Popular Post

Total Pengunjung

Seorang Kuli Bangunan Tewas Tersengat Listrik

Posted by On 23.34.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Basilius Bait Talan Ansuni alias Lius (34), tukang bangunan yang juga warga RT 21/RW 06 Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang tewas terkena sengatan listrik.


Peristiwa ini terjadi pada Senin (16/12/2019) malam sekitar pukul 19.30 Wita di RT 029/RW 08 kelurahan lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.


Saksi mata,  Esron Manafe (63) rekan korban mengaku sekitar pukul 19.30 wita, ia sementara duduk di depan teras rumahnya.


Esron mendengar teriakan suara meminta tolong sehingga ia langsung datang ke arah sumber suara tersebut dilokasi kejadian dan mendapati korban dalam keadaan tergeletak.


Esron pun langsung keluar dari lokasi kejadian untuk memberitahukan kejadian tersebut dan warga masyarakat yang ada disekitar sudah berdatangan kemudian langsung mematikan meteran listrik serta kemudian menelpon pemilik rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut.


Elton Dethan (32)  warga Jalan Banteng RT 022/RW  004 kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja Kota Kupang yang juga pemilik rumah mengaku kalau ia sementara di jalan untuk menuju ke lokasi kejadian.


Elton mendapat telepon dari Esron yang menyampaikan agar ia segera ke lokasi kejadian karena korban tersengat arus listrik.


Sekitar pukul 20.30 wita, Elton Dethan tiba di lokasi kejadian dan mendapati korban dalam keadaan tergeletak dilantai sehingga ia menghubungi kerabatnya yang berdinas di polda NTT, untuk memberitahukan kejadian tersebut.


Anggota Polres Kupang Kota bersama dengan tim identifikasi dan anggota Polsek Kelapa Lima ke lokasi kejadian dan langsung memasang Police line.


Slah seorang warga yang ada di sekitar lokasi kejadian, Daniel Frans Suy membantu melepaskan colokan listrik yang terhubung dengan kabel yang sementara dipegang oleh tangan kanan korban agar memudahkan dalam evakuasi jenasah korban.


Tim medis dari rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang mengevakuasi jenasah korban dengan mobil ambulance dengan memasukkan jenasah korban kedalam kantung jenasah untuk dilakukan visum terhadap jenasah korban.


Korban merupakan tukang bangunan yang mengerjakan rumah Elton Dethan seorang diri sehingga pada saat kejadian tidak ada yang mengetahui dan melihat secara pasti kejadian tersebut.


Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia didalam rumah milik Elton Dethan yang semntara dikerjakan oleh korban dalam keadaan tergeletak dilantai tanpa mengenakan baju dengan memakai celana pendek jeans warna biru langit.


Pada tangan kanan korban memegang kabel listrik yang terdapat bekas sambungan dalam keadaan terbungkus isolasi. Namun urat kawat dari kabel tersebut tidak terbungkus dengan rapi yang diduga merupakan penyebab dari sengatan listrik tersebut.


Kematian korban belum bisa dipastikan penyebabnya namun untuk sementara diduga korban meninggal akibat dari sengatan listrik dan pada tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas luka," ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH MH di kantornya, Selasa (17/12/2019).


Sementara jenasah korban sudah diruang jenasah Rumah sakit Bhayangkara Kupang sambil menunggu keputusan dari pihak keluarga korban untuk proses hukum selanjutnya.


Polisi hanya bisa memeriksa saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Operator Listrik di NTT Tewas Tersengat Listrik

Posted by On 19.21.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Omrisius Nomleni (25) warga RT 09/RW 10 desa Haumenbaki Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas menggenaskan pada sabtu (14/12/2019) petang sekitar pukul 16.00 wita.

Ia tewas terkena strom listrik diatas tiang listrik saat memperbaiki jaringan listrik di RT 22/RW 11 dusun IV Desa Noebeba kecamatan Amanuban Barat Kabupaten TTS.

Kasus ini kemudian dilaporkan Peter Suat (29) pekerja pada PT Marobeni Elohim dan merupakan warga RT 21/RW 01 Dusun A Desa Tubuhue Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten TTS ke polisi di Polres TTS.

Jumat (13/12/2019), rekanan PLN yakni PT Marobeni Elohim memberitahukan kepada PLN untuk melakukan pekerjaan perapihan jaringan listrik jalur Nifukani sampai ke Haumenbaki Kabupaten TTS yang rencananya akan diresmikan pada Selasa (17/12/2019) mendatang.

Sabtu (14/12/2019) siang sekitar pukul 11.00 wita, PT Marobeni Elohim selaku rekanan PLN sedang melakukan perapihan jaringan listrik Niukani Kabupaten TTS.

Ditengah pekerjaan ini, tiba-tiba hujan turun dan para pekerja berhenti melakukan perapihan listrik dan berteduh dirumah korban Omrisius Nomleni sambil makan siang.

Pada pukul 13.00 wita, para pekerja kembali naik ke tiang listrik untuk melanjutkan pekerjaan.
Setelah pekerja meraba kabel untuk melepas skur darurat, tiba-tiba korban langsung kesetrum tanpa sempat berteriak.

Korban langsung tergantung dibawah kabel tiang listrik dengan pinggang yang terikat tali pengaman dengan posisi kaki diatas dan kepala dibawah dengan terbujur kaku dan hidung mengeluarkan darah.

Imanuel Frederikus Rengurato (22), staf teknik PLN mengatakan bahwa pada pukul 11.40 wita, ia sempat mengontrol pekerja dari PT Marobeni Elohim dan bertemu dengan salah satu pekerja sekaligus minta nomor handphone pekerja tersebut lalu ia pulang.

Pada pukul 13.20 wita, pihak PLN sempat menghubungi rekanan pekerja tersebut lewat telepon tapi tidak ada jawaban. Sekitar pukul 13.53 wita staf tehnik PLN memasukkan FCO dan setelah mendapat kabar ada yang terkena setrum pihak PLN kembali mencabut arus listrik jalur Nifukani sampai Haumenbaki tersebut.

Pada pukul 15.27 wita, Peter Suat yang juga teman kerja korban bersama teman yang lainya menuju Mapolres TTS untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kapolres TTS AKBP Aria Sandy, SIK melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH MH yang dikonfirmasi Sabtu (14/12/2019) mengakui kalau pihaknya masih melakukan identifikasi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi termasuk rekan kerja korban dan pihak PLN SoE Kabupaten TTS.

"Kita masih dalami kasus ini. Sejumlah saksi sudah kita periksa," tandasnya.
Karyawan Pemborong Lampu Jalan Tewas Tersengat Listrik

Posted by On 21.51.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Pengerjaan pemasangan lampu jalan di Jalan Cokroaminoto, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, memakan korban jiwa. Seorang pekerja dilaporkan tewas tersengat listrik.

Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara Rudi Artono mengungkapkan berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya di lapangan, pekerja tersebut bernama Nico Marpaung, 44, warga Kampung Beringin, Pematangsiantar.

"Pekerja swasta itu mengalami kecelakaan kerja di Jalan Cokroaminoto, Pematangsiantar," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/12/2019).

Dia diduga tewas pada Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 13.20 WIB akibat tersengat listrik tegangan rendah (220 V, kabel SR) saat sedang melakukan pemasangan tiang besi lampu jalan umum di Jalan Cokroaminoto. Nico tersengat listrik ketika memasang kap lampu dan menyentuh kabel SR Netral (arus balik).

PLN menerima informasi kejadian ini melalui petugas piket APKT ULP Siantar Kota yang dilaporkan Syahrul, pemborong pemasangan lampu jalan. Syahrul melaporkan bahwa ada anggotanya kesetrum saat melakukan pemasangan lampu jalan.

Petugas pelayanan teknis (Yantek) PLN ULP Siantar Kota langsung mendampingi Syahrul ke lokasi untuk mencabut NT Fuse dan mengevakuasi. Namun ketika tiba di lokasi, Nico sudah meninggal.

Selain menewaskan Nico, kawasan itu juga mengalami padam listrik akibat kejadian ini. "Pelanggan tidak melapor ke PLN karena mengira bahwa korban adalah petugas PLN yang sedang melakukan perbaikan," jelasnya.