Popular Post

Total Pengunjung

Bupati Tapteng : Terobosan Makan Gratis Tiga Kali Sehari Bagi Keluarga
Pasien di RS, Gubsu Udah Buat Apa

Posted by On 16.15.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menuding kinerja Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani tidak memuaskan karena persoalan kemiskinan masih menjadi persoalan disana. Perang kata dan opini di media pun tak terhindarkan.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani pun mengkritik balik Gubernur yang hanya bisa cakap-cakap dan pencitraan. Ia menjelaskan, selama menjabat sebagai Bupati sejak Mei 2017, Pemerintah Tapteng sudah membuat beberapa terobosan diantaranya dengan memberikan makan gratis kepada keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit selama tiga kali dalam sehari.

Selain itu, Pembangunan di Tapteng sudah menghabiskan ratusan miliar tanpa bantuan anggaran APBD Pemprov Sumut. “Pertanyaannya, Gubsu dah buat apa untuk warga Sumut,” Tanya Bakhtiar dalam rekaman video yang beredar luas di Media Sosial, Kamis (19/12/2019).

Baca juga : 

Ia juga menambahkan Pemda Tapteng juga sudah merencanakan dan akan berjalan Perdes pada Januari 2020, bahwa barang siapa yang kedapatan menggunakan dan mengedarkan narkoba akan diusir dari kampung (Desa) dan Pemda juga sudah menutup serta menggusur 973 tempat maksiat yang sudah lama berdiri selama dua tahun ini. “Gubsu sudah buat apa? Apakah sudah ada diskotik dan tempat maksiat yang ditutup di Kota Medan,” kata Bupati.

Bakhtiar mengatakan Edy Rahmayadi suka emosional dalam menanggapi sesuatu dan hobi cakap-cakap serta pencitraan, namun dirinya menganggap itu hanya koreksi tapi alangkah lebih baik Gubernur datang kemari (Tapteng) melihat langsung.

“Kalau perlu Gubernur studi banding ke Tapteng tak perlu keluar negeri. Kalau dibilang Rakyat Tapteng miskin, saya Rakyat Tapteng ada duit dan banyak juga rakyat lainnya yang punya duit, jadi pak Edy jangan omong saja,” ujarnya.

Bakhtiar menuding mungkin Gubernur lupa bahwa Tapteng bagian dari Sumatera Utara, jadi harus dicarikan solusinya agar masyarakat disni sejahtera. Ia berprasangka baik bahwa ini bukan masalah pribadi karena saat pemilihan calon Gubernur saat itu, Edy kalah telak. “Semua tahu Edy kalah telak di Tapteng,” ucapnya.

(Put)
Gubsu Tuding Tapteng Miskin, Bupati : Pak Gubsu Hobinya Cakap dan
Pencitraan

Posted by On 08.14.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyebut masalah kemiskinan di Tapanuli Tengah masih menjadi persoalan dan menyinggung kinerja Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani dinilai tidak memuaskan.

Hal ini mendapat respon dari Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang menyebut Edy memang hobi cakap-cakap saja dan ia memakluminya. “Ya Gubernur terkadang emosional dan suka cakap-cakap, itulah yang perlu diubah Gubernur dalam memimpin Sumut. Bagi saya itu hanya koreksi,” katanya Rabu (18/12/2019).

Baktiar meminta cara komunikasi Gubernur perlu diperbaiki. “Saya ini juga rakyat Tapteng, ada duit saya, banyak juga orang Tapteng yang banyak duitnya. Mungkin Gubernur lupa bahwa Tapteng ini bagian dari Sumatera Utara,” ucapnya.

Kalau memang masyarakat Tapteng menurut Edy miskin, maka sebagai Gubernur seharusnya mencari solusi bagaimana supaya sejahtera. “Jadi jangan cakap-cakap saja dan ngomong-ngomong saja,” ulang Baktiar menepis tudingan Gubernur.

Mengulang pernyataan Gubernur yang menyatakan bahwa pada saat itu, Edy ke Tapteng akan melakukan kampanye pada saat ingin menjadi Gubsu, “Saya jawab bahwa pada saat itu  saya menjadi bupati 2017 bulan 5 sementara itu Edy datang ke Tapteng akhir 2017 atau awal 2018. Artinya saya baru menjawab sebagai Bupati. Saya berharap pernyataan Gubernur bukan karena sentimen pribadi dan saya yakin karena saat itu Edy kalah telak disini,” beber Bupati.

Bakhtiar memaparkan, selama menjadi Bupati sudah menutup tempat maksiat 973 tempat yang sudah puluhan tahun berdiri. Artinya Pemkab perduli terhadap nasib rakyat dan menyelamatkan generasi bangsa. “Saya Tanya, Gubernur sudah melakukan apa untuk rakyat Sumut, apakah sudah pernah juga menutup tempat maksiat di kota Medan, coba tunjukkan ke saya,” tagih Bakhtiar.