Popular Post

Total Pengunjung

Aksinya Lecehkan Gerakan Salat Viral di Media Sosial, Empat Remaja
Ditangkap Polisi

Posted by On 01.31.00 with No comments

digtara.com | SORONG – Penyidik Polres Sorong Kota, Polda Papua Barat, menangkap empat orang remaja dalam kasus dugaan penodaan agama. Yakni pelecehan gerakan salat.

Mereka adalah S alias Tasya (16), KFP alias Vina (19), ADM alias Yani (20) dan CNM (17). Keempatnya diduga terlibat dalam rekaman video berdurasi 29 detik yang menirukan gerakan salat sambil berjoged dengan diiringi musik berirama cepat.

Rekaman video pelecehan gerakan salat itu, kemudian menjadi perbincangan warganet setelah diunduh ke laman sosial media, Facebook.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Mariochristy Siregar, mengungkapkan, tersangka Tasya dan Vina adalah pemeran dalam video tersebut. Sementara Yani yang merekam dan CNM yang menyebarkannya ke sosial media.

“Mereka kita tangkap di sejumlah lokasi di Kota Sorong pada hari Selasa, 10 Desember 2019 kemarin. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong Kota,”sebut Mariochristy, Kamis (12/12/2019).

Selain para pelaku, kata Mario, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari para tersangka. Diantaranya dua unit ponsel yang digunakan untuk merekam dan mengunggah video tersebut. Lalu peralatan sholat (sajadah) yang digunakan saat melakukan aksi tak terpuji tersebut.

[caption id="attachment_40531" align="aligncenter" width="368"]Aksinya Lecehkan Gerakan Salat Viral di Media Sosial, Empat Remaja Ditangkap Polisi Unggahan pelecehan gerakan salat di laman sosial media Facebook (facebook)[/caption]

"Inikan berawal dari tindakan konyol dari anak-anak muda yang tidak bisa bersikap bijaksana terhadap kemajuan teknologi melalui gadget. Sehingga tidak berpikir dulu mereka langsung upload, di sharring. Kita sangat menyesalkan ini,”tukasnya.

Mario pun mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut. Mario juga mengajak masyarakat untuk sama-sama melakukan edukasi pemanfaatan teknologi informasi secara positif bagi para generasi muda.

"Pesan kami pentingnya dari peran orangtua, keluarga termasuk tokoh agama. Khususnya untuk bisa mengingatkan kepada generasi muda, generasi milenial untuk  lebih arif bijaksana dalam menggunakan teknologi. Kami mohon kepada masyarakat Kota Sorong, percayakan proses penyidikan ini kepada kami. Tidak ada lagi berita-berita yang tidak betul apalagi mencoba mengganggu kamtibmas di Kota Sorong,"pungkasnya.
BERAWAL DARI ISENG

Sementara itu, para pemeran video mengakui jika pembuatan video tersebut didasari atas keisengan semata.

[caption id="attachment_40533" align="aligncenter" width="700"]Aksinya Lecehkan Gerakan Salat Viral di Media Sosial, Empat Remaja Ditangkap Polisi Empat remaja tersangka pelecehan gerakan salat digiring petugas ke Ruang Tahanan Mapolres Sorong Kota, Kamis 12 Desember 2019 (phyl/digtara)[/caption]

"Itu awalnya saya di videoin sama Tasya. Posisinya lagi pakai baju, terus tasya naik di  sajadah terus putar musik dugem. Gerakan salat pakai musik dugem, terus saya juga ikut. Sekarang saya menyesal,"sebut tersangka Vina.

Atas perbuatannya, para tersangka kini dijerat dengan Pasal pada Undang-Undang (UU) RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Tersangka juga dijerat dengan Pasal 156A KUHPidana tentang Penodaan Terhadap Agama.

[AS]
Bentrokan di Sorong, 9 Rumah Warga Dibakar

Posted by On 08.48.00 with No comments

digtara.com | SORONG - Sebanyak 9 unit rumah di Kawasan Klademak, Kota Sorong, Papua Barat, rata dengan tanah. Rumah-rumah itu hangus terbakar dalam bentrokan susulan yang terjadi, Selasa (26/11/2019).

Insiden pembakaran rumah tersebut terjadi beriringan dengan meninggalnya David Nauw (40), korban tindak penganiayaan dalam insiden bentrokan warga.

Tiupan angin kencang akibatkan kobaran api cepat membesar dan nyaris menghanguskan puluhan rumah yang berada di permukiman tersebut.

Upaya pemadaman pun berhasil dilakukan armada watercanon milik Kepolisian Resor Sorong Kota dibantu 2 (dua) unit Mobil Pemadam kebakara Pemerintah Kota Sorong.

Pihak Kepolisian pastikan, situasi kamtibmas Kota Sorong sudah berhasil dikendalikan dan dalam keadaan kondusif.

“Masih kita data dulu, sementara ada 9 (sembilan) rumah.  Kami polres sorong kota dibackup unsur TNI dari Kodim, juga BKO Brimob Nusantara termasuk juga dari BKO – TNI  Kostrad juga ada; kita berupaya maksimal untuk mengamankan dan mengkelola konflik yang ada di kota sorong. Ini masih yang permasalahan yang meriam karbit sehingga tadi ada sedikit lagi berisitegang antara 2 kelompok dan bisa kita kelola dan kita bisa kendalikan. Situasi sudah kondusif, ujar Kapolres Sorong Kota, AKBP Mariochristy Siregar.

Selain rumah warga, di lokasi bentrokan juga ditemukan bangkai kendaraan roda dua yang dibakar massa. Salah satu pemuda warga setempat yang belum diketahui identitasnya, juga dilarikan ke Rumah Sakit karena terkena sabetan senjata tajam pada bagian tangan kirinya.

Pantauan digtara.com, pasca bentrokan, penjagaan ketat pada sejumlah lokasi masih dilakukan oleh pasukan gabungan TNI dan Polri bersenjata lengkap. Mereka disiagakan untuk mengantisipasi adanya bentrokan susulan.

[AS]
Seorang PNS Tewas Dalam Bentrokan Warga di Sorong

Posted by On 06.46.00 with No comments

digtara.com | SORONG – Satu orang warga dinyatakan meninggal dunia dalam insiden bentrokan susulan yang terjadi di Kawasan  Supermarket Yohan, Klademak – III Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (26/11/2019).

Korban atas nama David Nauw (40), meninggal dunia akibat tindakan penaniayaan yang dialaminya saat berupaya melerai massa yang terlibat bentrokan. Insiden itu terjadi tak jauh dari kediamannya pada dini hari tadi.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua Barat itu, sempat dilarikan ke RSAL dr. Oetojo Sorong guna mendapatkan perawatan medis. Namun nyawanya tak terselamatkan akibat benturan keras di bagian kepalanya.

“Almarhum ini bersama dengan saya. Kita tertibkan anak-anak sampai ke depan jalan. Maksudnya menghalau adik-adik supaya kembali. Kita harapkan tidak terjadi keributan lanjutan. Polisi datang kita sudah giring mereka sampai ke kompleks di perempatan, dibelakang. Sampai disitu ada anak-anak kecil yang ditegur, adik-adik kita satu kompleks, tidak dengar, almarhum ini tampar dia. Mungkin karena tidak terima, dia balik, ada balok yang dipegang, dia pukul dari belakang. Almarhum ini jatuh, muka (wajah) terbentur di aspal. Selang berapa menit dilarikan ke rumah sakit Angkatan Laut, tidak sampai 10 (sepuluh) menit beliau meninggal,”ungkap Elvis Howae (41) warga setempat sekaligus kerabat yang bersama-sama korban di lokasi kejadian.

 
HENDAK BAYAR  MAHAR

Menurut penuturan keluarganya, korban yang berdomisili di Manokwari tersebut, datang ke Sorong guna melaksanakan prosesi  adat penyerahan mas kawin kepada keluarga istrinya. Kegiatan itu rencananya berlangsung hari ini di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Pasca meninggalnya korban, Walikota Sorong, Lambert Jitma pun terlihat mengunjungi Rumah Sakit dan melakukan pertemuan tertutup bersama Dandim 1802/ Sorong.

Usai disemayamkan di Ruang Jenazah RSAL dr. Oetojo Sorong, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

Sementara itu,  JI (17), pelaku penganiayaan terhadap korban telah berhasil diamankan dan kini berada di Mapolres Sorong Kota guna jalani proses hukum.

“Untuk pelakunya 1 (satu) orang. Sudah kita proses. Sudah ada di Polres Sorong Kota,” terang Kapolres Sorong Kota, AKBP Mariochristy Siregar.

 
JANGAN TERPROVOKASI

Pasca penangkapan pelaku, warga masyarakat maupun keluarga korban diimbau untuk tidak lagi terprovokasi dengan berbagai informasi yang belum tentu kebenarannya dan menyerahkan seluruh penanganan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Sebelumnya, Minggu 24 November 2019 lalu terjadi bentrokan antar dua kelompok warga di kawasan jalan Ahmad Yani, kawasan Klademak III, Kota Sorong, Papua Barat.

Warga saling serang dengan menggunakan batu dan kayu serta memblokade sejumlah ruas jalan utama kota maupun permukiman. Bentrokan dipicu adanya dugaan pemukulan oleh salah satu warga setempat terhadap anak-anak yang kala itu sedang bermain meriam spirtus.

Terkait itu, selain telah melaksanakan rapat terbatas bersama pemerintah daerah serta  mengerahkan 2 (dua) Satuan Setingkat Peleton (SST) guna mem-backup pihak Kepolisian dalam proses pengamanan  di lokasi bentrokan, jajaran Kodim 1802 Sorong pun mengagendakan adanya pelaksanaan rapat koordinasi terbatas bersama jajaran Forkopimda di Makodim setempat sebagai upaya antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas yang berkelanjutan pasca bentrokan yang teradi.

“Kami tadi sudah rapat internal dengan pak walikota terkait situasi yang terjadi saat ini dan puji syukur aksi yang terjadi bisa kita redam dan rencana akan kita tindaklanjuti secara detail, rapatnya untuk forkopimda nanti malam ini,”ungkap Dandim – 1802/ Sorong, Letkol. Inf. Budiman.

[AS]