Popular Post

Total Pengunjung

Selain di Sungai Bederah, Belasan Bangkai Babi Juga Hanyut di Sungai
Babura

Posted by On 01.49.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Babura, Kota Medan, mulai resah. Itu dikarenakan mulai ditemukannya bangkai babi di aliran sungai yang melintas di sekitar pemukiman mereka.

Setidaknya 15 ekor bangkai babi sudah ditemukan warga. Ada yang melintas ada pula yang tersangkut di pinggir sungai.

"Yang saya lihat langsung saja tadi pagi ada tiga ekor bangkai babi yang menyangkut di pinggir sungai. Sudah sejak semalam ada bangkai babi yang ditemukan warga,"ujar Siti Ramlah, warga Jalan Karya Utama, Polonia, Medan, Jumat (8/11/2019).

Warga resah, sebut Siti Ramlah, karena bangkai babi itu menimbulkan aroma tidak sedap. Bangkai babi juga mengkontaminasi air sungai, yang sebagian warga jadikan sebagai sumber air untuk kebutuhan hari mereka.

"Udah salah ini, kenapalah dibuang ke sungai, kan pencemaran sungai jadinya. Maunya kalau mati, ya dibakar. Baunya itu kami enggak tahan," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara mencatat ada 11 Kabupaten/Kota yang terkena wabah virus hog cholera yaitu Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir.

Dari 11 kabupaten/kota tersebut sebanyak 4.682 ekor babi dilaporkan mati akibat virus ini. Hingga kini, Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah berupaya keras untuk menangani masalah tersebut.

[AS]
Heboh Bangkai Babi di Sungai Bedera, Ini Kata Edy Rahmayadi

Posted by On 06.50.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengomentari kehebohan warga, pasca-penemuan ratusan ekor bangkai babi di aliran Sungai Bedera, yang melintasi wilayah utara Kota Medan, sejak Sabtu pekan lalu.

Menurut Edy, penemuan bangkai babi yang hanyut di aliran sungai, bukan baru kali ini. Ia bahkan pernah melihat langsung bangkai babi hanyut ketika meninjau aliran sungai di pinggiran Medan.

"Bukan baru satu kali ini bangkai babi itu lewat. Saat saya masuk ke sungai Babura, itu juga sudah ada bangkai babi lewat," ujarnya Selasa (5/10/2019).

Bukan itu bangkai babi, Edy pun pernah banyak bangkai lainnya yang sengaja dibuang ke sungai. Seperti ayam, bahkan kambing.

Edy pun sangat menyesalkan adanya tindakan tersebut. Karena akan ikut mencemari sungai. Terlebih saat ini ia sedang menggalakkan upaya pembersihan sungai dan daerah aliran sungai (DAS).

"Ini yang kita imbau, jangan pernah ada lagi masyarakat yang membuang sampah ke sungai, apalagi bangkai hewan," tegasnya.

Bila ini masih terus berlanjut, tidak tertutup kemungkinan ia akan mengeluarkan kebijakan khusus untuk menindak mereka yang kedapatan membuang sampah ke sungai, termasuk bangkai hewan.

Dua hari ini warga Medan dihebohkan dengan penemuan sejumlah bangkai babi. Informasi yang dihimpun di lapangan, bangkai babi setidaknya ditemukan di empat lokasi.

Yakni Sungai Babura, Sungai Bederah, obyek wisata Danau Siombak dan TPA Terjun. Sejumlah warga yang bermukim di Sungai Bederah bahkan mengaku sudah melihat ratusan bangkai babi hanyut di sungai tersebut.

Camat Medan Marelan M. Yunus membenarkan hal itu. Pihaknya pun memantau ada ratusan bangkai babi hanyut di Sungai Bederah. Dia sudah membentuk tim untuk mengintai siapa pelakunya dan dan akan segera melaporkannya ke polisi bagi pelaku yang kedapatan.

[AS]