Popular Post

Total Pengunjung

Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Kairatu Maluku

Posted by On 22.53.00 with No comments

digtara.com | JAKARTA - Gempa berkekuatan magnitudo 2,9 mengguncang Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Senin (23/12/2019) sekira pukul 11.32 WIB.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di titik koordinat 3.35 Lintang Selatan dan 128.38 Bujur Timur. Pusat gempa berada di 3 kilometer arah timur Kairatu, Maluku pada kedalaman 10 kilometer.

#Gempa Mag:2.9, 23-Des-19 11:32:23 WIB, Lok:3.35 LS, 128.38 BT (Pusat gempa berada di darat 3 km timur Kairatu), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) II Kairatu-SBB #BMKG

BMKG Melaporkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tetapi belum diketahui ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut.
Polisi Musnahkan 6 Ton Miras Tradisional

Posted by On 23.21.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Kepolisian daerah Maluku Kamis (19/12/2019) siang, memusnahkan sebanyak enam ribu liter minuman keras (miras) tradisional jenis sopi.

Pemusnahan enam ton miras tersebut dilakukan dengan cara dituangkan dari dalam kemasan, usai pelaksanaan upacara gelar pasukan dalam operasi lilin di lapangan Tahapary Tantui Kota Ambon.

Miras tradisional ini merupakan hasil sitaan petugas Polresta Kota Ambon, jelang natal dan tahun baru ini. Miras ini disita dari sejumlah pedangan yang dipasok dari pulau Seram dan Maluku bagian Tenggara.

Pemusnahan dilakukan langsung kapolda Maluku, Irjen Pol. Royke Lumowa, berasama jajaran Jajaran TNI- Polri. Pemusnahan ini sebagai bentuk lawan peredaran miras, yang merupakan pemicu utama berbagai tindak kejahatan dan kriminal yang kerap terjadi.

“Ada enam ribu liter yang dimusnahkan hari ini. Semua merupakan hasil sitaan dari Polresta Ambon dan sebagian dari Polda Maluku. Ini merupakan bentuk perlawanan terhadap peredaran miras di Maluku dan ini pertanda bahwa kita perang terhadap minuman keras narkoba dan segala macam yang mengganggu generasi muda. “ kata Kapolda Maluku.

Pemusnahan miras ini merupakan rangakaian kegiatan dalam operasi lilin 2019 dalam sandi Siwalima di provinsi Maluku.

Dalam operasi lilin ini, polda Maluku mengerahkan kekuatan penuh yang dibantu TNI dan pihak terkait. Tak hanya mewaspadai tindak kriminal dan kejahatan, namun juga bahaya aksi teroris menjadi fokus utama kepolisian di Maluku.
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Nelayan Hilang di Laut Tenggara Maluku

Posted by On 23.05.00 with No comments


digtara.com | AMBON- Regu penolong dari SAR Tual bersama TNI/Polri, Selasa (17/12/2019) pagi kembali melanjutkan pencarian terhadap Abu Rettob (55) seorang nelayan asal kota Tual, Maluku yang hilang saat melaut Kamis 12 Desember pekan Lalu.


Kepala SAR Ambon, Muslimin, yang dihubungi  mengatakan, pihaknya hari ini kembali melakukan pencarian dan pemantauan atas seorang nelayan di Tual yang hilang itu. Sudah dua hari ini tim SAR bersama TNI/Polri dan masyarakat melakukan pencarian namun hasilnya masih nihil. “Hari ini sudah masuk hari ketiga upaya pencarian terhadap korban Semoga ada hasilnya,” ujar Muslimin.


Seperti diberitakan sebelumnya, Nelayan bernama Abu Retob (55), warga Tual ini, dilaporkan hilang saat melaut pada Kamis (12/12/2019) lalu, dan baru diketahui pada hari ini, Minggu (15/12/2019) setelah adanya laporan dari pihak keluarga ke Pos SAR Tual.


Tim SAR Kota Tual yang baru menerima laporan peristiwa itu, Minggu pagi, langsung bergerak menuju TKP. Dengan titik koordinat yang sudah diketahui berada pada posisi 5° 39.793' S - 132° 32.276 E.


Perahu nelayan tersebut diketahui mencari ikan dengan rute Tual menuju Pulau Hoa di Kabupaten Maluku Tenggara.


Tim SAR, kemeudian dibantu TNI- Polri, Bakamla, BPBD dan masyarakat setempat untuk melakukan pencarian bersama. “Pencarian gabungan ini dengan menggunakan 1 Unit KN. SAR 242 Bharata, 1 Unit KN. 364 Milik KPLP Tual, 1 Unit Speed Boat BPBD Maluku Tenggara dan 2 unit perahu milik warga,” ujar Muslimin.

Siswa SMA di Maluku Terlantar, FPPM Protes ! ke Kantor Dinas Pendidikan
SBT

Posted by On 23.04.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Sekelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda Pelajar dan Mahasiswa (FPPM) Kecamatan Pulau Panjang, mengamuk di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku di Kota Bula.

Aksi FPPM tersebut dilakukan sebagai protes keras pemerintah daerah setempat yang dinilai telah mengabaikan pendidikan di Kecamatan Pualau Panjang Kabupaten Seram Bagian Timur.

Aksi protes inidilakukan lantaran para siswa SMA Negeri 13 di Kecamatan Pulau Panjang sejak tanggal 23 November hingga 15 Desember 2019 ini kerap dibiarkan terlantar, tidak mengikuti proses belajar-mengajar akibat ditinggalkan sejumlah gurunya.

“ Kami tau, untuk SMA memang domainnya Pemda Provinsi, tapi Pemda SBT juga jangan tutup mata soal masalah ini,” ujar salah satu pendemo dalam orasinya.

Dalam aksi ini sempat diwarnai kericuhan, antara pendemo dan kepolisian. Para pendemo berusaha merobohkan papan nama kantor Dinas Pendidikan itu, namun dihalau aparat kepolisian. Para pendemo ini mengatakan, siswa di SMA Negeri 13 Pulau Panjang ini sudah hampir sebulan tidak melakukan proses belajar-nengajar, karena alasan tidak ada guru yang datang ke sekolah.

Tercatat SMA Negeri 13 ini memiliki hanya memiliki satu tenaga guru PNS dedangkan,2 lagi masih bertatus CPNS dan sisanya adalah guru honorer. Namun saat ini para guru honorer itu sedang ke kota Bula untuk mendaftar tes CPNS, sedangkan dua CPNS itu sedang mengikuti prajabatan di Kota Ambon. “Akhirnya anak-anak sekolah pun jadi korban,” ujar pndemo.

“Harapan kami supaya pemerintah segara mengambil langkah untuk menyelamatkan pendidikan di SMA Negeri 13 Pulau Panjang itu,” ujar salah pendemo dalam orasinya itu.

Apa bila tidak ada langkah yang diambil pemerintah terkait masalah pendidikan di SMA Negeri 13 di Kecamatan Pulau Panjang ini, maka Sekolah akan kami boikot untuk selamanya. “Dan kemudian SK pendirian sekolah kami akan kembalikan ke pemerintah,” ujar Ketua FPPM Pulau Panjang.
Sejak Ambruk, Jembatan Penghubung 3 Kabupaten di Maluku Terbengkalai

Posted by On 04.50.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Aktivitas warga tiga kabupaten di provinsi Maluku sejak enam bulan terakhir masih terganggu, pasca ambruknya salah satu jembatan penghubung di sungai Wai Kaka pulau Seram.

Warga bahkan kini mengeluhkan masalah lain dari ambruknya jembatan milik Balai Jalan Nasional ini. Pasalnya, selain tak bisa dilewati kenderaan roda empat dan dua, ambruknya jembatan ini justru menambah biaya transportasi warga dari biasanya.

“Warga di Tiga Kabupaten yakni Seram Bagian Timur (SBT) Maluku Tengah serta Seram Bagian Barat (SBB) sangat terbebani dengan tingginya biaya transportasi serta harga sembako. Sebab pasokan barang dari pulau Ambon juga terngganggu, apalagi jelang Natal dan Tahun Baru. “ ungkap salah satu pengguna jalan, Yudi Mirahadi kepada media ini Minggu (15/12/2019) sore.

Menurut Yudi, untuk bisa tetap melintas, warga bahkan nekat menerobos derasnya air sungai Wai Kaka, namun sebagian tak berani karena keselamatan mereka.

Warga di tiga Kabupaten di pulau Seram kini berharap janji pemerintah untuk memperbaiki jembatan utama itu segera direalisasi, agar akses warga tidak lagi terganggu.

“Janji pemerintah pusat untuk membangun jembatan darurat di lokasi ini tak kunjung direalisasi hingga saat ini. Kami Warga Di Tiga Kabupaten Ini Berharap Pemerintah Dapat Segera Memperbaiki Jembatan Waikaka Ini Agar Arus Barang dan Penumpang Dapat Kembali Normal. “ pinta Yudi.

Jembatan Wai Kaka, ambruk sejak 6 juni 2019 lalu. Jembatan ini ambruk akibat terjangan banjir dari meluapnya sungai pasca wilayah ini dilanda hujan deras. Jembatan utama inipun makin sulit dilewati kenderaan. Untuk beraktivitas melintasi tiga kabupaten warga harus beberapa kali berganti kenderaan dari biasanya hanya satu kali.
Seorang Nelayan Hilang di Laut Tenggara Maluku

Posted by On 18.16.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Satu long boat nelayan dengan satu penumpang dengan rute Tual menuju Pulau Hoa Kabupaten Maluku Tenggara dilaporkan hilang sejak Kamis (12/12/2019) lalu.

Perahu long boat tersebut hilang bersama penumpangnya bernama Abu Rettob (55), saat memancing ikan di wilayah itu.

Regu penolong dari SAR Tual yang menerima laporan pada Minggu (15/12/2019) pagi langsung melakukan menuju lokasi, dengan titik koordinat awal berada pada 5° 39.793' S - 132° 32.276' E.

“Setelah menerima laporan kejadian kondisi membahayakan manusia, kami langsung mengerahkan tim SAR dari Tual dengan menggunakan 1 Unit KN. SAR 242 BHARATA.” kata kepala SAR Ambon, Muslimin.

Selain dari petugas SAR, upaya pencarian nelayan tersebut juga menggunakan unsur TNI- Polri, Bakamla, BPBD dan masyarakat setempat.

“Untuk mencari korban itu, kami juga dibantu oleh TNI, Kepolisian, BPBD, BAKAMLA, syahbandar Tual dan warga setempat. Pencarian gabungan menggunakan 1 Unit KN. SAR 242 BHARATA , 1 Unit KN. 364 Milik KPLP Tual, 1 Unit Speed Boat BPBD Kab. Malra dan 2 Unit Long Boat milik warga. “ tambah Muslimin.

Belum diketahui pasti penyebab hilangnya nelayan ini. Namun pada operasi pencarian di hari pertama ini, tinggu gelombang laut di perairan Maluku Tenggara hanya berkisar 0,5 meter.
Gempa 5,5 Magnitudo Goyang Maluku Barat Daya

Posted by On 22.53.00 with No comments

digtara.com | AMBON- gempa bumi kembali menguncang wilayah provinsi Maluku pada Rabu (04/12/2019) siang ini.

Kali ini gempa dengan Magnitudo 5,5 SR, menguncang wilayah Maluku Tenggara Raya, tepatnya di Kabupaten Maluku Barat Daya.


Informasi yang diterima digtara dari BMKG Stasiun Ambon, gempa terjadi sekitar pukul 15:04:13. WIT. Lokasi gempa berada pasa 6.78 LS-130.1 BT (115 km Timurlaut Tepa-MBD, 184 km Barat Larat-Kepulaun Tanimbar, dengan dengan kedalaman 191 kilo meter.

Meski demikian, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, maupun terjadi kerusakan di daerah terdekat episentrum gempa. Gempa juga tidak terlalu kuat dirasakan warga setempat
Badai Siklon Tropis Terjang Maluku, Warga Panik dan Mengungsi

Posted by On 22.15.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Badai Siklon Tropis Kammuri di sertai gelombang pasang hantam pemikiman warga di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku.

Peristiwa tersebut membuat warga di desa itu panik dan berlarian mengamankan diri ke daerah yang lebih tinggi.


Menurut salah satu keterangan warga Desa Bara, Ali, yang dihubungi via ponsel, Senin, malam, mengatakan, air laut merendam desa Bara itu setinggi lutut orang dewasa. Tidak sedkit rumah warga yang tergenang air.

“Alhamdulilah kejadian ini tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, hanya saja sejumlah rumah warga ada yang rusak,” ujar Ali warga Desa Bara.

Sementara itu, informasi yang dihimpun pada Selasa (03/12/2019, pagi, menyebutkan, akibat peristiwa tersebut, sebagian warga desa Bara itu mengungsi guna menghidari adanya gelombang pasang susulan. Peristiwa itu menyebabkan 4 unit rumah warga rusak berat dan 7 rusak ringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru, Zulkarnaen yang dihubungi Maluku juga membenarkan peristiwa alam yang terjadi di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya itu. Saat ini pihaknya sedang mendata kerusakan di lapangan akibat terjangan badai tersebut.
Gempa 5,1 Magnitudo 5,1 Guncang Maluku

Posted by On 18.57.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Gempa kembali menguncang wilayah kepulauan Maluku pada Senin (02/12/2019) pagi ini.

Dari data BMKG Stasiun Ambon menyebutkan, gempa teraebut yang terjadi sekitar pukul 08:44 menit WIT, dengan magnitudo 5,1.


Lokasi gempa sendiri berada pasa 4.44 LS-130.66 BT (85 km Timur Banda-MALTENG, 149 km Selatan Bula-SBT), Kedlmn:24 km. Gempa pagi ini cukup kuat dirasakan di Banda III MMI , dan sebagian di wilayah Seram Bagian Timur (SBT)

Meski cukup kuat dirasakan warga, namun pihak BMKG menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini juga belum ada laporkan kerusakan atau dampak dari gempa itu.
Kunjungi Taiwan, Gubernur Maluku Gagas Kerjasama Perikanan

Posted by On 22.38.00 with No comments

digtara.com | KAOHSIUNG - Gubernur Maluku, Murad Ismail, memenuhi undangan Pemerintah Kota Kaohsiung, Taiwan, untuk menggagas kerjasama di bidang perikanan.

Dalam lawatannya ke Taiwan yang dimulai tanggal 25 November kemarin, Murad berkesempatan mengunjungi industri pengolahan ikan dan mendiskusikan sejumlah potensi kerjasama keduanya. Kaohsiung adalah kota maritim internasional sekaligus menjadi kota industri terbesar di Taiwan.

"Mereka (Kaohsiung, red) sangat tertarik sebab mereka tahu laut kita sangat terkenal di dunia karena memiliki potensi perikanan yang sangat besar, terutama tuna dan cumi " kata Murad di Kaohsiung, Selasa (26/11).

Dikatakannya, kunjungannya ke Taiwan tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik, sebab bukan saja melihat secara langsung sentra industri perikanan yang ada di Kota Kaohsiung, tapi sekaligus mendiskusikan strategi pembangunan dan kerjasama berkelanjutan di bidang perikanan dan maritim.

"Intinya, Walikota Kaohsiung mengundang kami untuk melihat langsung tempat pengolahan ikan di Kouhsiung, dan apabila kita tertarik dan mau menjalin kerjasama saling menguntungan, maka ini akan ditindaklanjuti," kata Murad.

Ia menambahkan, pihak Taiwan dalam hal ini Pemerintah Kota Kaohsiung juga sangat berharap bisa datang langsung ke Maluku. "Mereka sudah menyatakan akan melakukan kunjungan balasan ke Maluku, dan berharap adanya undangan dari Pemerintah Provinsi Maluku. Secara lisan, saya sudah mengundang mereka untuk datang juga ke Maluku," ungkapnya.

Selera makan penduduk Taiwan yang beragam, dengan konsumsi makanan laut per kapitanya adalah 1,7 kali lipat lebih tinggi daripada peringkat rata-rata dunia. Kondisi ini menjadikan negara ini sebagai satu-satunya potensi pasar terbesar di Asia.

Impor produk perikanan Taiwan juga menunjukkan pertumbuhan tahunan yang stabil di angka 3 persen, dalam beberapa tahun terakhir ini.

Penduduk Taiwan sangat gemar mengkonsumsi makanan laut, membuat permintaan aneka makanan laut bermutu tinggi semakin meningkat. Produk-produk perikanan yang paling banyak diimpor, termasuk dari Indonesia adalah udang, lobster, kepiting dan ikan tuna.

Wakil Walikota Kaohsiung, Yeh Kuang-shih, menjelaskan, Kaohsiung sebagai salah satu kota maritim internasional di Taiwan, memiliki banyak industri perikanannya. Kaohsiung sendiri adalah kota industri terbesar di Taiwan. Yeh Kuang sangat berharap, kerjasama di bidang perikanan bersama Maluku dapat direalisasi setelah kunjungan Gubernur Maluku ke negaranya.

"Saya percaya kita dapat berbagi strategi pengembangan dan diskusi lebih lanjut untuk mempromosikan kejasama potensial ini," katanya.