Popular Post

Total Pengunjung

Harga Minyak Turun Lagi di Awal Pekan Ini

Posted by On 18.47.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Kamis (19/12) lalu menyentuh level tertinggi sejak akhir Mei 2019 Harga minyak turun lagi di awal pekan ini setelah.

Senin (23/12) pukul 7.22 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 60,42 per barel, turun 0,03% ketimbang posisi akhir pekan pada US$ 60,44 per barel.

Harga minyak ini sudah turun 1,24% ketimbang harga Kamis lalu. Penurunan lebih kecil tampak pada harga minyak brent, yakni 0,67% dalam dua hari perdagangan terakhir.

Harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2020 di ICE Futures pagi ini berada di US$ 66,09 per barel, turun tipis dari US$ 66,14 per barel pada akhir pekan lalu.

Kenaikan harga minyak ditenagai oleh meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Gencatan senjata dua konsumen terbesar minyak dunia ini berpotensi mengalirkan permintaan minyak pada tahun depan. "Fokus pasar masih berada pada perkembangan situasi dagang AS-China sepanjang pekan lalu," kata John Kilduff, partner Again Capital kepada Reuters.

Kamis pekan lalu, China mengumumkan daftar pengecualian tarif impor untuk enam produk minyak dan kimia dari AS. Kesepakatan dagang Amerika Utara lewat US-Mexico-Canada Agreement (USMCA) juga turut mengangkat harga minyak sepekan lalu. Kesepakatan ini pun telah rampung di parlemen pada hari Kamis.

Tapi, kenaikan harga minyak ini tertahan menjelang musim libur Natal dan tahun baru. "Harga sudah menguat cukup besar beberapa hari dan pelaku pasar mungkin tidak akan menahan posisi hingga libur," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group kepada Reuters.

Di akhir pekan, Baker Hughes Co melaporkan bahwa ada kenaikan jumlah rig beroperasi di AS. Ada tambahan 18 rig pada sepekan yang berakhir 20 Desember lalu. Sehingga ada total 685 rig beroperasi di AS yang merupakan level tertinggi sejak November.

Carsten Menke, analis Julius Baer mengatakan di akhir tahun pergerakan harga komoditas cenderung mendatar. "Mendekati 2020, komoditas akan diperdagangkan di kisaran terbatas," kata Menke.
Harga Minyak Semakin Mendekati US$60/Barel

Posted by On 18.36.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Menjelang akhir pekan ini, harga minyak terangkat potensi kesepakatan dagang antara AS dan China. Menurut sumber Reuters, AS dan China sepakat untuk mengurangi tarid dan menunda tarif baru yang dijadwalkan pada 15 Desember.

Ini merupakan bagian dari kesepakatan kedua negara dengan ekonomi terbesar tersebut. China juga menyepakati pembelian produk pertanian senilai US$ 50 miliar di tahun depan sebagai bagian dari kesepakatan.

Harga minyak makin mendekati US$ 60 per barel lagi. Jumat (13/12) pukul 7.26 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 59,55 per barel.

Harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini naik 0,62% ketimbang harga penutupan hari sebelumnya. Ini adalah kenaikan harga minyak di hari kedua. Kemarin, harga minyak WTI sudah naik 0,71%. Dalam dua hari, harga minyak naik 1,34%.

Harga minyak cenderung menguat dalam dua pekan ini. Pekan lalu, harga minyak terdongkrak sentimen positif penambahan volume pemangkasan produksi OPEC+ di kuartal pertama 2020.

"Semua pelaku pasar menunggu kesepakatan terjadi," kata Gene McGillian, vice president of market research Tradition Energy kepada Reuters.

Tapi, masih ada potensi penurunan harga minyak di tahun depan. International Energy Agency (IEA) meramalkan kenaikan tajam persediaan minyak global meski ada pemangkasan OPEC. Pasokan lebih ini berasal dari AS dan negara-negara non-OPEC lain.

"Meski harga menguat akibat Federal Reserve yang dovish dan pelemahan dolar, IEA menegaskan bahwa pasar minyak masih akan oversupply pada semester pertama 2020," kata Giovanni Staunovo, analis minyak UBS.
Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Posted by On 19.03.00 with No comments

digtara.com | NEW YORK - Perdagangan Kamis (5/12) Harga minyak dunia naik tipis. Meski OPEC dan mitranya merencanakan penurunan produksi terdalam dekade ini untuk mencegah kelebihan pasokan.

Minyak mentah Brent berjangka ditutup pada US$ 63,39 per barel, naik 39 sen atau 0,6%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di US$ 58,43 per barel, tidak berubah dari sesi sebelumnya. Setelah mencapai tertinggi sejak akhir September di awal sesi.

Panel menteri anggota kunci Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya yang dipimpin oleh Rusia, dikenal sebagai OPEC +, merekomendasikan penurunan produksi sebesar 500.000 barel per hari (bph) pada kuartal pertama 2020, menurut Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

OPEC + telah setuju untuk secara sukarela mengurangi pasokan sejak 2017 untuk melawan peningkatan produksi dari Amerika Serikat (AS), yang sekarang merupakan produsen top dunia.

Pembatasan pasokan 1,2 juta barel per hari ditetapkan akan berakhir pada bulan Maret. Pemotongan 1,7 juta barel per hari akan berjumlah 1,7% dari pasokan global.

Asal tahu, para menteri OPEC berkumpul pada hari Kamis di Wina dan OPEC + akan bertemu lagi pada hari Jumat untuk menyampaikan suara pada kesepakatan.

"Kami berada di ujung tombak menunggu untuk melihat apa pengumuman yang sebenarnya akan terjadi, jadi itu sebabnya naik turun," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.
Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3%

Posted by On 18.19.00 with No comments

digtara.com | NEW YORK - Perdagangan Rabu (4/12) kemarin Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3%. Di tengah ekspektasi bahwa organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan mitranya akan memperpanjang pembatasan produksi. Ditambah data produksi minyak Amerika Serikat (AS) menunjukkan penurunan besar.

Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent mengakhiri sesi naik US$ 2,31, atau 3,8%, mencapai US$ 63,14 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berakhir naik US$ 2,33, atau 4,2%, pada US$ 58,43 setelah menyentuh sesi tinggi US$ 58,66 per barel.

OPEC dan sekutu-sekutu termasuk Rusia atau OPEC +, dapat menyetujui pengurangan produksi minyak mentah lebih dalam ketika mereka bertemu di Wina pekan ini.

Menteri perminyakan Irak Thamer Ghadhban mengatakan kepada wartawan di Wina pada hari Selasa (3/12) bahwa "pemotongan lebih dalam lebih disukai oleh sejumlah anggota kunci".

Pada hari Rabu, Ghadhban mengatakan ia akan mendukung setidaknya memperpanjang pemotongan yang ada hingga akhir 2020.

"Kita harus memberikan sinyal positif kepada pasar dan bagi saya setidaknya kita harus menggulirkan perjanjian saat ini," katanya.

Sementara itu, Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak turun 4,9 juta barel dalam sepekan ke 29 November. Jauh dari prediksi analis yakni penurunan 1,7 juta barel.
Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Posted by On 20.03.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Menjelang pertemuan negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya membahas perpanjangan pembatasan produksi minyak. Harga minyak dunia merangkak naik pada perdagangan Rabu (4/12).

Mengutip Bloomberg, pukul 9.43 WIB, minyak Brent pengiriman Februari 2020 ke level US$ 61,18 per barel atau naik 0,59%. Setelah sesi sebelumnya turun 0,16%.

Senasib, minyak West Texas Intermediate (WTI) ke level US$ 56,41 per barel atau naik 0,55%. Setelah pada sesi sebelumnya naik 0,25%.

OPEC dan sekutu yang mencakup Rusia atau OPEC + sedang bersiap menyetujui pemangkasan produksi minyak mentah pekan ini.

Thamer Ghadhban, menteri perminyakan Irak, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa di Wina bahwa "pengurangan yang lebih dalam produksi minyak disetujui oleh sejumlah anggota kunci".

Tetapi masih ada beberapa keraguan di pasar mengenai apakah OPEC akan memangkas produksi lebih lanjut. Banyak analis hanya mengharapkan perpanjangan dari pemotongan yang ada saat ini.

"Kami ... berpikir OPEC dapat mengumumkan perpanjangan untuk memasok pengurangan untuk mencakup seluruh tahun 2020 daripada tiga hingga enam bulan yang menjadi faktor dalam pasar saat ini," tulis BNP Paribas Markets dalam sebuah catatan.

Asal tahu, anggota OPEC bertemu pada hari Kamis (5/12) dan kemudian pada hari Jumat (6/12) kelompok OPEC + bertemu. OPEC + telah membatasi pasokan minyak sejak 2017.
Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1%

Posted by On 20.27.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Perdagangan Senin (2/12/2019) harga minyak dunia naik lebih dari 1% . Terkerek tanda-tanda meningkatnya manufaktur di China, terlihat dari kenaikan permintaan bahan bakar.

Di samping itu, negara-negara pengekspor minyak (OPEC) mengisyaratkan melanjutkan penurunan produksi pada pertemuan pekan ini.

Melansir Bloomberg, pukul 09.45 WIB, minyak Brent pengiriman Februari 2020 ke US$ 61,29 per barel atau naik 1,32% dari sesi sebelumnya.

Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Januari 2020 ke US$ 56,09 per barel atau naik 1,67%.

Pada hari Jumat (29/11), minyak WTI turun 5,1% di tengah volume berkurang karena liburan Hari Thanksgiving minggu lalu sementara Brent jatuh 4,4%.

Harga jatuh di tengah kekhawatiran bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China, dua pengguna minyak terbesar dunia, akan terganggu oleh dukungan AS untuk para demonstran di Hong Kong.

Tetapi hari ini, minyak naik setelah aktivitas pabrik pada bulan November di China meningkat untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan karena meningkatnya permintaan domestik di tengah langkah-langkah stimulus pemerintah.

"Dengan harga terbuka, tetap didukung oleh aktivitas pabrik China yang tangguh dan mengejutkan dengan ekspektasi PMI ke depan," kata Stephen Innes, kepala analis pasar Asia di AxiTrader.

Harga juga didukung setelah menteri perminyakan Irak mengatakan pada hari Minggu bahwa OPEC dan mitranya akan mempertimbangkan untuk memperdalam pengurangan produksi minyak yang ada sekitar 400.000 barel per hari (bph) menjadi 1,6 juta bph.

Para menteri OPEC akan bertemu di Wina pada 5 Desember dan kelompok OPEC + yang lebih luas akan bertemu pada 6 Desember untuk membuat keputusan tentang perjanjian saat ini.
Pergerakan Sempit Harga Minyak Masih Berlanjut

Posted by On 17.43.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Pertengahan pekan ini. Rabu (27/11/2019) pukul 7.07 WIB pergerakan sempit harga minyak masih berlanjut. Harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 58,27 per barel, turun 0,24% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin.

Meski turun dalam sehari, harga minyak jenis light sweet ini masih naik 0,45% ketimbang posisi awal pekan. Pergerakan tipis-tipis harga minyak ini terjadi dalam satu bulan terakhir.

Joint Technical Committee OPEC akan bertemu di Wina, Austria pada 3 Desember, dua hari menjelang pertemuan OPEC pada 5 Desember yang diikuti dengan pembicaraan dengan sejumlah produsen minyak lain, termasuk Rusia.

American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan turun 516.000 barel pada pekan lalu. API juga melaporkan bahwa pasokan minyak mentah AS naik 3,64 juta barel pekan lalu. Sementara persediaan bensin naik 4,38 juta barel.

Phil Flynn, senior market analyst Price Futures Group mengatakan, pada umumnya, kondisi ekonomi berjalan baik. "Ada sedikit pergerakan pada kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China,, tapi pasar mencerminkan kekuatan di pasar saham dan optimisme secara umum," kata Flynn kepada Bloomberg.

Kesepakatan dagang antara AS-China yang hingga kini belum ada kabarnya masih ditunggu pasar. "Optimisme bahwa perang dagang setidaknya mereda menjadi penahan harga minyak tidak turun lebih rendah lagi," kata Carsten Fritsch, analis Commerzbank kepada Bloomberg.