Popular Post

Total Pengunjung

Festival Danau Toba 2019 Resmi Dibuka

Posted by On 03.05.00 with No comments

digtara.com | SIMALUNGUN – Festival Danau Toba (FDT) 2019 secara resmi dibuka, Senin (9/12/2019) sore.

Pembukaan FDT ke-7 ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Pembukaan ditandai dengan penabuhan alat musik gondang sembilan di Open Stage, Parapat, Kabupaten Simalungun.

Gelaran yang pada tahun ini mengambil tema “Inspiring Toba” itu, dimeriahkan atraksi seni budaya berbagai suku di Provinsi Sumatera Utara.

Hadir dalam pembukaan itu, Direktur Utara Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Ari Prasetyo, Bupati dan Wakil Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih dan H Amran Sinaga, Wali Kota Pematangsiantar H Hefriansyah, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Pemprov, dan kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba.

Edy Rahmayadi berpesan kepada kepala daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah di kawasan Danau Toba untuk menjaga keindahan kaldera terbesar di dunia itu.

Dikatakannya, orang datang ke kawasan Danau Toba untuk melihat danau. Karena itu bangunan-bangunan di pinggirannya perlu diperhatikan keberadaannya.
FDT DISAKSIKAN DUNIA

Dia juga berpesan supaya menjadikan FDT kegiatan yang gegap gempita, penuh kegembiraan dan disaksikan pengunjung dari dunia.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut, dr Ria Telaumbanua sebagai ketua panitia, melaporkan pelaksanaan even FDT telah dimulai dengan berbagai kegiatan di daerah kawasan Danau Toba. Puncaknya, FDT tahun 2019, dipusatkan di Parapat selama empat hari, 9-12 Desember 2019 dengan kegiatan seni budaya, dan hiburan.

“Kita sudah melaksanakan beberapa kegiatan seperti festival solo, kayak, penanaman pohon, pembersihan kawasan Danau Toba, FGD Geopark dan lari 10 K. Untuk hari, kegiatan yang dilaksanakan adalah Tari Kolosal Saoan, Koor Raksasa, Rekor Muri seni melipat kain Bulang Sulappei, fashion show Etnic (Designer Lokal) dan tari Kolosal Multi Etnis," sebutnya.
PEMECAHAN REKOR MURI

Untuk pemecahan rekor Muri, Ria menambahkan bahwa itu punya satu tujuan, yakni melestarikan ulos Simalungun itu. Sebab, saat ini Bulang Sulappei sudah sangat jarang digunakan masyarakat setempat, bahkan hampir punah.

"Makin sedikitnya masyarakat yang mengenakan ulos itu, makin sedikut pula yang menenun. Pemerintah khawatir, jika hal ini berlangsung terus menerus, bisa jadi generasi penerus makin tak mengenal Bulang Sulappei," terangnya.

FDT merupakan kegiatan tahunan Dinas Pariwisata Pemprov Sumut yang pelaksanaanya diadakan di delapan kabupaten kawasan Danau Toba secara bergiliran. Tujuannya, mengenalkan, mempromosikan Danau Toba sebagai KSPN dengan harapan jumlah pengunjung terus meningkat.

[AS]
FDT 2019 Bakal Dimeriahkan Pemecahan Rekor Muri

Posted by On 05.45.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Festival Danau Toba (FDT) tahun 2019, akan digelar di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, 9-12 Desember 2019 mendatang.

Pelaksanaan FDT tahun ini diklaim akan jauh lebih meriah. Khususnya karena akan dimeriahkan oleh atraksi yang memecahkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MRI). Yakni rekor penggunaan Bulang Sulappei terbanyak.

Bulang Sulappei adalah tudung kepala perempuan yang terbuat dari kain tenun Simalungun. Ditargetkan akan ada 1.000 orang yang akan terlibat dalam pemecahan rekor MURI tersebut, temasuk para wisatawan.

“Tidak hanya sekadar dipakai, pada saat bersamaan. Juga ada atraksi seni melipat kain Bulang Sulappei,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua, Kamis (5/12/2019).

Pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei dipilih dalam rangkaian FDT karena kain tenun asal Simalungun ini sudah jarang digunakan. Hal tersebut juga dilakukan guna melestarikan budaya asli Simalungun.

“Jadi FDT ini juga tujuannya menunjukan budaya asli daerah. Jadi ini yang bisa dilakukan masyarakat atau wisatawan untuk mengenal kebudayaan Simalungun,” kata \.Ria yang didampingi Ketua Panitia FDT 2019 Rismaria Hutabarat dan Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut M Ikhsan.

Pelaksanaan FDT 2019, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI, Badan Otorita Danau Toba, 8 Kabupaten di kawasan Danau Toba, serta para stakeholder pariwisata dan budaya, akan diselenggarakan di Parapat, Simalungun, di pinggiran Danau Toba.

Festival  dengan berbagai aktivitas dan diselenggarakan di beberapa lokasi baik di Open Stage, Pantai Bebas dan Convention Hall Pora-pora, bahkan di Kabupaten lainnya, direncanakan dihadiri Menteri Pariwisata RI, 8 Bupati sekawasan Danau Toba, Forkopimda, Anggota DPR RI/DPRD, Organisasi Perangkat Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat baik dari Provinsi Sumut dan Kabupaten se kawasan Danau Toba, dan peserta dari provinsi lainnya, dan  dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

 
INSPIRING DANAU TOBA

Menurut Ria, festival kali ini mengusung tema “Inspiring Danau Toba”, yang bermakna, bagaimana seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat bisa bekerja sama, berinspirasi, membuat ide, buah pikiran, gerak hati, kreatifitas terhadap pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Serta kesiapan semua pihak bahwa pada  September tahun 2020 di Jeju Korea Selatan kita akan menerima sertifikat UNESCO Global Geopark, dan ke depannya Danau Toba menjadi destinasi Pariwisata bertaraf Internasional berbasis Geopark,” paparnya.

Selain pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak, menurut Ria, ada banyak acara yang akan digelar untuk memeriahkan festival. Di antaranya, Lomba Ucok Butet, Koor Raksasa, Tari Kolosal Saoan, Tari Kolosal Multi Etnik, Pelepasan Balon dan Lampion, Hiburan Rakyat, Lomba Paduan Suara, Lomba Solubolon, Lomba Fotografi, Lomba Vokal Grup, Pameran UKM dan lainnya.

Tidak hanya kegiatan seni dan budaya saja. Ada agenda lomba lari 10K yang pesertanya tidak hanya berasal dari dalam negeri. Hal ini tentu akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Toba pada saat FDT berlangsung.

“Dari agenda-agenda FDT yang ada, kita harapkan wisatawan mancanegara meningkat jumlahnya, wisatawan domestik juga diharapkan banyak jumlahnya,” ujar Ria.

[AS]