Popular Post

Total Pengunjung

BKKBN Maluku Inisiasi Gerakan Orang Tua Hebat

Posted by On 05.05.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Maluku menginisiasi “Gerakan Orang Tua Hebat”.  Gerakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas peran orang tua dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung PKK Maluku, Rabu (4/11/2019).

Sebanyak 150 orang peserta yang berasal dari PKK, OPDKB, KUPT KB, PKB/PLKB dan kader serta anggota kelompok BKB.

Plt. Kepala BKKBN Provinsi Maluku, Renta Rego mengatakan, rencana kerja pemerintah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024 telah terfokus pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM).

Hal ini selaras dengan amanat UU No.52/2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Maka dari itu BKKBN bertangngung jawab untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.

"BKKBN sebagai lembaga yang berorientasi pada kualitas keluarga mengimplementasikan tujuan tersebut. Implementasi melalui program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)," ungkap Renta.

Dikatakannya, stakeholder dan mitra kerja merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas.

[caption id="attachment_39936" align="aligncenter" width="700"]BKKBN Maluku Gelar Kegiatan Gerakan Orang Tua Hebat Masyarakat antusias mengikuti Gerakan Orangtua Hebat yang diinisiasi BKKBN Maluku dan Tim Penggerak PKK Maluku (ist)[/caption]

"Perjanjian kinerja yang dilakukan setiap tahunnya menjadi acuan dan komitmen BKKBN. Khususnya untuk mencapai kinerja secara maksimal dalam mewujudkan visi misi yang telah ditetapkan," jelas Renta.

Oleh karena itu, dalam operasionalisasi dan sosialisasi Gerakan Orang Tua Hebat perlu ditingkatkan pada program KKBPK di tingkat provinsi maupun nasional.

Sementara itu, Sekretaris Tim TP PKK Provinsi Maluku, Diana Padang mewakili Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail membuka dengan resmi kegiatan “Gerakan Orang Tua Hebat” dalam rangka Hari Ibu Nasional Provinsi Maluku Tahun 2019 yang dipusatkan di Gedung Xaverius, Ambon.

 
PENTINGNYA PENDIDIKAN PENGASUHAN

Ketua TP PKK Provinsi Maluku dalam sambutannya mengatakan, para orang tua harus membekali diri dengan pendidikan pengasuhan. Karena peran orang tua sangat penting, khususnya saat anak belum bersekolah. Anak akan terlebih dulu mengenal orang tua, keluarga sebagai wahana pertama dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang anak.

Menurut Widya, pengasuhan anak usia dini merupakan tanggung jawab dari orang tua, bukan hanya ibu, namun ayah pun memiliki tanggung jawab dalam proses pengasuhan anak. Keterlibatan ayah sejak dini pada masa-masa penting perkembangan anak adalah sumber keamanan emosional bagi anak.

“Seperti kita ketahui bahwa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode kritis tumbuh kembang dan penentu kualitas kesehatan seumur hidup, diharapkan adanya pengasuhan yang optimal pada masa itu, karena pertumbuhan optimal akan menentukan kesehatan yang optimal pada masa selanjutnya,”ungkap Widya.

[AS]
428 Anak di Malteng Alami Stunting

Posted by On 06.22.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Sebanyak 428 anak di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, tercatat mengalami gangguan pertumbuhan (stunting). Jumlah itu cukup signifikan dibandingkan daerah lainnya di Maluku.

Hal itu disampaikan oleh Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, saat membuka pertemuan koordinasi terpadu dalam percepatan penurunan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Malteng di Gedung PKK Malteng, Masohi, Rabu (20/11/2019).

"Untuk tahun 2019, sebanyak 428 balita mengalami stunting dari 11.688 balita di Malteng. Kemarin saya kunjungi Piliana dan Mosso di Kecamatan Tehoru karena menjadi locus (lokasi) kasus stunting. Di Piliana ada 16 anak stunting dari 90 balita. Sedangkan di Mosso ada 9 anak stunting dari jumlah 90 anak balita,"ujar Widya, Rabu (20/11/2019)

Widya mengatakan, dirinya langsung turun ke tiga kabupaten locus stunting di Maluku. Itu untuk memastikan, apakah posyandu serta puskesmas di setiap daerah locus sudah bergerak melakukan kegiatan pencegahan dan  percepatan penurunan angka stunting atau tidak.

Rencananya, tahun 2020 nanti, Widya juga akan turun ke lokasi-lokasi kasus stunting lainnya yakni di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, dan Maluku Barat Daya.

"Posyandu balita dan anak harus terus diaktifkan. Para ibu hamil juga perlu diberikan informasi penting terkait dengan stunting. Saya juga selalu menghimbau agar masyarakat senantiasa memperhatikan sanitasi lingkungan dan gizi anak," jelasnya.

Hanya saja, ia mengingatkan, tugas ini menjadi tanggungjawab semua pihak. Selain dinas teknis terkait, Tim Penggerak PKK di setiap kabupaten juga perlu menjadikan perang melawan stunting menjadi program kerjanya.

"Di Malteng ada sepuluh desa locus stunting, dan saya baru bisa turun di dua desa kemarin, yakni Piliana dan Mosso. Kalau bisa, Ina Parenting yang diketuai oleh Ibu Bupati, dapat turun ke desa-desa lainnya juga," imbuhnya.

 
SUMBER PROTEIN ALTERNATIF

Menurut Widya, seharusnya kasus stunting di wilayah Malteng bisa dicegah. Itu karena daerah tersebut subur dan memiliki kekayaan laut yang melimpah. Sehingga menjadi sumber protein bagi warganya. "Seharusnya di daerah ini angka stuntingnya rendah, bila perlu tidak ada karena banyak sumber protein yang bisa diperoleh. Misalnya dari ikan-ikan, atau dari umbi-umbian," sebutnya.

Dijelaskannya, stunting dapat terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi terutama pada saat seribu hari pertama kehidupan. Karena itu pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan pada ibu hamil, perlu mendapat perhatian.

"Stunting tidak hanya berpengaruh pada ukuran tinggi badan anak. Stunting juga berpengaruh pada tingkat kecerdasan, dan status kesehatan pada saatnya dewasa. Mereka akan cenderung menderita penyakit tidak menular seperti darah tinggi, kencing manis, jantung dan lainnya. Oleh karena itu, jangan kita terlambat mendeteksi dan memperbaiki kondisi ini," ajaknya.

 
PERANG MELAWAN STUNTING

Sementara itu, Bupati Malteng Tuasikal Abua mengatakan, perang melawan stunting sudah sejalan dengan komitmen pihaknya untuk terus mendukung program-program pemerintah di bidang kesehatan. Terkhususnya percepatan penurunan stunting dan gizi buruk, sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Malteng tahun 2017-2022.

Di samping itu, pelbagai kebijakan dan program-program inovasi OPD (organisasi perangkat daerah) seperti Messe, Manggurebe Sehat, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, dan Perdesaan Sehat, terus diarahkan untuk secepatnya dapat menurunkan prevalensi stunting dan gizi buruk di masyarakat yang tersebar di 18 kecamatan di Malteng.

"Saya berharap dengan pertemuan koordinasi ini, akan melahirkan rekomendasi dan komitmen bersama untuk mendukung tugas Duta Parenting Provinsi Maluku, untuk bersama-sama perangi stunting dan gizi buruk di seluruh Provinsi Maluku, terkhususnya di Kabupaten Malteng," tandasnya

[AS]