Popular Post

Total Pengunjung

Warga Binjai Tanam Pohon Pisang di Jalan, Ini Penyebabnya...

Posted by On 21.58.00 with No comments

digtara.com | BINJAI - Puluhan warga Kelurahan Tangsi, Binjai, Sumatera Utara menanam sejumlah pohon pisang di tengah Jalan Aiptu Radiman, Senin (9/12/2019). Hal itu dilakukan warga karena kesal pemerintah daerah setempat ingkar janji memperbaiki jalan yang rusak parah.

Pohon-pohon pisang itu ditanam di dalam lubang yang ada di tengah jalan. Akibat dari aksi tersebut pengendara kendaraan bermotor terpaksa melambatkan laju kendaraan karena terhambat pohon pisang di tengah jalan.

Menurut warga, Pemerintah Kota Binjai berjanji akan memperbaiki jalan sebelum November 2019. Warga mengatakan hingga kini jalan tak kunjung diperbaiki.

Mereka mengatakan Jalan Aiptu Radiman rusak parah sejak dua tahun lalu. Di sepanjang jalan terdapat lubang-lubang besar sehingga mengancam keselamatan pengendara kendaraan bermotor. Menurut warga, kecelakaan akibat jalan rusak di kawasan tersebut sudah tak terhitung jumlahnya.

Selain itu kondisi jalan yang rusak menyebabkan debu berterbangan dan mengganggu kesehatan warga. Kondisi itu juga mengancam usaha warga yang berjualan makanan. Jalan tersebut semakin berbahaya saat hujan mengguyur yang menyebabkan kubangan di mana-mana.

Warga menolak membersihkan jalan dari pohon pisang sampai pemerintah turun memperbaiki jalan tersebut. “Kami blokir karena lubang-lubang ini menyebabkan banyak jatuh, Selain itu menyebabkan debu. Kami akan tetap blokir jalan sampai pemerintah menurunkan alat berat untuk perbaiki jalan,” ungkap warga bernama Iwan.

Saat ini pihak kepolisian sudah turun ke jalan untuk melakukan tindakan persuasif mengimbau warga menyingkirkan tanaman pisang. Namun warga tetap menolak sampai datang alat berat untuk memperbaiki jalan.[inews]
Judi Game Ikan di Binjai Obrak-abrik, Polisi Tangkap 11 Bandit

Posted by On 19.44.00 with No comments

digtara.com | BINJAI - Pihak Polres Binjai menggerebek lokasi judi game ikan yang berada di Jalan Husni Thamrin Kel. Pekan Binjai Kec. Binjai Kota. Kepolisian berhasil mengamankan 11 orang usai penggrebekan.

"Polisi mengamankan mulai dari penanggung jawab lokasi perjudian, dua wanita yang bertugas sebagai operator dan delapan orang pemain," sebut Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting.

Dia menjelaskan penggrebekan ini berawal dari laporan msyarakat yang resah akan keberadaan lokasi perjudian tersebut.

"Penggerebekan langsung dipimpin Kasat Reskrim AKP Wirhan Arif. Pelaku yang diamankan langsung diboyong ke Mapolres Binjai," sebut Siswanto.

Sedangkan barang bukti yang diperoleh dari lokasi itu berupa dua unit mesin Game Ikan, uang sebanyak Rp. 4.329.000, 36 kartu chip dan enam unit Hp.

"Barang bukti turut disita petugas,"pungkas Siswanto.
Astaga ! Uwak-uwak Ini Tewas Usai Oral Seks dengan Waria

Posted by On 16.41.00 with No comments

digtara.com | BINJAI  - Astaga ! ada seorang pria berinisial Ir (63) ditemukan meninggal dunia setelah melakukan oral sex dengan wanita pria (waria) di Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Korban oral seks ini warga Jalan Bantara Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, meninggal setelah melakukan oral sex dengan waria langganannya yang diketahui berinisial MY (45)

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Saat itu MY sedang menunggu pelanggan di sekitar lokasi Ir tewas.

"Korban memakai jasa MY untuk kegiatan oral sex dengan upah Rp 30.000," ujar Siswanto.

Pada saat melakukan hubungan oral sex, tiba-tiba korban kejang-kejang dan terjatuh.

"Melihat korban terjatuh, selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Binjai Timur. Korban meninggal dunia sekitar pukul 05.15 WIB," jelasnya.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Hasil olah TKP awal tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihak keluarga menolak dilakukan visum," tukas Siswanto.

Usai polisi melakukan olah TKP, korban langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan.