Popular Post

Total Pengunjung

Seorang Ibu di Oebelo Histeris Saat Lihat Bayinya Diterbangkan Puting
Beliung

Posted by On 01.07.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Otilia Grasa Gomes (25) histeris saat melihat bayinya, Raikal diterbangkan angin kencang disertai hujan, Minggu (24/11/2019).

Kejadian tersebut terjadi di rumah milik ayahnya, Gilberto Grasa Gomes (56) di RT 22 RW 8 Dusun 4 Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang sekitar pukul 14.00 Wita.
Otilia didampingi ayahnya Gilberto Grasa Gomes (56) mengaku ia tidak hentinya histeris saat anaknya bernama Raikel Tamonob (5 bulan) diterbangkan angin.

Otilia Grasa Gomes (25) bersama ayahnya langsung mencari bayi tersebut yang diterbangkan angin sejauh puluhan meter dari rumahnya.

Bayi itu, lanjut nya jatuh di antara reruntuhan atap yang jatuh tak jauh dari rumahnya.

"Anak saya langsung dibawa ke rumah sakit," katanya.

Saat kejadian Otilia dan ayahnya yang juga purnawirawan TNI ini baru saja kembali dari daerah Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.

Gilberto sempat memasuki rumah dan melihat anaknya Otilia tengah menjaga cucunya yang tertidur di dalam ayunan. Tali ayunan tersebut diikatkan pada kayu atap sehingga saat atap diterbangkan, cucunya pun ikut terbawa angin.

Saat kejadian, urai Gilberto, angin begitu kencang disertai hujan. Ia terkaget saat saat televisi di rumahnya terjatuh. Di saat bersamaan angin kencang mengangkat atap rumahnya.

Sedangkan, kata dia, cucunya yang bernama Raikel Tamonob (4 bulan) sedang tidur di dalam ayunan dan dijaga sang ibu.

"Cucu saya tidur di ayunan yang ujung talinya diikat di atap rumah. Angin kencang tiup atap rumah dan cucu saya diterbangkan," katanya.

Diakuinya, rumah miliknya sudah dua kali rusak akibat hujan disertai angin kencang selama dua tahun terakhir.

"Rumah saya ini baru saya bangun menggunakan uang pensiunan, baru satu bulan lebih kami tinggali," katanya.

Otilia baru berhenti menangis setelah bayi nya ditemukan dan hingga saat ini dirawat di rumah sakit SK Lerik Kota Kupang.

Ia juga bersyukur karena banyak pihak yang peduli dan memberikan bantuan kebutuhan hidup bagi korban angin puting beliung.
77 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Posted by On 21.54.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - 77 unit rumah di Kecamatan Kupang tengah dan Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak berat dan ringan diterjang angin puting beliung.

Kasubbag Humas Polres Kupang, Iptu Ambru Ichsan dikantornya, Senin (25/11/2019) mengakui kalau rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut adalah rumah semi permanen dengan dinding bebak.

"Kuat dugaan bahwa komponen rumah yakni kayu dibagian dinding dan atap rumah sudah lapuk sehingga tidak kuat menahan terpaan angin puting beliung tersebut," tandas nya.

Ia memperkirakan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu maka tidak menutup kemungkinan angin puting beliung dapat melanda lokasi dan daerah sekitar sehingga diharapkan kewaspadaan warga sekitar agar dapat lebih berhati-hati.

Aparat kepolisian baik Polres Kupang maupun Polsek Kupang Timur dan Polsek Kupang Tengah telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan identifikasi. "Kita juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kupang," tandasnya.

Koordinasi dilakukan erlu dilakukan agar para korban bencana tersebut mendapatkan bantuan serta perlu berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memperbaiki jaringan listrik yang terputus atau rusak di wilayah tersebut.

Bhabinkamtibmas pun diterjunkan untuk melakukan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada karena Kabupaten Kupang saat ini mulai memasuki musim penghujan sehingga rawan terjadinya bencana alam.

"Kita juga melakukan koodinasi dengan BPBD Kabupaten Kupang terkait bencana alam tersebut dan memastikan kerugian maupun lokasi lain yang terkena dampak bencana alam yang belum terdeteksi," tambah mantan Kasat Reskrim Polres Ende Polda NTT ini.

Bencana alam angin puting beliung ini mengakibatkan 77 unit rumah warga di Kabupaten Kupang mengalami rusak berat dan ringan.