Popular Post

Total Pengunjung

Usai ML dengan Pemandu Karaoke, Pria Ini Tewas di Kamar Hotel

Posted by On 01.03.00 with No comments

digtara.com | JAMBI - Usai making love (ML) dengan pemandu karaoke, seorang pria berinisial S (44) ditemukan tewas di sebuah kamar Hotel Abadi Suite, di kawasan Pasar, Kota Jambi, Minggu (15/12/2019). Korban diduga kena serangan jantung.

Tim identifikasi Polresta Jambi pun langsung melakukan tugasnya untuk mengungkapkan tabir kematiannya. Wakasat Reskrim Polresta Jambi, Iptu Irwan saat dihubungi tidak menampik adanya kejadiannya tersebut.

"Memang ada penemuan mayat tersebut. Ya, tapi sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum," ungkap Irwan singkat.

Dia menegaskan, kasus tersebut saat ini sedang ditangani Polsek Pasar Kota Jambi. Dari informasi yang dihimpun, mayat tersebut merupakan sosok pria berinisial S (44), warga Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Kronologis kejadiannya, bermula pada Sabtu malam kemarin korban bersama rekannya F, M dan P menghibur diri dengan berkaraoke di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Selincah, Paalmerah hingga pukul 01.00 WIB, Minggu dini hari.

Tidak sampai di situ, korban mengajak salah seorang pemandu karaoke berinisial M untuk menginap di Hotel Abadi. Ternyata, keduanya diduga sempat melakukan hubungan intim. Namun, usai melakukan hubungan intim tersebut korban merasakan pusing hingga merintih di atas pembaringan.

Kemudian, pada Minggu paginya sekitar pukul 06.00 WIB, ketika M bangun dari tidur melihat kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi.

Sementara Kapolsek Pasar, AKP Indra ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan dan visum guna memastikan penyebab kematian.

"Nanti ya, kita tunggu hasil visum dulu. Tetapi untuk sementara penyebab kematian diduga serangan jantung. Untuk lebih pastinya nanti saya koordinasi dengan dokter RS Bhayangkara," tandas Indra.
Mayat Perempuan Sedang Hamil Ditemukan Telanjang

Posted by On 01.34.00 with No comments

digtara.com | BOJONEGORO - Pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan Aidatul Izah (20) yang mayatnya dibuang dengan kondisi telanjang di saluran irigasi wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pelaku Andris Nova Setiawan mengaku nekat menghabisi nyawa kekasihnya karena meminta pertanggungjawaban akibat tengah hamil 24 minggu yang menyebabkan pelaku hilang kesabaran.

Berdasarkan pengakuan pelaku keduanya beberapa kali melakukan hubungan badan hingga menyebabkan korban yang berstatus janda sampai hamil 24 minggu. Dari sanalah korban meminta pertanggungjawaban pelaku yang masih duduk di bangku kelas 3 SMK atas perbuatan yang sudah dilakukannya.

"Korban ini hamil 24 minggu. Pengakuan tersangka korban minta pertanggungjawaban dan sering minta uang," ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan.

Budi menambahkan, pelaku berhasil ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti - bukti yang ada, termasuk sidik jari yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

"Kita amankan pelaku di sebuah warung kopi Rabu malam pukul 17.30 WIB. Ini berdasarkan penyelidikan dan hasil sidik jari di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara)," lanjutnya.

Saat ditanya status pekerjaan tersangka, Budi membenarkan bila pelaku masih duduk di bangku SMK kelas 3 di salah satu SMK di Bojonegoro.

"Memang status tersangka masih pelajar kelas SMK kelas 3," tutur pria yang baru menjabat Kapolres Bojonegoro beberapa hari ini.

Sebelumnya sebuah jasad perempuan tanpa busana menggegerkan warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro pada Senin siang 25 November 2019 kemarin. Korban yang diketahui bernama Aidatul Izah (20) ditemukan tewas dalam kondisi tertelungkup dengan kondisi mengenaskan penuh luka di kepala dan wajah.
Geger ! Bocah SD Ditemukan Tewas Tanpa Kepala

Posted by On 00.25.00 with No comments

digtara.com | PALANGKARAYA – Ditemukan jasad bocah 12 tahun mengenaskan dalam kondisi tanpa kepala bikin geger warga Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Korban yang berstatus siswa kelas V sekolah dasar (SD) ditemukan tewas usai dilaporlan hilang selama empat hari.

Pembunuhan sadis tersebut terjadi di Desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, yang merupakan kawasan tambang emas. Kondisi korban dengan kepala dipenggal, ditemukan mengapung di aliran sungai tak jauh dari rumahnya.

Kronologi bermula saat korban tak kunjung pulang ke rumah pada Selasa 3 Desember 2019 lalu. Sehari kemudian, keluarga membuat laporan orang hilang di polsek setempat. Anggota bersama masyarakat setempat melakukan pencarian di sekitar desa tersebut namun tak membuahkan hasil.

Dua hari kemudian, saksi dari anggota keluarga menemukan mayat korban dalam kondisi mengenaskan di aliran sungai pada Jumat 6 Desember 2019 sore. Petugas yang menerima laporan kemudian mengevakuasi mayat dan melakukan proses identifikasi.

“Kondisi korban saat ditemukan cukup menyedihkan dan mengundang empati. Kepalanya tidak ada. Yang bersangkutan merupakan korban pembunuhan dan ini kasus ini kriminal murni,” ujar Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Senin (9/12/2019).

Ia menjelaskan, tim forensik yang mengidentifikasi korban mengungkap jika waktu kematiannya sekitar empat jam sebelum ditemukan. Polisi kemudian menyelidiki kasusnya dan menangkap seorang warga setempat terduga pelaku pembunuhan berinsial A.

“Untuk pelakunya sudah kami tangkap. Sementara motifnya masih didalami,” tandasnya.

Polisi hingga kini masih mencari dua alat bukti kasus tersebut. Alat bukti yang tercecer yakni berupa sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk membunuh dan kepala korban yang terpisah dari tubuhnya.[inews]
Geger ! Warga di SM Raja Temukan Mayat Busuk di Semakbelukar

Posted by On 01.03.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Mendadak geger warga yang tinggal di Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 pada Jumat (22/11/2019) pagi. Pasalnya, sesosok mayat pria ditemukan di semakbelukar tanah kosong.

Informasi dihimpun, mayat laki-laki tersebut diperkirakan berumur 60 tahun. Mayat itu dalam kondisi telah membusuk dengan mengenakan celana panjang jeans warna biru dan kaos putih-kebiruan. Sedangkan wajahnya ditutupi sarung kotak-kotak berwarna merah.

Penemuan mayat tersebut, spontan sempat menjadi tontonan warga sekitar sebelum petugas kepolisian datang dan membuat tali pembatas masuk. Warga berbondong-bondong datang untuk melihat langsung karena merasa penasaran.

"Sempat ramai warga yang datang untuk menengok. Bahkan, banyak juga pengendara yang berhenti karena penasaran melihat kerumunan," ujar Adi salah seorang warga di lokasi kepada wartawan.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi membenarkan ada temuan mayat pria di lokasi tersebut. Kata dia, mayat itu sudah dievakuasi dan saat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.

"Belum diketahui identitasnya, masih MR X. Sejauh ini belum ada tanda-tanda penganiayaan," sebutnya.
Warga Temukan Mayat Mengapung di Pesisir Pantai Ambon

Posted by On 21.24.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Warga dusun Erie desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe kota Ambon Maluku, Sabtu (2/11/2019)  pagi digegerkan dengan temuan mayat di Pesisir Pantai Ambon.


Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, pertama kali dilihat mengapung di pantai dusun Eri sekita pukul 08.00 WIT oleh Jekson Pea. Jekson yang sempat panik saat melihat mayat mengapung tersebut, langsung berteriak memanggil warga lainnnya, hingga lokasi temuan mayat ini dikerumuni banyak warga.


Warga yang dilokasi langsung melaporkan kejadian ini ke salah satu anggota Babinkantibmas Negeri Amahusu Brigpol Michael Pettilemonia. Petugas Bhabinkantibmas bersama anggota polsek Nusaniwe dan Tim Inavis Polres Ambon, langsung mengidentifikasi korban.


Dari hasil identifikasi petugas, korban merupakan warga sekitar Kecamatan Nusaniwe. Korban berusia 17 tahun dan tidak memiliki pekerjaan. “Nama korban Ardy Marchelinda Tehepuring, umur 17 tahun, warga negeri Seilale Anahu,“ ungkap kasubag Humas Polres Ambon , Ipda Izaac Leatemia.


Kepolisian menyimpulkan, korban diduga terjatuh sendiri di laut. Sebab kondisi korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan alami gangguan jiwa. “Korban memang secara psikologis mengalami gangguan Jiwa dan punya Riwayat Epilepsi menurut keterangan keluarga korban,“ tambahnya.


Usai mengindetifikasi korban dan memintai keterangan ke sejumlah saksi di lokasi kejadian, korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban juga menolak jenazahnya untuk diotopsi petugas.


“Pihak keluarga meminta agar jenazahnya tidak diotopsi dan Jenazah diminta dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan,“ pungkasnya.