Popular Post

Total Pengunjung

Lagi Asyik Pesta Miras, Pelajar dan Kerabat Ketua DPRD Kupang Diamankan

Posted by On 04.43.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Lima orang remaja paruh baya diamankan polisi saat patroli malam hari, Sabtu (13/12/2019). Kelima remaja ini sedang mabuk usai mengkonsumsi minuman keras di depan SMPN 3 kota Kupang Kelurahan Naikolan Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Tidak hanya mabuk, kelima remaja ini juga melakukan aksi palak dengan meminta uang kepada warga yang melintas dikawasan tersebut. Saat diamankan, tiga dari lima remaja ini masih mengenakan pakaian seragam.

Kelima remaja yang diamankan dan dibawa ke Mapolres Kupang Kota masing-masing Meldon Baeneo (18), siswa SMK Kristen 1 Kota Kupang dan tinggal di Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Aldi Loudoe (17) siswa SMAN 2 Kota Kupang dan tinggal di Oetona Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja Kota Kupang. Ia merupakan kerabat Ketua DPRD Kota Kupang, Yeheskiel Loudoe.

Selanjutnya, Petra Anggi (17), warga Kelurahan Kuanino Kecamatan Kota Raja Kota Kupang dan juga siswa SMK Kristen I Kota Kupang. Ikut pula diamankan Aldi Lehilaka (19), mahasiswa semester III jurusan Elektro Politeknik Negeri Kupang serta Antonius Floriherto Leonardo Elanor (18) warga Jalan Palem 12 Kelurahan Oepura Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Aldi Loudoe mengaku kalau saat itu ia hendak ke lokasi gunting rambut dan bertemu rekannya yang sedang menikmati minuman keras lalu diamankan polisi.

"Saya tidak minum. Saya mau ke tempat gunting rambut," ujar Aldi yang mengaku sebagai cucu ketua DPRD Kota Kupang.

Sementara Antonius Floriberto Leonardo Elanor mengaku kalau mereka mengkonsumsi minuman keras beberapa botol. Ia mengaku diajak rekannya. Saat itu ada belasan pelajar yang menikmati minuman keras hingga mabuk. "Ada 10 orang kawan yang kabur saat polisi datang," ujarnya.

Saat diamankan, beberapa pelajar tingkat SMA yang juga mengenakan seragam Pramuka masih belum sadar akibat pengaruh alkohol. Bahkan, satu di antara pelaku memuntahkan miras yang dikonsumsi di Mapolres Kupang Kota.

Di Mapolres Kupang Kota para pelajar dan mahasiswa yang terciduk polisi ini diberikan pembinaan.

Kaur Bin Ops sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana SH di Mapolres Kupang Kota, Minggu (15/12/2019) mengaku kalau penangkapan pelajar mabuk dan melakukan aksi premanisme ini merupakan bagian dari operasi penyakit masyarakat yang dilakukan Polres Kupang Kota.

"Kita bina mereka dan kita panggil orang tuanya. Mereka membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan kita pulangkan," tandasnya.
Diduga Mabuk Berat, Pengemudi Mobil Avanza Terjun Bebas

Posted by On 21.01.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Kecelakaan lalu lintas karena kelalaian dan sikap kurang hati-hati pengendara terjadi lagi di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebuah mobil terjun bebas pada Rabu (11/12/2019) pagi sekitar pukul 05.30 Wita di Jalan Piet Tallo, Kelurahan Oesapa Selatan Kecamatan kelapa Lima Kota Kupang Kecelakaan melibatkan mobil jenis avansa warna putih nomor polisi DH 1745 DD dikendarai Erick Martinus, warga Kota Kupang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun mobil yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah. Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan kalau kasus kecelakaan lalu lintas ini berawal dari mobil avanza yang dikendarai Erick Marthinus seorang diri bergerak dari arah jembatan Liliba.

Mobil melaju dengan tujuan ke arah Kelurahan Penfui Kecamatan Maulafa Kota Kupang dengan kecepatan tinggi.

Diduga pengendara dalam keadaan mabuk dan masih mengantuk. Setibanya di tempat kejadian perkara persis di depan kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, pengendara mobil hilang kendali dan mobil pun keluar jalur.

Mobil terbang bebas ke luar jalan dan mobil pun terperosok. Setelah kejadian tersebut, pengendara kendaraan melarikan diri meninggalkan kendaraannya.

Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Rocky Junasmi, SIK MH yang dikonfirmasi dikantornya, Rabu (11/12/2019) mengakui kalau penyidik unit Laka Sat Lantas Polres Kupang Kota langsung ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Kita evakuasi kendaraan yang terlibat dan kita amankan di kantor Sat Lantas Polres Kupang Kota," tandas mantan Kasat Lantas Polres Manggarai Polda NTT.

Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah pihak sebagai saksi kasus ini.
Seorang Pemabuk Ditemukan Tewas dalam Kebun

Posted by On 20.24.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Seorang pria yang baru mengkonsimsi minuman keras ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun milik warga.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (8/12/2019) pagi sekitar pukul 05.30 wita di kebun Hausisi di RT 002/RW 001, Dusun 1, Desa Kotabes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban yang ditemukan meninggal teridentifikasi bernama Tofilus Nome (58), warga RT 003/RW 0O2, Dusun I, Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan kalau pada Minggu (8/12/2019) pagi sekitar pukul 05.30 wita, Romanis Rameh (40) warga RT 002/RW 001, Dusun I, Desa Kotabes, Kecamatam Amarasi Kabupaten Kupang hendak ke kebun sayur milik Paulus Rassi.

Saat tiba di lokasi kejadian, Romanis Rameh memanggil korban secara berulang-ulang kali namun korban tidak bersuara. Romanis Rameh kaget melihat korban sementara tergeletak di bawah pohon pepaya didalam kebun.

Romanis pun langsung lari menuju ke rumah serta menginformasikan kepada Paulus Rassi dan keluarga lainnya.  Romanis mewakili keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi di Polsek Amarasi Polres Kupang.

Kapolsek Amarasi Polres Kupang Ipda George Christian yang dikonfirmasi Minggu (8/12/2019) petang mengakui kalau pihaknya langsung ke lokasi kejadian melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui kalau korban selama seminggu terakhir sering minum minuman beralkohol.

"Korban pada hari Kamis (5/12/2019) masih ditemukan oleh Romanis dan Paulus Rassi dalam keadaan mabuk dan sedang tidur di rumah Kebun dekat dengan tempat kejadian perkara," tandas Kapolsek Amarasi.
Tabrakan di Kampus Undana, Seorang Mahasiswa Sekarat Ditabrak Pemabuk

Posted by On 20.39.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Nugraha Hermanus (21), mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekarat dan mengalami luka-luka. Warga RT 018/RW 06 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo Kota Kupang mengalami kecelakaan lalu lintas.

Ia mengalami luka robek di mata kanan, pipi bengkak, gigi depan terdorong kedalam dan bengkak pada mulut serta tidak sadarkan diri. Ia mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Komplek kampus Undana Kupang, Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang tepat nya di dekat Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang.

Sepeda motor honda supra X 125 nomor polisi DH 2995 HZ yang dikendarai seorang diri bertabrakan dengan sepeda motor yamaha mio soul nomor polisi DH 4432 KG. Sepeda motor yamaha mio soul nomor polisi DH 4432 KG dikendarai Welem Lakapu (40) warga Keluraha Lasiana. Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Welem Lakapu pun mengalami luka robek di kelingking tangan kiri dan luka lecet pada lutut kaki kanan. Welem Lakapu sesuai keterangan dari Kasat Lantas Polres Kupang Kota, Iptu Rocky Junasmi, SIK MH yang dikonfirmasi di kantornya, Senin (2/12/2019) mengakui sedang dalam keadaan mabuk karena konsumsi minuman keras sebelum mengendarai kendaraannya.
Kasus ini berawal saat sepeda motor yamaha mio soul nomor polisi FH 4432 KG bergerak dari arah Fakultas Hukum Undana hendak keluar menuju pintu gerbang kampus Undana Kupang.

Sepeda motor tersebut bergerak dibagian kanan jalan sehingga bertabrakan dengan sepeda motor honda Supra X 125 Yang bergerak dari arah berlawanan

"Penyebab kecelakaan karena kelalaian pengendara sepeda motor yamaha mio yang bergerak mengambil jalur jalan sebelah kanan dan dalam kondisi mabuk," ujar Kasat Polres Kupang Kota, Iptu Rocky Junasmi, SIK MH.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti sepeda motor yang terlibat kecelakaan ini.

"Kita periksa masing-masing pihak dan mahasiswa masih dirawat di rumah sakit," tandas mantan Kasat Lantas Polres Manggarai Polda NTT ini.