yang lama-lama tahan di sini,” terang Edy.

Menurut Edy, kenaikan harga telur memang sudah diprediksi, karena menurunnya minat masyarakat terhadap ikan.

Pedagang ikan di Pusat Pasar, Tetty Simbolon, yang kiosnya didatangi Edy dan rombongan mengeluhkan sepinya pembeli dan menurunnya pendapatan, dampak pembuangan bangkai babi ke sungai. Bahkan, penurunan penjualan ikan mencapai 70%.

“Padahal ikan itu asalnya dari tengah laut, bangkai babi-babi itu paling cuma sampai pantai. Isu ikan kena bangkai babi itu hoaks,” ungkapnya.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan adalah bawang putih, biasanya rerata Rp35.000/kg menjadi Rp28.000/kg, cabai merah yang sebelumnya Rp30.000/kg menjadi Rp24.000/kg. Cabai rawit yang sebelumnya Rp30.000/kg menjadi Rp25.000/kg, sedangkan daging sapi stabil di harga Rp110.000/kg.

Usai meninjau Pusat Pasar Medan, Edy dan rombongan menuju Gudang Bulog Divre Sumut di Jalan Mustafa untuk mengetahui ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Saat ini Bulog memiliki stok 53.384 ton beras dan 53,8 ton daging kerbau beku.

“Stok cukup untuk 3 sampai 4 bulan ke depan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal beras dan daging, belum lagi yang dari petani. Kita juga sudah menyerap 7.000 ton beras dari petani, belum termasuk beras dari pengusaha,” sebut Kepala Bulog Divre Sumut, Arwakhudin.