Popular Post

Total Pengunjung

Mengenal Halua, Manisan Cantik Khas Langkat

Posted by On 05.09.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Manisan buah ternyata bukan hanya jadi monopoli kabupaten Cianjur. Di daerah Langkat Sumatera Utara juga dikenal aneka manisan buah dan sayur yang disebut 'halua' atau 'halwa'. Manisan ini agak berbeda dengan manisan buah pada umumnya.

Bentuknya beragam dan bisa dirangkai menjadi bunga atau bentuk lain yang indah. Tidak hanya buah-buahan saja tetapi juga sayuran. Yang biasa dibuat halua antara lain pepaya, buah renda, pala atau kolang-kaling. Sayuran seperti pare, cabai, buncis, labu, terung dan asam gelugur juga lazim dibuat sayuran.

Pembuatannya cukup sederhana meskipun tetap diperlukan kesabaran. Yang penting diperhatikan adalah pemilihan buah dan sayur harus yang mengkal atau setengah masak. Agar saat dimasak tetap bagus tampilannya dan renyah rasanya.

Setelah buah dan sayur dicuci atau dibersihkan kemudian direndam dalam air yang diberi air kapur sirih. Beberapa jenis buah bisa direndam dalam air selama berhari-hari. Tujuannya agak teksturnya tetap keras atau renyah. Cabai, pepaya dan labu biasanya dipotong atau diukir lebih dahulu sebelum direbus.

Selanjutnya buah dan sayuran direbus sebentar dalam air mendidih. Cukup asal sayuran dan buah layu. Jika sudah tiris dan dingin, barulah sayuran dan buah ditusuki dengan jarum agar larutan gula mudah masuk ke dalam serat.

Air dan gula kadang ditambah pewarna makanan direbus hingga mendidih. Kemudian buah dan sayur dimasukkan ke dalam larutan gula ini dan direbus beberapa saat hingga meresap. Setelah ini barulah ditiriskan hingga kering. Proses pembuatannya berkisar 5 hari – 9 hari.

Tampilan warna-warna yang mengilap membuat manisan ini sangat menarik. Tentu saja rasa pare dan cabaipun jadi manis. Pepaya, buah renda dan kolang-kaling biasanya dirangkai menjadi kuntum bunga atau bentuk burung dan hiasan lainnya sehingga lebih menarik.

Manisan ini sebelum disajikan ditata cantik dalam bokor atau baki sehingga layak jadi suguhan tamu-tamu di hari istimewa. Halua juga jadi syarat untuk hantaran pengantin dan suguhan yang wajib dicicip saat pesta dan hari raya lebaran.

Halua tidak selalu dibuat sendiri karena di pasar tradisional yang besar juga banyak penjualnya. Atau bisa dipesan melalui toko dan perajin yang banyak di Medan. Harga jualnya juga bervariasi tergantunⁿp.60.000,00 – Rp. 90.000,00. Untuk manisan berukir atau berhias biasanya lebih mahal 8 rumit pembuatannya. Halua bisa tahan disimpan hingga 1 tahun karena lapisan gulanya berfungsi sebagai pengawet.

[AS]
Lemang Batok Nikmat Khas Tebing Tinggi Yang Sudah Ada Sejak 55 Tahun
Yang Lalu

Posted by On 20.19.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Siapa yang tidak mengenal lemang. Kuliner berbahan baku bahan pulut dan santan yang dibungkus daun pisang dan bambu serta dimasak dengan cara dibakar.

Namun, lemang kali ini berbeda rasanya dengan lemang lainnya. Ya.. Lemang batok khas tebing tinggi yang sudah ada sejak 55 tahun yang lalu. Kini, pengelolaan lemang tersebut dilakukan oleh keluarga generasi ke dua.

Lemang batok ini tak hanya dikenal di Sumatera Utara, tapi juga hingga ke beberapa negara asia seperti Malaysia, Cina, Korea dan Singapura.

Untuk memasak lemang batok, bahan tambahan yang digunakan yakni ramuan keluarga yang hingga saat ini tersimpan rapi. Tahap awal, pulut putih dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah dilapisi daun pisang, kemudian disusun diatas tungku api lalu santan kelapa yang sudah diperas dimasukkan ke dalam bambu tersebut dan siap untuk dibakar.

"Dalam satu hari biasanya dimasak hanya 300 batang. Namun, saat hari libur bisa memasak 1000 batang," ungkap Kepala dapur, Renaldi yang juga masih keluarga, Minggu (22/12/2019).

[caption id="attachment_41348" align="aligncenter" width="700"]Lemang Batok Nikmat Khas Tebing Tinggi Yang Sudah Ada Sejak 55 Tahun Yang Lalu Proses pemasakan lemang batok khas Kota Tebing Tinggi (net)[/caption]

Agar rasanya nikmat dan tidak pahit, Rinaldi menjelaskan lemang yang dibakar harus diperhatikan dengan rajin membaliknya dan diantisipasi agar tidak gosong. Selain itu, santan yang terlihat kurang ya ditambahkan kembali.

Lemang batok dijual dengan harga bervariasi, untuk ukuran kecil dijual dengan harga 12 ribu per batang, sedang 20 ribu dan besar 50 ribu rupiah.

Satu-satunya lokasi penjualan lemang batok yakni di jalan KH Ahmad Dahlan tepatnya di depan masjid Raya, Kota Tebing Tinggi.

Anda berminat ... ?

[AS]