Popular Post

Total Pengunjung

Warga Kembali Temukan Bangkai Babi di Sungai Padang

Posted by On 16.32.00 with No comments

digtara.com | TEBINGTINGGI – Warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Padang, Kota Tebingtinggi, dihebohkan dengan penemuan kembali bangkai  babi di aliran sungai yang membelah kota tersebut.

Sultan Galip (22) warga setempat yang pertama kali melihat bangkai babi itu mengatakan, saat itu ia sedang mencari cacing di pinggiran Sungai Padang, tepatnya di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Saat berada di bendungan yang banyak sampah tersangkut, dia melihat bangkai babi ukuran sangat besar dan hampir membusuk tersangkut di tumpukan sampah.

“Kami pikir awalnya batang kayu,”sebut Sultan.

Penemuan bangkai babi itu kemudian dilaporkan kepada kepala lingkungan setempat. Sultan dan warga lainnya berharap agar segera menyampaikan kepada tim yang dibentuk pemkot melalui kelurahan, untuk segera mengevakuasi bangkai babi tersebut.

“Dikhawatirkan bangkai babi yang diperkirakan sudah 3-4 hari terendam itu akan pecah perutnya dan menimbulkan pencemaran,”tandasnya.

[AS]
Jukir Liar Marak di Tebingtinggi, Warga Resah

Posted by On 00.44.00 with No comments

digtara.com | TEBINGTINGGI – Warga di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, resah dengan maraknya keberadaan juru parkir (jukir) liar. Bahkan para jukir liar tersebut beroperasi hingga tengah malam.

Seperti yang terjadi di Jalan MT. Haryono, Jalan Suprapto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman dan  Jalan Kapten Tandean. Operasional jukir di kawasan tersebut berlangsung hingga pukul 24:00 WIB. Padahal ketentuan retribusi parkir yang ada, hanya dari pukul 06:00-22:00 WIB.

“Ini kan sudah pengutipan liar namanya. Kami berharap Pemerintah Kota Tebingtinggi agar segera turun ke lokasi untuk menertibkan para jukir liar ini,”sebtu Christian, salah seorang warga, Minggu (3/11/2019).

Jukir Liar Marak di Tebingtinggi, Warga Resah

Terpisah, Kepala UPTD Parkir pada Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Harun, mengaku tidak tahu akan persoalan tersebut. Ia juga tak tahu sampai pukul berapa petugas parkir bisa mengutip retribusi. “Saya kan masih baru, jadi belum tahu persoalannya,”sebutnya.

[AS]