Popular Post

Total Pengunjung

Pemprov Maluku Optimis Operasional Garuda Rute Ambon-Denpasar Dorong
Kunjungan Wisman

Posted by On 05.16.00 with No comments

digtara.com| AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku optimis, pembukaan rute penerbangan Ambon-Denpasar akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah mereka.

Maskapai Garuda Indonesia membuka rute penerbangan langsung Ambon-Denpasar dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen dengan kapasitas 96 penumpang. Terdiri dari 12 penumpang bisnis, dan 84 penumpang kelas ekonomi.

Pencanangan penerbangan perdana rute Ambon-Denpasar itu, ditandai dengan penyambutan pendaratan pesawat Garuda Indonesia. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Ngurah Rai Denpasar dan mendarat di Bandara Pattimura, Ambon, Minggu (22/12/2019).

Pendaratan perdana pesawat Garuda dari Denpasar (Bali) yang berlangsung mulus itu, disambut oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang. Kasrul didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Lutfi Rumbia, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Iwan Asikin, dan Station Manager Garuda Indonesia Bandara Pattimura Ambon, Idham.

"Efektifnya, nanti tiga kali dalam satu minggu. Yakni setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu," jelas Idham, Station Manager Garuda Indonesia Bandara Pattimura Ambon.

Untuk jadwal penerbangannya, sebut Idham,  penerbangan Garuda dari Denpasar tiba di Ambon pukul 16.25 WIT. Pesawat yang sama akan kembali berangkat dari Ambon menuju Denpasar pada pukul 17.10 WIT.

Diharapkannya, dengan pembukaan rute baru tersebut, akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun domestik ke Provinsi Maluku.

Sementara itu, Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang, mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan terima kasih kepada pihak maskapai Garuda Indonesia yang telah membuka rute baru Ambon-Denpasar.

Menurut Sekda, pembukaan rute baru tersebut tentunya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata di Maluku.

Sebagaimana diketahui, sebut Sekda, hingga saat ini Bandara Ngurah Rai masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Sekitar 70 persen kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, masuk melalui bandara di Denpasar, Bali, tersebut.

"Kalau selama ini alternatif kunjungannya hanya Denpasar, yah bisa saja dengan adanya rute baru ini, Maluku bisa menjadi alternatif wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara untuk datang ke Maluku," harap Sekda.
SIAPKAN PAKET WISATA

Untuk menyambut peluang pasar tersebut, kata Sekda,  Dinas Pariwisata bersama biro perjalanan dan hotel sudah harus siap dengan pelbagai paket-paket wisata untuk menyambut wisatawan yang akan berkunjung ke Maluku.

"Kita sesuaikan jadwal rute Ambon-Denpasar, jika wisatawan tiba hari Selasa dan kembali hari Kamis atau Sabtu, kira-kira paket wisata yang menarik yang akan kita suguhkan kepada mereka apa saja? Paket wisata yang menarik, akan dapat meningkatkan jumlah kunjungan," jelas Sekda.

Dirinya berharap, moment ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku pariwisata di Maluku, untuk pengembangan dunia usahanya, melalui menyediaan paket-paket wisata yang menarik.

"Kepada semua pihak, khususnya stakeholder pariwisata mari kita jemput kesempatan ini untuk kemajuan pariwisata daerah ini," tandas Sekda.
INSENTIF WISATA

Plt. Kadis Pariwisata, Provinsi Maluku, Iwan Asikin mengatakan, pihaknya telah berupaya menginisiasi kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Ngurah Rai sejak keikutsertaan di Bali Beyond Travel Fair (BBTF) yang dilaksanakan setiap tahun.

Dalam event pameran tersebut, buyer dari berbagai negara sangat antusias untuk mengetahui dan menjual paket wisata ke Maluku.

Menurutnya, penerbangan dengan pesawat Garuda ini menjadi menarik karena Garuda menggratiskan barang bagasi, terutama peralatan diving (selam) yang selama ini kebanyakan dibawa oleh wisman ke Maluku.

'Insentif-insentif seperti ini tentunya semakin menarik wisman menggunakan Garuda mengunjungi destinasi wisata selam yang banyak terdapat di Maluku," kata Asikin.

[AS]
Pengusaha Senang Dirut Garuda Dipecat

Posted by On 19.05.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA – Pengusaha hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengaku senang dengan kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara

Mereka mengapresiasi langkah tersebut karena selama ini Ari Askhara dianggap menghambat mereka mendistribusikan minyak jenis avtur karena dianggap sebagai competitor. Selain itu, harga tiket yang mahal merupakan permasalahan yang paling utama.

"Kami sesalkan saja kok ada upaya yang membuat kompetitif dipersulit. Terus terang kami dengan adanya pergantian direksi Garuda ini, saya sebagai Ketua PHRI di sektor pariwisata, gembira banget,"ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani seperti dilansir Kontan, Sabtu (7/12/2019).

"Dia (Ari Askhara) mendikte pasar, sampai Traveloka dipencet sama dia, itu enggak fair lah," lanjutnya.

Haryadi mengatakan, upaya Ari Askhara di Garuda Indonesia justru membuat persaingan tak kompetitif. Akibatnya justru merugikan masyarakat. Tak hanya harga jual tiket yang jadi melonjak, harga pengiriman barang melalui jasa kargo jadi mahal.

Seperti diketahui harga tiket pesawat sempat melonjak pada awal tahun. Hal tersebut berdampak kepada tingkat hunian hotel yang ikut anjlok.

"Mudah-mudahan ini titik kita membenahi semuanyalah. Karena ini bicaranya tidak hanya pariwisata, tapi berbicara pertumbuhan ekonomi kita juga. Bayangkan bukan hanya penumpang saja kena masalah, kargo pun kena," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bakal memberhentikan Dirut Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara. Pasalnya, dirut yang menjabat selama dua tahun tersebut diketahui telah melakukan penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda Brompton.

Sementara, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan hanya menjelaskan, pemilik motor dan sepeda tersebut merupakan karyawan on board dalam penerbangan dari Perancis ke Indonesia.

[AS]