Popular Post

Total Pengunjung

Kecelakaan Beruntun di Tol Medan-Tebingtinggi, Satu Orang Tewas

Posted by On 08.18.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Kecelakaan beruntun terjadi di KM 59 ruas tol Medan-Tebing Tinggi. Tepatnya di dekat pintu Tol Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu (25/12/2019) malam.

Akibat insiden tersebut, tiga orang menjadi korban. Satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan dua lainnya kini kritis dan telah dilarikan ke rumah sakit.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan, kecelakaan terjadi antara lima kenderaan yang tengah melaju di jalur tol.

Kecelakaan itu dipicu mobil pikup yang oleng dan menghantam pembatas jalan. Itu terjadi setelah mobil pikup itu mengalami pecah ban.

“Di waktu bersamaan Mobil Avanza menghantam Mobil Pick Up tersebut diikuti Mobil Inova, Ambulance beserta Mobil Bus turut menghantam Mobil di depannya,”sebut Tatan.

Saat ini kata Tatan, petugas gabugan dari Kepolisian, SAR dan juga petuas penyelamat dari Jasa Marga sudah berapa di lokasi untuk melakukan pengamanan.

“Personel dan peralatan sudah kita turunkan ke lokasi kejadian. Tim saat ini sedang melakukan olah TKP. Arus lalulintas tadi sempat tersendat, tapi kini sudah kembali normal,”tandasnya.

[AS]
RS Bhayangkara Medan Kembali Terima Tiga Pasien Keluarga Miskin Atensi
Kapolda Sumut

Posted by On 16.29.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - RS Bhayangakara Medan kembali menerima sebanyak tiga orang pasien yang menjadi atensi Kapolda Sumatera Utara. Ketiganya berasal dari keluarga miskin.

Pasien pertama adalah AF alias Arsy (1). Bayi malang asal Belawan, Kota Medan yang didiagnosa mengalami invaginasi (intussusepsi) pasca operasi colostomi yang pernah dialami bayi malang tersebut.

Arsy lahir secara normal dengan berat badan 3500 gram. Pada umur 3 bulan, ia diberi makan oleh orangtuanya sehingga membuat perut Arsy membengkak. Kala itu orangtuanya sempat mengurut perut sang bayi hingga akhirnya Arsy terpaksa dioperasi. Sayangnya, penanganan terhadap Arsy tidak dituntaskan orangtuanya karena masalah biaya. Penyakitnya pun semakin parah.

Pasien kedua adalah Syahlan (32), warga Kabupaten Batubara. Syahlan didiagnosa mengalami pembusukan kaki akibat luka yang dialaminya pasca-kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu.

"Untuk pasien yang mengalami pembusukan kaki ini sudah dilakukan tindakan operasi amputasi. Sedangkan untuk bayi Arsi, masih dilakukan observasi untuk segera mendapatkan tindakan,"kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (3/12/2019) malam.

Sedangkan pasien ketiga adalah Agus Salim (26), warga Belawan, Kota Medan. Agus didiagnosa mengalami Gastroenteritis dan dehidrasi berat.

Itu terjadi setelah air seni keluar merembes melalui bekas luka operasi batu empedu yang dialaminya beberapa waktu lalu.

"Untuk pasien atas nama Agus ini juga sedang dilakukan observasi untuk segera dilaksanakan tindakan,"terang Tatan.

Selain ketiga pasien ini, lanjut Tatan, Kapolda Sumut juga sudah memberikan pengobatan gratis kepada puluhan pasien miskin lainnya di seluruh wilayah Sumatera Utara. Para pasien dirujuk ke RS Bhayangkara Medan dan RS Bhayangkara Tebingtinggi.

Ini sebagai bentuk kepedulian sosial Kapolda Sumut serta Polri akan kondisi masyarakat miskin yang kesulitan mendapatkan perawatan medis. Ini menjadi bagian dari bakti Polri disamping menjalankan tugas-tugas penegakkan hukum di masyarakat.

"Mereka akan dirawat sampai benar-benar sembuh. Seluruh biaya ditanggung Kapolda Sumut,"tandasnya.

[AS]
Mulai Pulih, Korban Bom Mapolrestabes Medan Tinggalkan Rumah Sakit

Posted by On 05.26.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Enam orang yang mengalami luka-luka akibat ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu 13 November 2019 lalu, kini mulai membaik. Mereka pun telah diperbolehkan pulang oleh tim dokter RS Bhayangkara Medan, yang merawat mereka secara intensif sepekan terakhir.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan, enam orang korban yang mengalami cedera itu yakni empat orang anggota Polri dan dua orang warga masyarakat.

“Keenam korban itu diperbolehkan pulang karena kesehatan mereka sudah mulai membaik,”sebut Tatan, Selasa (19/11/2019).

Keenam korban yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan yakni Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Abdul Mutolib; Kasubag Bin Ops Polrestabes Medan, Kompol Sarponi; dan dua staf Propam Polrestabes Medan,  Aipda Deni Hamdani dan Brigadir Juli Chandra.

Lalu dua orang warga sipil, yakni Richard Purba, pegawai Honor Lepas (PHL) Polrestabes Medan, dan Ikhwan Muliadi, masyarakat yang sedang mengurus SKCK di Polrestabes Medan.

Polisi, lanjut Tatan, telah menetapkan 30 orang sebagai tersangka terkait dengan kasus bom di Mapolrestabes Medan.

Sebelumnya jumlah tersangka kasus bom bunuh diri itu sebanyak 26 orang, namun ada penambahan 4 orang lagi tersangka. Keempatnya ditangkap Densus 88, Senin, 18 November 2019 malam di wilayah hukum Polrestabes Medan.

[AS]