Popular Post

Total Pengunjung

Banjir di Tebingtinggi, Ratusan Rumah di Kecamatan Bajenis Terendam Air

Posted by On 06.06.00 with No comments

digtara.com | TEBINGTINGGI – Sebanyak 223 rumah di Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi terendam banjir, Senin (16/12/2019).

Ratusan rumah itu berada di Perumahan Purnama Deli. Air yang menggenang berketinggian antara 30-50 centimer.

Camat Bajenis, Zulimansyah, akibat banjit tersebut, umumnya warga tidak bisa melakukan aktivitas memasak di rumahnya. Sehingga  warga secara bergotongroyong membangun dapur umum.

"Air masuk ke  perumahan ini berasal dari luapan Sei-Sibarau yang berada di perumahan dan bermuara di Sei Padang," katanya.

Untuk sementara bantuan makanan sudah diterima dari Pemkot Tebing Tinggi melalui Dinas Sosial dan BPBD, serta bantuan dari Parpol juga PMI untuk meringankan beban masyarakat.

Sementara Kadis Kesehatan Tebing Tinggi dr.H.Nanang Fitra Aulia.Sp.PK yang langsung turun ke lapangan mengatakan saat ini yang diperlukan warga selain makanan tentunya air bersih.

Pasca banjir biasanya yang datang adalah penyakit gatal-gatal pada kulit, dan pihaknya menganjurkan warga yang terkena gatal-gatal langsung saja berobat ke puskesmas terdekat tempat tinggal .

Dikatakan sejak pagi petugas kesehatan ada mengevakuasi dua pasien karena rumahnya terkepung banjir, padahal pasien itu sebelumnya baru menjalani opname di rumah sakit.

"Jadi sedikit mengalami stres, karena gak bisa apa-apa.  Sudah kita tangani, dan Alhamdulillah baik-baik saja, "tukasnya.

[AS]
Warga Kembali Temukan Bangkai Babi di Sungai Padang

Posted by On 16.32.00 with No comments

digtara.com | TEBINGTINGGI – Warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Padang, Kota Tebingtinggi, dihebohkan dengan penemuan kembali bangkai  babi di aliran sungai yang membelah kota tersebut.

Sultan Galip (22) warga setempat yang pertama kali melihat bangkai babi itu mengatakan, saat itu ia sedang mencari cacing di pinggiran Sungai Padang, tepatnya di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Saat berada di bendungan yang banyak sampah tersangkut, dia melihat bangkai babi ukuran sangat besar dan hampir membusuk tersangkut di tumpukan sampah.

“Kami pikir awalnya batang kayu,”sebut Sultan.

Penemuan bangkai babi itu kemudian dilaporkan kepada kepala lingkungan setempat. Sultan dan warga lainnya berharap agar segera menyampaikan kepada tim yang dibentuk pemkot melalui kelurahan, untuk segera mengevakuasi bangkai babi tersebut.

“Dikhawatirkan bangkai babi yang diperkirakan sudah 3-4 hari terendam itu akan pecah perutnya dan menimbulkan pencemaran,”tandasnya.

[AS]
Bangkai Babi Mengambang di Sungai Padang

Posted by On 00.35.00 with No comments

digtara.com - TEBINGTINGGI - Seekor bangkai babi yang berukuran besar dengan beratnya lebih kurang 80 kilogram,Jumat pagi (6/12)sekitar pukul 08:00 Wib, ditemukan mengambang di areal tumpukan sampah aliran Sungai Padang, tepatnya di Jalan Kebun Buah, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, kota Tebingtinggi.

Seperti pantauan di lokasi, Menurut keterangan saksi Sultan Galip (22) warga sekitar lokasi kepada wartawan mengatakan,pagi itu dirinya sedang mencari cacing di pinggiran aliran sungai padang,tepatnya di sebuah bendungan yang di penuhi tumpukan sampah dirinya melihat seekor bangkai babi yang tersangkut, merasa curiga dirinya langsung mendekati bangkai tersebut,sesampai di lokasi di lihatnya ternyata seekor bangkai babi yang sudah hampir membusuk tersangkut di tumpukan sampah.

"Melihat kejadian ini dirinya langsung melaporkan kepada kepala lingkungan,supaya bangkai babi tersebut segera dievakuasi karena dikhawatirkan bangkai babi yang di perkirakan sudah 3-4 hari terendam air dan sudah membesar, takutnya perut bangkai babi pecah dan bisa mencemari lingkungan terutama ikan-ikan yang ada di dalam air," ucap Sultan Galip.

Sampai pukul 13.30 Wib,tak ada satu pun Dinas terkait khususnya dinas pertanian kota Tebingtinggi yang turun untuk mengevakuasi bangkai babi tersebut, seolah-olah dinas terkait di duga tidak mau tanggap dengan adanya penemuan bangkai babi yang sudah sangat meresahkan warga.

Akhirnya warga setempat langsung mengambil tindakan sendiri dengan cara turun ke sungai dan menarik bangkai babi ke tepi sungai,dan selanjutnya warga langsung mengubur bangkai babi tersebut.

Saat hendak dikonfirmasi Wartawan melalui Via Seluler, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas BPBD, tidak mengangkat telepon, namun Camat Rambutan Kota Tebingtinggi, Hasbie Asidiqqi, saat di hubungi melalui Via Seluler, mengatakan benar ada bangkai babi di aliran sungai di daerah Kecamatan saya, namun kita tidak tahu apakah tim dari Dinas Pertanian dan BPBD sudah turun meninjau dan mengevakuasinya.
14 Ekor Bangkai Babi Ditemukan di Aliran Sungai Padang

Posted by On 07.05.00 with No comments

digtara.com | TEBINTINGGI – Sebanyak 14 ekor bangkai babi ditemukan di alirang Sungai Padang, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Sabtu (23/11/2019).

Bangkai babi itu diduga mati akibat terpapar virus Hoc Cholera atau Kolera Babi.

Camat Padang Hilir, Ramadhan Pulungan, menyatakan bahwa penemuan bangkai babi pertama kali diketahui oleh seorang warga yang mencium bau busuk di sekitar sungai.  Penemuan itu kemudian dilaporkan ke pihak Kecamatan dan Polsek setempat.

“Awalnya ditemukan sepuluh ekor bangkai babi tersangkut di akar pohon. Setelah dilakukan penyususuran di sepanjang sungai, ditemukan kembali empat ekor bangkai babi. Seluruh bangkai babi tersebut kemudian dievakuasi dan dikubur di sekitar lokasi penemuan,”sebut Ramadhan.

Ramadhan mengaku hingga saat ini pihaknya belum mengetahui siapa yang sengaja membuang babi tersebut. Polisi pun kini sedang menyelidiki pembuang bangkai babi tersebut. “Kita harap pelakunya segera tertangkap,”tukasnya.

Sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Peternakan Kota Tebing Tinggi menyebutkan ada 24 kasus kematian babi yang disebabkan Virus Kolera Babi. Namun jumlah itu kemungkinan akan bertambah, karena banyak peternak babi yang tidak melaporkan kematian ternaknya.

Untuk mengantisipasi bangkai babi yang dibuang sembarangan, Pemerintah Kota Tebingtinggi telah menyiapkan lahan untuk mengubur babi yang mati.

Saat ini, Kota Tebingtinggi menjadi salah satu daerah endemik Virus Kolera Babi. Selain Tebingtinggi, ada 15 kabupaten-kota lainnya di Sumatera Utara yang mengalami kondisi serupa.

Pemerintah daerah yang di 15 kabupaten/kota tersebut, bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sudah melakukan beragam upaya agar tak lagi ada bangkai babi yang dibuang. Termasuk memberikan vaksin kepada ternak babi warga, dan membantu penguburan ternak babi warga yang mati akibat Kolera Babi.

[ERWAN/AS]