Popular Post

Total Pengunjung

Kepulauan Aru Diguncang Gempat Magnitudo 4,5

Posted by On 05.33.00 with No comments

digtara.com | AMBON – Wilayah Kepulauan Aru, Provinsi Maluku diguncang gempa bermagnitudo 4,5, Rabu (25/12/2019) malam.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Karang Panjang Ambon, gempa disebut terjadi tepat pukul 22:28:00 WIT.

Pusat gempa berada di koordinat 5.48 LS-133.77 BT atau sekitar 59 km Barat Laut Kota Dobo-Kepulauan Aru, dan 115 km Timur Kota Tual. Pusat gempa berada pada kedalaman 80 km.

[caption id="attachment_41704" align="aligncenter" width="1273"]Kepulauan Aru Diguncang Gempat Magnitudo 4,5 Data Gempa di Kepulauan Aru (BMKG Ambon)[/caption]

Gempa yang terjadi ini tidak berpotensi Tsunami. Namun getaran gempa cukup kuat dirasakan oleh warga kota Dobo. Namun hingga kini tidak ada laporan kerusakan maupun korban dari gempa.

[AS]
Waspada ! Cuaca Ekstrim Saat Libur Nataru

Posted by On 20.50.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrim dan hujan lebat pada periode libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kepala BMKG Dr. Dwikorita Karnawati mengemukakan, hingga periode Dasarian II Desember 2019, berdasarkan jumlah ZOM, 74% wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan.

“Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat dan Papua umumnya hujan terjadi dimulai pada saat menjelang siang hingga sore hari,” kata Dwikorita dalam siaran persnya dari laman Setkab.

Bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan, Dwikorita mengingatkan perlunya mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Pada periode 23 – 28 Desember 2019, gelombang setinggi 1.25 – 2.5 meter (Moderate Sea) berpeluang terjadi di Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga P.Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan,

Laut Sawu bagian Selatan, PerairanSelatan P. Sawu hingga P. Rotte, Samudera Hindia barat Sumatra, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas – Kep. Natuna, Laut Natuna, Perairan timur Bintan hingga Lingga, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe – Talaud, Laut Maluku, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua.

“Sementara untuk tanggal 27 – 28 Desember 2019 terjadi peningkatan gelombang laut setinggi 2,5-4 meter di Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Sumbawa, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Sumba dan Laut Natuna Utara,” tambah Dwikorita.

Dwikorita menambahkan, selama periode Posko Natal dan Tahun Baru, lanjut Dwikorita, BMKG pun turut berperan aktif dalam kegiatan Posko NATARU Nasional di Kementerian Perhubungan, ASDP Pelabuhan Merak, 34 UPT Propinsi, Posko gabungan di 13 Pelabuhan dan 96 Bandara.

Informasi cuaca khusus yang terkait posko *NATARU 2019/2020* dapat diakses melalui kanal-kanal informasi resmi BMKG, baik melalui media sosial, media elektronik, hotline informasi, dan media lainnya.

Dwikorita mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi:

a. Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh.

b. Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir.

c. Waspada kenaikan tinggi gelombang.

d. Menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui: call center 021-6546318; Follow twitter @infobmkg; aplikasi iOS dan android “Info BMKG”; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Peristiwa Bencana Alam di Indonesia Selama 2019

Posted by On 20.30.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di Indonesia (per tanggal 23 Desember) sepanjang tahun 2019.

Kepala Pusat Data Informasi dan komunikasi Kebencanaan, BNPB, Agus Wibowo, dalam rilisnya kepada pers, Selasa (24/12/2019) menguraikan, bahwa jumlah kejadian bencana di Indonesia selama tahun 2019 sebanyak 3.721 kali. Yakni terdiri dari 1.339 kali puting beliung, 746 Kebkaran Hutan (Karhutla), 757 kali banjir, 702 kali tanah longsor, 123 kali kekeringan, 29 kali gempabumi, 18 kali gelombang pasang/abrasi dan 7 kali letusan gunung api.

Sementara, jumlah korban akibat bencana tercatat 477 orang meninggal, 109 orang hilang, 3.415 orang luka-luka dan 6.111.901 orang menderita dan mengungsi.

Sedangkan kerusakan rumah akibat bencana sebanyak 72.992 unit. Tediri dari 15.747 unit rusak berat, 14.519 unit rusak sedang, dan 42.726 rusak ringan.

Kerusakan fasilitas akibat bencana sebanyak 2.011 unit. Terdiri dari 1.119 fasilitas pendidikan, 681 fasilitas peribadatan dan 211 fasilitas kesehatan.

Diakhir rilis itu Agus Wibowo juga merinci jumlah kerusakan kantor akibat berncana sebanyak 270 unit dan jembatan sebanyak 437 unit.
Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Kairatu Maluku

Posted by On 22.53.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Gempa berkekuatan magnitudo 2,9 mengguncang Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Senin (23/12/2019) sekira pukul 11.32 WIB.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di titik koordinat 3.35 Lintang Selatan dan 128.38 Bujur Timur. Pusat gempa berada di 3 kilometer arah timur Kairatu, Maluku pada kedalaman 10 kilometer.

#Gempa Mag:2.9, 23-Des-19 11:32:23 WIB, Lok:3.35 LS, 128.38 BT (Pusat gempa berada di darat 3 km timur Kairatu), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) II Kairatu-SBB #BMKG

BMKG Melaporkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tetapi belum diketahui ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut.
Gempa 5.0 Guncang Kepulauan Aru Maluku

Posted by On 03.48.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,0 menguncang Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Sabtu (21/12/2019) malam,

Gempa terjadi sekitar pukul 20:25 menit WIT. Gempa cukup kuat dirasakan warga sekitar Kota Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru.

Data dari BMKG Ambon, menyebutkan pusat gempa berada terjadi di koordinat 5.08 LS-133.91 BT. Di wilayah perairan sekitar 84 km Baratlaut Dobo Kepulauan Aru. Atau sekitar 143 kilometer Timur laut dari Kota Tual Maluku Tenggara, pada kedalaman 15 kilometer.

[caption id="attachment_41289" align="aligncenter" width="700"]Gempa 5.0 Guncang Kepulauan Aru Maluku Infografis Gempa Kepulauan Aru (BMKG)[/caption]

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun warga tetap diminya tenang, dan terus memantau informasi dari BMKG, maupun pihak terkait. Hingga kini belum ada laporan  kerusakan maupun korban dari gempa tersebut.

[AS]
Gempa 4,4 Magnitudo Guncang Kepulauan Banda Maluku

Posted by On 20.11.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Gempa Bumi kembali menguncang wilayah provinsi Maluku pada Jumat (20/12/2019) pagi.

Gempa dengan berkekuatan Mganitudo 4,4 SR, menguncang wilayah kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

Dari data BMKG Ambon, Gempa tersebut berada pada 5.81 LS-128.69 BT (195 km Baratdaya Banda-MALTENG, dan 231 km Baratlaut Tepa-MBD) dengan kedalaman 321 km.

Meski demikian gempa tidak berpotensi Tsunami. Tidak ada laporan kerusakan akibat gempat tersebut, namun warga diminta tetap tenang, meski wilayah itu sempa tiga kali diguncang gempa susulan sejak tadi malam.
Gempa M=6,8 Guncang Wilayah Sulawesi Utara

Posted by On 01.08.00 with No comments

digtara.com | MANADO - Berdasarkan data BMKG terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,9 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 6,8 mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Minggu (15/12/2019).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.64 Lintang Utara dan 125.24 Bujur Timur , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 334 km arah Barat Laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 37 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal di wilayah Mindanao.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser mendatar (Strike Slip Fault)," ujar Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Sangihe II - III skala Modified Mercalli Intensity (MMI) atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami," kata Mengko.

"Pusat gempa bumi di darat, di pulau Mindanao," tambah Mengko.

Meski episenter terletak di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, namun masyarakat tidak merasakan adanya gempa. "Di Melonguane tidak terasa," kata Sigfried Panaha, warga setempat.

Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, gempa tersebut turut dirasakan. "Terasa I-II MMI," ujar Rivo Pudihang, warga Sangihe

Getaran gempa juga terasa di Miangas, Pulau yang berdekatan dengan Filipina, sebagaimana disampaikan oleh Syamsul Ma'arif, warga setempat yang mengatakan Miangas terasa sedikit goyangan. "Situasi aman, tidak berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat," ujarnya

Lebih lanjut Mengko mengatakan bahwa hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat Mengko menghimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkas Mengko.