Popular Post

Total Pengunjung

Pemprov Sumut Galakkan Sport Tourism untuk Dongkrak Pariwisata

Posted by On 15.01.00 with No comments

digtara.com | MEDAN  - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menggalakkan sport tourism dalam rangka mengdongkrak pariwisata di daerah tersebut. Seperti dalam pelaksanaan Danau Toba Rally 2019 di sekitar kawasan Danau Toba, baru-baru ini.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah pada acara silaturahmi dengan  beberapa komunitas otomotif yang ada di Sumut. Yakni Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, Komunitas Rally Sumut, Komunitas Drag Race dan Sprint Rally.

Kegiatan tersebut berlang4sung di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumut, Jalan  Teuku Daud Nomor 9,  Kota Medan, Jumat 6 Desember 2019 malam kemarin.

"Saya mengundang rekan-rekan sekalian, karena ingin mendapat saran bagaimana caranya Danau Toba ini bisa dipromosikan dengqqqqqqqqan baik, mengingat dua event rally yang sukses kita laksanakan,  mungkin ke depannya Pemprov Sumut akan lebih menggalakkan wisata yang berbasis olahraga (sport tourism)," ucap Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck menceritakan pengalaman beberapa peserta yang mengikuti Danau Toba Rally 2019 Kejuaraan Nasional Putaran 3. "Banyak yang mengatakan kepada saya, peserta terkesan akan panorama alam Danau Toba. Tidak ada jalur lintasan rally yang pemandanganya seindah Danau Toba. Ditambah lagi udaranya segar, itu yang membuat saya jadi ingin agar kegiatan seperti ini menjadi event tahunan di Sumut," ujarnya.

Ijeck juga mengatakan bahwa saat ini, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga berkeinginan meningkatkan kegiatan-kegitan berbasis olahraga di Sumut. "Gubernur juga perhatian terhadap keberlangsungan event olahraga, hal itu terlihat dengan komitmennya untuk membangun sport centre.  Nantinya hampir semua cabang olahraga akan punya venue bertaraf internasional.  Juga akan ada sirkuit bertaraf Internasional. Diharapkan selesai 2023," tutur Ijeck.

Pemprov Sumut Galakkan Sport Tourism untuk Dongkrak Pariwisata

Wagub juga menyampaikan keinginannya, agar Kejuaraan Reli Dunia atau World Rally Championship (WRC) bisa digelar di Danau Toba pada tahun 2022 mendatang. Danau Toba dinilai cocok sebagai lokasi WRC, sekaligus untuk membantu mempromosikan Danau Toba ke mancanegara.

"Kita inginnya membuatnya di Danau Toba karena kita ingin membantu mempromosikan Danau Toba pada dunia, apalagi saat ini Presiden Joko Widodo telah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi superprioritas," harap Wagub.

Menyahuti keinginan Wagub tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut  Ria  Telaumbanua mengatakan bahwa untuk meningkatkan jumlah wisatawan diperlukan inovasi. "Pesonanya Danau Toba  tidak usah diragukan lagi, yang menjadi pertanyaan kenapa pengunjungnya masih segitu-gitu saja. Untuk itu selain alam yang indah dan budaya yang menawan, kita perlu melakukan inovasi, salah satunya dengan menggalakan sport tourism," ujarnya.

Ria memaparkan bahwa kunjungan wisatawan ke Danau Toba hingga saat ini tercatat 183.000 kunjungan wisatawan., ke depan diharapkan akan terus meningkat jumlahnya, seiring adanya perbaikan infrastruktur pendukung dan banyaknya event yang akan digelar di Danau Toba dan sejumlah destinasi wisata lainnya.

"Beberapa hari ke depan kita akan mengadakan Festival Danau Toba, tepatnya pada 9 - 12 Desember 2019 di Parapat, Kabupaten Simalungun, semoga itu dapat meningkatkan wisatawan dengan signifikan," tambahnya.

Sementara itu, mewakili komunitas otomotif, Ketua IMI Sumut Faisal Arif Nasution menyatakan siap mendukung apa yang disampaikan Wagub untuk pengembangan pariwisata di daerah ini. "Kami pun siap mendukung Pak Wagub yang ingin menggelar World Rally Championship (WRC) di Danau Toba di tahun 2022 mendatang, apalagi bila nantinya rally menjadi agenda tahunan yang didukung oleh pemerintah, tapi kalau bisa memberi saran, sebelumnya juga harus sering diadakan perlombaan untuk tingkat lokal, sehingga peminatnya semakin meningkat," ucapnya.

[AS]
Pemprov Sumut Tanggung Biaya Pengobatan Korban Bom di Mapolrestabes
Medan

Posted by On 00.03.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meminta seluruh korban ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, pagi tadi, agar dirawat hingga benar-benar sembuh. Pemprov Sumatera Utara, sebut Edy, akan menjamin pembiayaan kesehatan para korban tersebut.

Hal itu dikatakan Edy dalam keterangan resmi yang disampaikan Humas Pemprov Sumut, Rabu (13/11/2019) sore.

Menurut Edy, para korban terluka bukan akibat kesalahan mereka. Apalagi kejadian itu terjadi di ruang publik yang harusnya aman. Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu bertanggungjawab atas insiden tersebut.

"Tentang biaya pengobatan, pasti ditanggung oleh pemerintah. Inikan perbuatan yang salah tadi itu. Pemerintah yang bertanggung jawab,” ujar Edy Rahmayadi dalam keterangan resmi Humas Pemprov Sumut, Rabu (13/11/2019).

Tentang pemulihan kondisi keamanan pascaledakan bom, Edy Rahmayadi meminta masyarakat untuk percaya dan menyerahkan seluruhnya kepada pemimpinnya dan aparat yang berwenang. “Pemulihannya kembalikan kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya. Pemimpinnya salah satunya adalah saya,”tandas Edy.
PARA KORBAN

Untuk diketahui akibat ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, 1 orang meninggal dunia dan 5 lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia adalah RMN alias Dede (24) yang merupakan pelaku bom bunuh diri. Sementara 6 lainnya merupakan anggota kepolisian dan seorang warga sipil.

Mereka adalah Kompol Abdul Mutolip, Kasi Propam Polrestabes Medan yang mengalami luka tangan kanan robek. Kompol Sarponi, KasubBag Bin Ops Polrestabes Medan yang mengalami luka robek bokong sebelah kanan.

Kemudian Aipda Deni Hamdani, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan yang mengalami luka-luka terkena serpihan. Serta Bripka Juli chandra, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan yang mengalami gangguan pendengaran sebelah kanan.

Lalu Ricard Purba, PHL Bag Ops Polrestabes Medan yang mengalami luka memar di wajah dan lengan, dan Ihsan Mulyadi Siregar (27) seorang mahasiswa yang beralamat di jalan Bakti Suka Dono, Dusun IV, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Sunggal. Ihsan mengalami luka di pinggul sebelah kiri karena terkena serpihan bom.

Saat ini para korban yang luka dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

[AS]
Pergub Disiapkan, Gerai Peritel Modern di Sumut Bakal Diramaikan Produk
UMKM Lokal

Posted by On 05.11.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tengah menyiapkan instrumen aturan guna memproteksi produk lokal. Utamanya yang dihasilkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan adanya instrumen aturan berupa peraturan gubernur (Pergub) itu, nantinya produk lokal dimungkinkan masuk ke gerai peritel modern. Bahkan tingkat penyerapannya diharapkan bisa mencapai 30-40 persen.

Hal itu diungapkan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah, pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Hotel Le Polonia, Jalan Sudirman, Medan, Sabtu (2/11/2019).

“Kita sedang menyiapkan Pergub tentang produk lokal daerah, dimana produk lokal atau hasil kerajinan masyarakat bisa mengisi dan dijual oleh ritel modern," ujar Wagub.

Selain itu, kata Wagub, Pemprov Sumut juga akan membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  Pangan. BUMD ini nantinya diharapkan bisa membeli hasil pertanian dan peternakan masyarakat. Juga mengontrol harganya di pasar, supaya harga hasil pertanian masyarakat bisa stabil dan tidak dijual ke luar Sumut, karena masyarakat masih membutuhkannya.

Apalagi saat ini, Pemprov Sumut sedang fokus membangun desa menata kota. Tentunya seluruh lapisan masyarakat mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM haruslah didukung oleh pemerintah. “Industri UMKM perlu pendampingan dan dukungan pemerintah, kami juga berharap dengan begitu petani dan peternak juga merasakan dampaknya yang signifikan,” kata Musa Rajekshah.

Musa Rajekshah menyampaikan agar pengusaha tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi diharapkan juga dapat memberi kontribusi bagi masyarakat banyak. Pemprov Sumut juga mengharapkan dukungan sinergi dari para pengusaha untuk membangun ekonomi masyarakat dan daerah ini.

“Kita harus bersinergi bersama-sama, karena pemerintah tak mampu berjalan sendiri, harus didiukung oleh pengusaha, serta tidak melupakan masyarakat untuk dibangkitkembangkan,” ujar Wagub.

[AS]