Popular Post

Total Pengunjung

Panglima TNI-Kapolri Pastikan Natal di NTT Aman

Posted by On 21.06.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si memastikan perayaan natal 2019 dan tahun baru 2020 di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) aman dan damai.

TNI dan Polri didukung unsur masyarakat siap mengamankan seluruh kegiatan hari raya dan rumah ibadah. Kepastian ini disampaikan dua jenderal bintang empat ini saat berkunjung di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (22/12/2019).

Panglima TNI mengakui kalau kunjungan panglima TNI dan Kapolri untuk menyakinkan pengamanan Nataru di wilayah NTT sudah siap sehingga TNI dan Polri dapat memberikan rasa aman untuk melaksanakan natal dan tahun baru di wilayah NTT.

Selain itu ia mengatakan telah dilakukan briefing bersama anggota TNI dan Polri di Mapolda NTT.
Ia juga berpesan kepada jajaran anggota TNI dan Polri dalam pelayanan pengamanan Natal dan Tahun baru yang agar bersikap santun dengan masyarakat yang dilayani.

Kapolri Jenderal Idham Azis pada kesempatan yang sama mengakui untuk daerah yang Rawan di wilayah NTT telah dilakukan mappingoleh Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Hamidin bersama-sama dengan TNI, pemuda dan Ormas dan stekholder yang lain.

Mantan Kabareskrim Polri ini berharap, dengan kehadiran mereka dapat menambah motivasi bagi prajurit yang melaksanakan tugas dengan ikhlas sebagai bagian dari Ibadah, sehingga masyarakat di NTT dapat merayakan perayaan Natal dan Tahun baru serta berjalan aman damai dan tertib.

Dari Kupang NTT, Panglima TNI dan Kapolri melanjutkan kunjungan ke Manado Sulawesi Utara.
Di Manado, Kapolri melakukan kegiatan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), tokoh agama dan masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara serta pernyataan komitmen bersama natal dan tahun baru damai.

Kapolri bersama Panglima TNI juga dijadwalkan mengunjungi gereja Tersuci Maria, Gereja GMIM Jemaat Paulus dan melakukan tinjauan di Pos pelayanan Megamas Manado Sulawesi Utara.

Kunjungan dilakukan dalam rangka mengecek kesiapan pengamanan hari raya natal dan tahun baru di Provinsi NTT

Pucuk pimpinan TNI dan Polri ini juga mengunjungi beberapa gereja di Kupang untuk melihat langsung kesiapan petugas TNI-Polri dan memberikan motivasi kepada mereka.
Operator Listrik di NTT Tewas Tersengat Listrik

Posted by On 19.21.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Omrisius Nomleni (25) warga RT 09/RW 10 desa Haumenbaki Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas menggenaskan pada sabtu (14/12/2019) petang sekitar pukul 16.00 wita.

Ia tewas terkena strom listrik diatas tiang listrik saat memperbaiki jaringan listrik di RT 22/RW 11 dusun IV Desa Noebeba kecamatan Amanuban Barat Kabupaten TTS.

Kasus ini kemudian dilaporkan Peter Suat (29) pekerja pada PT Marobeni Elohim dan merupakan warga RT 21/RW 01 Dusun A Desa Tubuhue Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten TTS ke polisi di Polres TTS.

Jumat (13/12/2019), rekanan PLN yakni PT Marobeni Elohim memberitahukan kepada PLN untuk melakukan pekerjaan perapihan jaringan listrik jalur Nifukani sampai ke Haumenbaki Kabupaten TTS yang rencananya akan diresmikan pada Selasa (17/12/2019) mendatang.

Sabtu (14/12/2019) siang sekitar pukul 11.00 wita, PT Marobeni Elohim selaku rekanan PLN sedang melakukan perapihan jaringan listrik Niukani Kabupaten TTS.

Ditengah pekerjaan ini, tiba-tiba hujan turun dan para pekerja berhenti melakukan perapihan listrik dan berteduh dirumah korban Omrisius Nomleni sambil makan siang.

Pada pukul 13.00 wita, para pekerja kembali naik ke tiang listrik untuk melanjutkan pekerjaan.
Setelah pekerja meraba kabel untuk melepas skur darurat, tiba-tiba korban langsung kesetrum tanpa sempat berteriak.

Korban langsung tergantung dibawah kabel tiang listrik dengan pinggang yang terikat tali pengaman dengan posisi kaki diatas dan kepala dibawah dengan terbujur kaku dan hidung mengeluarkan darah.

Imanuel Frederikus Rengurato (22), staf teknik PLN mengatakan bahwa pada pukul 11.40 wita, ia sempat mengontrol pekerja dari PT Marobeni Elohim dan bertemu dengan salah satu pekerja sekaligus minta nomor handphone pekerja tersebut lalu ia pulang.

Pada pukul 13.20 wita, pihak PLN sempat menghubungi rekanan pekerja tersebut lewat telepon tapi tidak ada jawaban. Sekitar pukul 13.53 wita staf tehnik PLN memasukkan FCO dan setelah mendapat kabar ada yang terkena setrum pihak PLN kembali mencabut arus listrik jalur Nifukani sampai Haumenbaki tersebut.

Pada pukul 15.27 wita, Peter Suat yang juga teman kerja korban bersama teman yang lainya menuju Mapolres TTS untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kapolres TTS AKBP Aria Sandy, SIK melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH MH yang dikonfirmasi Sabtu (14/12/2019) mengakui kalau pihaknya masih melakukan identifikasi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi termasuk rekan kerja korban dan pihak PLN SoE Kabupaten TTS.

"Kita masih dalami kasus ini. Sejumlah saksi sudah kita periksa," tandasnya.