Popular Post

Total Pengunjung

Kejari Sibolga Musnahkan Barang Bukti Narkotika Bernilai Miliaran Rupiah

Posted by On 23.32.00 with No comments

digtara.com | SIBOLGA - Kejaksaan Negeri Sibolga, memusnahkan barang bukti narkotika, hasil sitaan yang telah berkekuatan hukum tetap di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (12/12/2019), di pelataran geduny Kejaksaan Negeri Sibolga.


Kepala kejaksaan Negeri Sibolga Henri Nainggolan menyampaikan
Barang bukti kasus narkotika yang dimusnahkan sudah berkekuatan tetap sejak sejak tahun 2016 hingga 2019 ini, diestimasi bernilai milyaran rupiah.

"Hari ini barang bukti yang dimusnahkan ganja kurang lebih 154 kilogram, sabu 1,2 kilogram, ekstasi 264 butir," ucap Henri Nainggolan.

Di jelaskan Henri, barang bukti narkotika yang dimusnakan tersebut berasal dari 350 terpidana terbagi atas 127 orang terpidana kasus ganja, 245 orang terpidana sabu sabu dan 4 orang terpidana narkotika jenia ekstasi.

"Kasus penyalahangunaan Narkotika paling banyak berasal dari Tapanuli Tengah karena mungkin perbatasan dengan Madina (Mandailing Natal) itu barangkali, disanalah dapat hampir puluhan-puluhan kilo gram ganja itu,” sebut Henri.

Banyaknya jumlah barang bukti kata Henri, menjadi gambaran kondisi darurat narkoba yang sedang terjadi di Sibolga dan Tapanuli Tengah, apalagi mengingat tingginya persentase perkara narkotika yang sedang bergulir atau mencapai angka 80 persen, dengan sebagian besar para pelaku berada dilingkaran ekonomi lemah.

”Sekarang ini 70 sampai 80 persen itu kasus yang ada di PN (Pengadilan Negeri) yang sedang disidangkan dan kami tangani itu paling banyak narkoba. Rata-rata pelaku orang dengan tingkat ekonomi kebawah,” ujar Henri sembari menyatakan komitmen Kejaksaan yang akan selalu berperang dengan Narkoba.

“Disinilah kami Kejaksaan Negeri Sibolga berkomitmen memberantas narkotika, untuk 2020 kami mulai dari nol jadi tidak adalah lagi barang bukti, kita cuci gudang supaya nanti narkotika ini tidak disalahgunakan orang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Pedagang Ikan di Sibolga Merugi Akibat Virus Hog Cholera

Posted by On 21.54.00 with No comments

digtara.com | SIBOLGA - Penemuan Bangkai babi di salah satu tangkahan di Kota Sibolga yang diduga mati terjangkit virus Hog Cholera berdampak buruk di sejumlah pedagang ikan.

Hal tersebut di akibatkan kekahwatiran masyarakat mengkonsumsi ikan, sehingga membuat omset pendapatan pedagang ikan menurun.

Nirwana Gultom seorang pedagang ikan di Pasar Mina Nauli, Kota Sibolga mengaku, sejak pertengahan November 2019, penjualannya menurun hingga 90%, menurutnya itu disebabkan ada temuan bangkai babi di buang ke laut.

"Menurun kali penjualan kami, harga ikan pun anjlok. Takut masyarakat makan ikan gara-gara Babi yang mati dibuang gitu saja ke laut," kata Ibu Gultom, selasa (10/12/2019)

Keluhan yang sama juga disampaikan Siti Mina Gea, pedagang ikan di jalan Balam ini mengatakan, isu bahaya mengkomsumsi ikan akibat virus Hog Cholera ini awalnya berasal dari luar daerah Sibolga.

"Pertama kali isunya itu dari Medan, katanya gara-gara Babi mati dibuang ke laut. Kalau dimakan ikan, bisa menular katanya penyakit Babi itu ke kita," ucapnya.

Baik Ibu Gultom dan pedagang lainnya berharap agar pemerintah daerah memberikan sosialisasi kepada masyarakat guna menangkal isu yang beredar tentang bahaya penularan virus terhadap ikan.

"Harapan kami ke Pemerintah, bilanglah ke masyarakat, kalau mati Babinya ya ditanam, jangan dibuang ke laut. Lagian, masyarakat jaganlah takut makan ikan gara-gara ada bangkai Babi di laut," tuturnya

Sementara itu, dokter Hewan Ferbrina Sihotang dari Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Peternakan (PKPP) menjelaskan, virus jenis tersebut hanya menjangkit hewan Babi.

Sehingga, isu penyebaran virus Hog Cholera terhadap manusia merupakan kabar bohong.

"Virus Hog Cholera ini hanya melekat pada Babi, tidak berpindah pada manusia. Memang banyak masyarakat yang takut makan ikan, karena ada sebagian Babi yang hanyut di laut dan sungai," tuturnya.

"kekhawatiran itu tidak mendasar, bohong kalau ada yang bilang berbahaya makan ikan karena virus Babi," tambah Febriana kepada sejumlah awak media.

Di samping itu, Kepala Dinas PKPP Sibolga, Binsar manalu juga menghimbau masyarakat pemilik ternak Babi agar tidak membuang bangkai ternaknya selain ditanam.

Dan, meminta kesediaan pemilik ternak memberikan informasi guna diketahui penyebabnya kematian hewan ternaknya.

"Sebaiknya diberi informasi kepada kami, agar kami bisa mencheck apa penyebab kematian ternak Babi. Apakah karna Hog Cholera atau mungkin disebabkan penyakit lainnya," kata Binsar, di acara temu pers.

Untuk menjaga kesehatan hewan ternak, kata Binsar, masyarakat diingatkan untuk peduli terhadap kebersihan kandang serta rutin memberikan vitamin dan suntik vaksin kepada hewan ternak.

"Menjaga kebersihan kandang itu penting, supaya hewan ternak kita sehat dan tidak mudah terkena penyakit," bebernya
Tarif Retribusi Naik 3 kali Lipat, Para Pedagang Pasar di Sibolga Protes

Posted by On 01.39.00 with No comments

digtara.com | SIBOLGA - Para pedagang di pasar Sibolga Nauli mengeluhkan naiknya tarif retribusi yang di tetapkan pemerintah untuk peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sibolga.

"Naiknya retribusi menjadi akan menjadi beban kepada para pedagang di Pasar tradisional Sibolga Nauli ini, selain pendapatan yang kecil, ditambah setoran wajib yang tinggi membuat kami harus putar otak, tak mungkin dagangan ini di naikkan," ujar Pena salah seorang Pedagang.

Penuturan pena yang telah berdagang selama 7 tahun di pasar Sibolga nauli, Retribusi yang harus di keluarkannya dalam 1 minggu sebesar Rp 33.000, - yang meliputi Retribusi tempat yang di bayar perhari sebesar 4 ribu dan Retribusi Kebersihan sebesar 5 ribu per Minggu.

"Kalau aturan yang baru ini, retribusi yang harus kami keluarkan dalam 1 hari dua sampai tiga kali lipat, tentu ini memberatkan," ujarnya.

Disebutkan pena, retribusi yang harus di bayar setiap harinya yakni Retribusi Tempat, yang semula per Tempat di Bayar Rp 4 Ribu, kini di bayar menjadi per meter. Dan Retribusi kebersihan Rp 2 Ribu per hari.

"Kalau tempat yang saya pakai ini lebarnya 4 meter tentu sudah Rp 16 Ribu, lain lagi uang kebersihan 2 ribu, kalau di total per minggunya Rp 126.000 yang harus kami keluarkan selama seminggu," ucapnya.

Selain Pena, Bustanul Arifin pedagang bumbu dapur juga mengelukan kenaikan tarif Retribusi, ia dan pedagang lainnya berharap pemerintah mengkaji ulang kembali kenaikan tarif retribusi tersebut.

" Kami mencoba dulu melayangkan surat tertulis ke Wali Kota, sebagai pembuat Perwal, kemudian ke anggota dewan, kalau memang ada solusi dari mereka bahwa bisa dikaji ulang, kita sadari bahwa retribusi yang di berikan merupakan bentuk sumbangsih kita kepada pemerintah, namun jangan sampai membenani, kami berharap kiranya pemerintah dapat meninjau ulangnya," kata Bustanul.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kadis Perindustrian dan perdagangan (Perindag) Kota Sibolga Hendra Darmalius mengatakan, Perwal yang baru ditetapkan tahun 2019 tersebut, bertujuan untuk meningkatkan PAD Sibolga yang mana tarif retribusi pasar sejak tahun 2012 dinilai berjalan ditempat.

"Jadi hasil pembahasan kami dengan para stakeholder dan Perindag, bahwa 2012 itu tak ada kenaikan, kita diharapkan ada peningkatan PAD, karena adanya peningkatan PAD diharapkan adanya pelayanan untuk dipasar itu ada peningkatan," kata Hendra.

Pihaknya juga menuturkan bahwa kenaikan retribusi tersebut diberlakukan tidak hanya untuk kepentingan pemerintah, melainkan untuk kepentingan masyarakat umum.

"Jadi tidak semata-mata kami naikkan retribusi ini untuk kepentingan pemerintah saja, tapi nanti akan kembali juga ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Sibolga Waspada !

Posted by On 00.55.00 with No comments

digtara.com | SIBOLGA - Pasca ledakan di Mapolrestabes Medan Rabu (13/11/2019) pagi tadi, Pengamanan markas kepolisian di wilayah hukum Sumatera Utara di Tingkatkan.

Seperti hal nya di Polres Sibolga, pengamanan ketat dilakukan oleh petugas yang berjaga terhadap masyarakat yang hendak berkunjung, ini dilakukan untuk mengantisipasi hal serupa terjadi.

Kabag Ops polres sibolga AKP R.Sihombing di dampingi Humas Iptu Ramadhansya Sormin menyampaikan, pengamanan tetap dilakukan tetapi kewaspadaan yang di tingkatkan.

"Pengamanan tetap dilakukan seperti biasa, namun kewaspadaan yang harus di tingkatkan," ucap Kabag Ops.

Polres Sibolga tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berkunjung, dengan insiden yang terjadi di Medan, setiap pengunjung harus mengikuti prosedur yang dilakulan oleh petugas.

"Kita tetap humanis kepada masyarakat, jika masyarakat yang hendak memasuki markas terlebih dahulu kita periksa mengantisipasi hal yang tidak di inginkan," ujarnya.

Sementara itu, Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin menambahkan, polres sibolga di jam - jam tertentu melakukan patroli cipta kondisi di wilayah hukumnya.

"Kita tetap meminta kepada masyarakat sibolga untuk tetap waspada, memperhatikan gerak-gerik orang pendatang yang dicurigai, apabila ada untuk segera melaporkan kepada petugas, untuk dilakukan pendekatan humanis," pintanya.
Warga Blokir Akses Masuk ke TBBM Pertamina Sibolga, Inilah
Penyebabnya...

Posted by On 00.49.00 with No comments

digtara.com | SIBOLGA - Masyarakat di lingkungan IV Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga menutup akses jalan menuju pintu masuk Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Sibolga yang berada di jalan Pari di tutup memggunakan bongkahan batu dan drum bekas.

Aksi penutupan jalan ini dilakukan karena warga merasa kesal, jalan yang mereka lalui rusak karena mobil truk pertamina, ditambah tidak adanya perhatian pertamina Sibolga terhadap kondisi jalan tersebut.

"Kami sudah pernah usulkan ke pihak Pertamina untuk memperbaikinya, tapi oleh pertamina katanya masih di usulkan, kondisi ini sudah berlangsung selama 1 tahun," kata Taty yang merupakan warga sekitar jalan yang rusak tersebut. Selasa (5/11/2019)

Dikatakan Taty, akibat tidak kunjung di perbaiki dan intensitas mobilisasi truk tangki yang sangat banyak, oleh warga aksi pemblokiran dilakukan.

"Pemblokiran ini kami sudah kordinasikan dengan pihak kelurahan, dan jalan ini akan terus kami tutup untuk akses mobil tangki melintas, hingga pihak Pertamina memperbaikinya," kata Taty.

Pemblokiran akses jalan masuk truk tangki Pertamina telah diblokir warga sejak sabtu kemarin. Pemblokiran jalan ini ditanggapi wakil rakyat kota Sibolga Jamil Zeb Tumori. Menurutnya pihak pertamina harus koperatif melihat situasi dilingkungannya, saat warga mulai resa.

"Saya kira pihak pertamina harus memikirkannya, kalau tidak dapat di bangun karena alasan tertentu paling tidak pertamina Sibolga melakukan perawatan," ujar Jamil ketika melihat jalan yang di blokir warga.

Jamil berharap, pihak Pertamina sesegera mungkin mengambil keputusan, agar akses jalan tersebut dapat di lalui mobil tangki pertamina, mengingat jalan pari menjadi akses utama truk menuju terminal tunggu.

Sementara itu, Waldy perwakilan TBBM Pertamina Sibolga menyampaikan, bahwa pihaknya bukan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, soal jalan Pertamina Sibolga telah mengusulkan, namun oleh pertamina regional meminta ada surat dari pemerintah setempat.

"Kita sudah usulkan namun belum bisa di realisasi, karena pihak pertamina di medan minta surat dari pemko, bahwa jalan ini (Jalan Pari-red) diserahkan pengelolahannya kepada pertamina, dan ini lah yang sedang di usahakan," kata Waldy.
Mau Maju Jalur Perseorangan Pilkada Sibolga, Inilah Syaratnya...

Posted by On 22.47.00 with No comments

digtara.com | SIBOLGA - Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Sibolga menetapkan jumlah dukungan masyarakat kepada figur yang hendak Calon kepala daerah kota Sibolga dari jalur perseorangan.

Ketua KPUD Sibolga, Khalid Walid menyampaikan jumlah syarat dukungan jalur perseorangan sebanyak 6.470 KTP dukungan.

"Sesuai PKPU nomor 3 tahun 2017 dan PKPU 15 tahun 2017, syarat minimal dari jalur perseorangan itu sebanyak 10 persen dari jumlah DPT pada pemilu sebelumnya. Kemarin DPT 64.648, kalau 10 persennya sebanyak 6.470, yang tersebar di 3 kecamatan dari 4 kecamatan yang ada," kata Khalid Walid ditemui digtara.com di ruang kerjanya Kantor KPU Sibolga, Jumat (1/11/2019).

Diterangkannya, keabsahan dukungan kepada calon jalur perseorangan di buktikan dengan KTP elektronik dan surat pernyataan yang ditandatangi yang memberi dukungan sesuai formulir isian Model B 1 KWK perseorangan.

"Waktu bagi balon untuk menyerahkan dukungan kepada KPUD Sibolga di mulai tanggal 11 Desember 2019 hingga 5 Maret 2020, kemudian untuk di verifikasi kevalidtan dukungan tersebut," sebutnya.

Verifikasi yang dilakukan KPU, terkait mengantisipasi dukungan ganda, dan Verifikasi ini bagian dari membuktikan bahwa masyarakat secara sadar memberikan dukungannya kepada si Calon perseorangan.

"KPUD sibolga bersama PPK dan PPS akan memverivikasi setiap masyarakat yang memberikan dukungan, hal ini untuk mengantisipasi pemalsuan, jadi kita ingin untuk jalur perseorangan ini murni masyarakat memberikan dukungannya," terang Khalid Walid.