Popular Post

Total Pengunjung

Sudah Periksa 48 Saksi, Kapolda Sumut Janji Segera Ungkap Kasus
Kematian Hakim Jamaluddin

Posted by On 08.23.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin, menegaskan jika pihaknya akan segera mengungkapkan kasus kematian hakim Jamaluddin. Kasus itu sudah bergulir hampir sebulan lamanya, namun terkait pelakunya sampai hari ini masih menjadi misteri.

“Saya janji akan segera kita ungkap. Saya juga punya pengalaman di reserse dan saya pikir kasus ini tinggal sedikit lagi,”ujar Martuani, Senin (23/12/2019).

Martuani enggan membuka hasil kesimpulan sementara mereka terkait kematian Hakim sekaligus Juru Bicara Pengadilan Negeri Medan itu. Namun ia menyebutkan jika penyidik mereka sudah memeriksa sebanyak 48 orang terkait kasus itu.

“Sejauh ini sudah 48 orang. Tersangka belum ada kita tetapkan,”tukasnya.

Seperti diketahui, hakim Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado bernomor polisi BK 77 HD di salah satu jurang di kawasan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara.

Saat ditemukan, jasad hakim Jamaluddin berada di lantai mobil di jajaran kursi tengah. Jasadnya ditemukan dalam kondisi membiru dengan tangan terikat. Polisi menyebutkan kalua hakim Jamaluddin menjadi korban pembunuhan terencana.

[AS]
Polisi Sebut Pembunuhan Hakim Jamaluddin Direncanakan

Posted by On 04.37.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto menyebutkan bahwa pembunuhan terhadap hakim Jamaluddin dilakukan secara terencana. Itu disimpulkan dari hasil analisis smeentara terhadap keterangan saksi dan alat bukti yang ada, serta hasil pemeriksaan laboratorium forensik maupun laboratorium kriminal, dan bukti-bukti lainnya.

"Sudah pasti ini pembunuhan terencana,"kata Irjen Agus saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Sabtu (14/12/2019).

Meski telah menyebut jika kasus pembunuhan itu sebagai pembunuhan berencana, namun Irjen Agus belum mau mengungkapkan lebih jauh siapa saja yang terlibat dalam eksekusi dan perencanaan pembunuhan tersebut.

"Yang lain-lain saya rasa tidak perlu kita ungkap karena itu merupakan kegiatan teknis kita. Semakin terencana suatu kejadian butuh waktu untuk mengungkapkannya,"tukasnya.

Untuk keperluan penyelidikan, sambung Agus, pihak sudah memeriksa setidaknya 29 orang saksi. Mulai dari keluarga, kerabat hingga kolega hakim Jamaluddin. Q

Diberitakan sebelumnya, Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat siang.

Korban yang merupakan Hakim dan juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam.

Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

[AS]
Kematian Hakim Jamaluddin, Polisi Periksa Asisten Korban

Posted by On 04.34.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kematian Jamaluddin, hakim sekaligus Humas Pengadilan Negeri Medan. Salah satu yang diperiksa ada staf Pengadilan Negeri Medan yang menjadi asisten hakim Jamaluddin.

Hal itu disampaikan oleh Humas Pengadilan Negeri Medan, Erintuah Damanik, Senin (2/12/2019).

Erintuah menyebutkan, asisten hakim Jamaluddin dipanggil untuk diperiksa, terkait pengetahuannya akan keseharian hakim Jamaluddin.

"Tadi malam salah satu asisten pak Jamaluddin menelpon saya. Katanya dia dipanggil oleh pihak kepolisian mau ditanya-tanya soal keseharian pak Jamaluddin. Tadi pagi saya ketemu, dan katanya dia sudah diperiksa,"sebut Erintuan seperti dilansir Antara.

Erintuah mengaku juga sudah bertemu dengan penyidik Polda yang menangani kasus itu. Mereka juga menyebut asisten hakim Jamaluddin sudah dipanggil.

"Tadi kita sudah bicara dengan Kasubdit Reskrim, AKBP Maringan Simanjuntak untuk mendapat informasi keseharian pak Jamaluddin di PN Medan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat 29 November 2019 siang.

Korban yang merupakan Hakim dan juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam.

Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi barisan bangku tengah mobil.

Terhadap kasus tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan bahwa korban diduga kuat dibunuh.

[AS]
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kematian Hakim Jamaluddin

Posted by On 03.27.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Polisi telah memeriksa sebanyak empat orang saksi dalam kasus kematian Jamaluddin, hakim sekaligus Humas Pengadilan Negeri Medan.

Hal itu diungkapkan Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan, Senin (2/12/2019).

“Iya benar, sudah 4 orang saksi diperiksa,”kata Nainggolan.

Namun saat dicecar terkait identitas keempat saksi tersebut dan apa yang mereka ketahui terkait kasus itu, Nainggolan mengaku tidak tahu.

"Itu (identitas) yang nggak tahu. Tapi memang sudah ada 4 orang yang diperiksa," ujarnya.

Selain memeriksa sejumlah saksi, kata MP Nainggolan, pihak penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk beberapa di antaranya yang diserahkan ke Laboratorium Forensik (Labfor).

"Untuk CCTV juga sedang di jajaki," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di mobilnya sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat 29 November 2019 siang kemarin.

Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku barisan tengah mobil.

Terhadap kasus tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan bahwa korban diduga kuat dibunuh. Agus bahkan menyebut terduga pelaku orang dekat korban.

[AS]
Hakim Jamaluddin Dikenal Humanis Pada Wartawan

Posted by On 08.58.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Jamaluddin (55), tewas dalam mobilnya di dasar jurang kawasan Kutalimbaru, Deliserdang, pada Jumat 29 November 2019 kemarin. Hakim di Pengadilan Negeri Medan itu  diduga sengaja dibunuh.

Sosok Jamaluddi ternyata meninggalkan kesan tersendiri bagi para wartawan, yang terbiasa berhubungan dengan Jamaluddin.

Seperti dilansir medanbisnisdaily.com, Rama, salah seorang wartawan yang kesehariannya meliput di PN Medan merasa kehilangan sosok Jamaluddin. Ia mengaku hakim Jamaluddin merupakan humas sekaligus hakim yang humanis. Jamaluddin kesehariannya selalu pasti berhubungan dengan para wartawan. Baik di luar ruang kerjanya, maupun di dalam ruang kerja.

"Pak Jamal adalah orang baik. Dirinya selalu memberikan informasi dan konfirmasi kepada wartawan yang membutuhkan perimbangan berita. Selain itu, ia juga kerap bercanda dengan kami para wartawan yang meliput di PN Medan," terang Rama, Jumat (29/11/2019) malam.

 
RUANG KERJANYA KERAP DITONGKRONGI WARTAWAN

Fuad Siregar salah wartawan surat kabar terbitan Medan juga merasa kehilangan sosok Jamaluddin. Menurutnya Jamal tak canggung bila ruang kerjanya ditongkrongi para wartawan yang hanya sekedar bersenda gurau bersama di ruang kerjanya. Akses informasi terkait penulusuran perkara pun, Jamal tak pelit memberikan.

"Kadang sesekali, akses informasi penelusuran perkara yang diatur di Sistem Informasi secara online tidak lengkap. Ketika kita ceritakan keluhan itu, Pak Jamal langsung menelepon staf IT untuk memperbaiki. Pada hari itu juga langsung bisa. Selama menjadi mitra kerja, Pak Jamal saya kenal adalah sosok yang humanis dan baik,"terang Fuad.

Diberitakan, warga menemukan sesosok mayat pria di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado berplat polisi BK 77 HD warna hitam, Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB dengan mengenakan pakaian olahraga yang bertuliskan PN Medan.

Informasi diperoleh, mobil dan korban ditemukan di jurang di areal kebun sawit warga di dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi tangan terikat dan duduk di posisi bangku belakang. Turut ditemukan identitas korban, Jamaluddin, kelahiran Nigan, 20 Maret 1964, warga Perumahan Royal Monaco Blok D No. 22 Medan Johor.

[AS]
Ketua PN Medan Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Hakim Jamaluddin

Posted by On 08.50.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Polisi diminta untuk mengusut tuntas kematian hakim Jamaluddin, yang ditemukan tewas di dalam mobil miliknya di salah satu jurang di kawasan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (29/11/2019) siang.

Permintaan itu disampaikan langsung Ketua Pengadilan Negeri Medan, Sutio Jumagi Akhirno saat mendampingi keluarga hakim Jamaluddin mengikuti proses autopsi jenazah di instalasi jenazah RS Bhayangkara Medan.

"Sesuai dengan harapan keluarga, kami meminta agar ini diusut tuntas. Keluarga Jamaluddin juga saya telepon menghendaki mana baiknya. Karena polisi menghendaki ini ditindaklanjuti untuk diotopsi, keluarga juga sudah setuju," ucap Sutio.

Sutio mengaku terkejut akan insiden tersebut. Ia mengaku baru mengetahui insiden tersebut dari salah seorang stafnya pada sore tadi.

“Awalnya saya tahu dari anak-anak bahwa pak Jamal ditemukan di kebun-kebun di dalam mobilnya indikasi sudah meninggal dunia. Lalu kita telepon ke Polda Sumut, ternyata almarhum sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Lalu kita meluncur kemari. Kita lihat ada jenazahnya di dalam. Jadi apa penyebabnya kita tidak tahu, inilah mau diselidiki oleh pihak kepolisian," ucap Sutio.

Lebih lanjut Sutio menjelaskan, Jamaluddin pada pagi hari itu, memang masuk ke PN Medan sebentar, lalu keluar namun tidak tahu kemana perginya.

"Saya tidak ketemu dengan beliau. Yang ketemu ada tadi teman. Mungkin sebelum jam 8 lah dia tadi pergi," ucapnya.

Sutio juga menjelaskan, di pagi hari itu, PN Medan sedang menggelar acara sosialisasi dan simulasi E-Litigasi. Biasanya di hari Jumat, PN Medan menggelar olahraga. Namun khusus hari Jumat itu, olahraga ditiadakan karena ada acara sosialisasi.

"Di acara sosialisasi tadi, dia tidak masuk lagi didalam," jelasnya.

Saat ditanya apakah ketua PN tahu kasus yang sedang ditangani Jamaluddin beberapa hari terakhirnya ini, Sutio mengaku tidak tahu.

"Saya tidak tahu, mungkin majelisnya yang tahu ya. Saya juga baru dua minggu menjabat sebagai ketua PN Medan," tandasnya.

[AS]
Hakim PN Medan Ditemukan Tewas, Kapolrestabes Medan: Tunggu Hasil
Autopsi

Posted by On 08.45.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Kapolrestabes Medan, Dadang Hartanto meminta semua pihak menahan diri dan tidak berspekulasi terkait kematian hakim Jamaludin. Ia meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“Jangan terlalu cepat menyimpulkan. Kita belum tahu motifnya. Jenazahnya saja masih diautopsi. Kita tunggulah,”sebut Dadang di RS Bhayangkara Medan, Jumat (29/11/2019) malam.

Dadang kembali meminta masyarakat menunggu kesimpulan penyelidikan Polisi saat ditanya soal kemungkinan korban dibunuh, merujuk pada posisi jenazah korban yang ditemukan tewas di barisan kursi tengah mobil. Begitu juga terkait dengan bekas jeratan di leher korban.

"Soal posisi korban memang benar berada di bangku tengah, tapi biarkanlah hasil otopsi nanti yang membuktikan. Jangan lah dulu kita terlalu cepat menyimpulkan, kita tunggu saja hasil otopsinya," tandas Dadang.

Sebelumnya diberitakan, hakim Jamaluddin (55), ditemukan tewas di dalam mobilnya di dasar jurang sedalam 30 meter, di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Rame, Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara pada siang sebelumnya.

Dia diduga dibunuh karena posisi mayat korban ditemukan di bangku barisan tengah mobil Toyota Land Cruiser warna hitam bernomor polisi BK 77 HD itu. Apalagi belakangan ditemukan luka membiru di leher korban, yang diduga bekas jeratan.

Kini jenazah korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Proses autopsi terhadap jenazah korban sudah dimulai. Hasil autopsi nantinya akan mengarahkan Polisi untuk menyelidiki kasus kematian tersebut.

[AS]