Popular Post

Total Pengunjung

Ditinggal Istri ke Sawah, Seorang Buruh Bangunan di Sergai Tewas
Gantung Diri

Posted by On 02.02.00 with No comments

digtara.com | SERGAI – Seorang buruh bangunan berinisial AN (42) ditemukan tewas di rumahnya pada Sabtu (21/12/2019).

Warga Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, itu tewas dengan posisi leher tergantung seutas tali nilon yang terikat ke plafon di dapur rumahnya.

Kapolsek Bandar Khalifah, AKP Leo Sembiring saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut Leo, jika melihat dari kondisi fisiknya saat ditemukan, korban diduga sengaja bunuh diri.

"Kondisi korban tergantung dengan lidah terjulur. Dari tubuh korban kita juga tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan,"sebut Leo.

Leo menyebutkan, berdasarkan keterangan istri korban, diketahui bahwa korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sekitar pukul 08:30 WIB pagi tadi.

“Jadi tadi korban ditinggalkan istrinya pergi ke sawah. Sekitar pukul 07:30. Saat itu korban sedang menonton televisi. Begitu istri korban pulan, korban sudah ditemukan dalam posisi tergantung,”sebutnya.

[caption id="attachment_41277" align="aligncenter" width="700"]Ditinggal Istri ke Sawah, Seorang Buruh Bangunan di Sergai Tewas Gantung Diri Polisi saat memeriksa kondisi fisik AN. Korban ditemukan tewas gantung diri di plafon dapur rumahnya (net/geosiar)[/caption]

Leo mengaku Polisi tidak melanjutkan penyelidikan atas kematian korban AN. Itu karena pihak keluarga menolak dilakukannya autopsy terhadap jasad korban dan menyatakan sudah menerima akan kematian korban.

“Jadi tadi setelah mayatnya kita turunkan, korban langsung kita serahkan ke keluarganya untuk disemayamkan dan dimakamkan,”tandasnya.

[AS]
Seorang Remaja Meregang Nyawa Pakai Tali Nilon di Kamarnya

Posted by On 20.03.00 with No comments

digtara.com | SIMALUNGUN - Seorang remaja berinisial DSN (16) warga Kec.Bandar Kab.Simalungun harus meregang nyawa dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon di dalam kamarnya. Peristiwa terungkap berawal saat Sabtu tgl (23/11) sekira Pukul 18.50 Wib.

BabhinKamtibmas Aiptu U.Manulang mendapat informasi dan memberitahukan kepada Kapolsek Perdagangan bahwa di Huta IV Nagori Pematang Kerasaan Kec.Bandar Kab.Simalungun telah di temukan mayat seorang wanita di bawah umur diduga gantung diri di dalam kamar rumah.

Saat petugss tiba di TKP, korban suda diturunkan dari disemayamkan di ruang tamu

Dari keterangan orangtua korban Robi Sugara menerangkan bawah saat itu ia baru pulang dari kerja melihat kamar korban dalam keadaan tertutup, kemudian ia bertemu dengan saudara Tiri Korban Dewi dan Saudara tiri Laki-laki Parel yang berusaha membuka pintu kamar korban.

Namun pintu kamar korban dalam keadaan terkunci, kemudian robi bersama Saudara tirinya berusaha mengetuk pintu dan memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar merasa ada yang tidak beres saksi keluar rumah melihat dari jendela dan melihat korban dalam keadaan tergantung.

Spontan saksi menjerit dengan mengatakan “Pak Kakak gantung diri”.

Kapolsek Perdagangan AKP Spendi SH.MH membenarkan kejadian tersebut dan murni gantung diri sebab tidak ada terlihat tanda tanda kekerasan saat divisum .

“Sementara itu pihak keluarga meminta agar tidak dilakukan outopsi terhadap Korban,” sebut Supendi.
Penderita Diabetes di Kupang Tewas Gantung Diri

Posted by On 03.35.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Seorang ibu rumah tangga berinisial MK alias Maria (45), warga RT 01/RW 01 Dusun I, Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas dengan posisi tergantung di plafon dapur rumahnya pada Minggu (24/11/2019) siang.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh sang suami, Elkana Bate (47). Saat itu ia baru bangun tidur dan hendak mengambil sesuatu di dapur.

Elkana bersama anaknya, Desri Bate (30) kemudian melaporkan kejadian itu ke Kepala Dusun. Kepala Dusun kemudian berkoordinasi dengan Polisi dan petugas kesehatan untuk mengevakuasi jasad korban.

Kasubbag Humas Polres Kupang, Iptu Ambru Ichsan membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini Polisi tengah menyelidiki motif dibalik aksi bunuh diri tersebut.

"Menurut pemeriksaan luar yang dilakukan oleh perawat Puskesmas Takari bahwa tidak ditemukan luka bekas penganiayaan dan tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga dipastikan korban murni meninggal karena gantung diri," tandasnya.

Korban juga memiliki riwayat penyakit diabetis (gula darah) dan pernah berobat di RSU Siloam Kupang beberapa waktu lalu.

"Kuat dugaan korban melakukan gantung diri karena stres akan penyakit  diabetis yang sudah lama dideritanya dan tak kunjung sembuh," tambahnya.

Pada Minggu pagi korban masih berkativitas seperti biasa dengan suami dan anak-anaknya. Tidak dan tidak ada firasat dari keluarga kalau korban akan mekukan aksi nekatnya.

Sejumlah tetangga korban pun memgakui bahwa selama ini korban dan suaminya tidak pernah terlibat pertengkaran dan selalu hidup rukun dan damai.

Suami, anak-anak dan orang tua korban menerima kematian korban adalah musibah dan dibuatkan surat pernyataan penolakan autopsi.

Jenasah korban pun dimandikan dan disemayamkan dirumah duka sambil menunggu proses pemakaman.

[AS]
Mardiaz Sebut Belum Tahu Ada Bomber Yang Kabur Saat Ledakan di
Mapolrestabes Medan

Posted by On 07.55.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Waka Polda Sumatera Utara, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mengaku belum mengetahui adanya pelaku bom bunuh diri (bomber) lain yang kabur saat terjadinya ledakan di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) pagi tadi.

Hal itu disampaikan Mardiaz saat dimintai tanggapannya terkait pernyatan Menko Polhukam, Mahfud MD, yang menyebut ada satu bomber yang kabur saat ledakan terjadi.

“Oh untuk itu kita belum tahu. Kita masih mengumpulkan rekaman CCTV (kamera pengintai) yang ada di lokasi ledakan. Kita belum tahu,”sebut Mardiaz di RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/11/2019) malam.

Sejauh ini, lanjut Mardiaz, pelaku bom bunuh di Mapolrestabes diketahui berjumlah satu orang. Meski begitu Polisi terus melakukan pengembangan, karena memang ada indikasi pelaku lain yang terlibat dalam aksi bunuh diri itu.

“Ini kita sekarang sedang mengejar imamnya. Pemimpinnya si RMN alias Dede, pelaku bom bunuh diri itu. Identitas imamnya sudah kita ketahui, dan ini sedang dilakukan pengejaran,”tandas Mardiaz.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan masih ada satu orang lagi yang diduga pelaku pengeboman Mapolrestabes Medan. Pelaku disebut berhasil melarikan diri. Aparat pun kata Mahfud masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Penanganan soal bom yang saat ini sudah diketahui pasti korban jiwa ada satu pelaku, dan 4 aparat kita dari polisi yang satu dari orang biasa luka-luka. Yang satu bombernya lari dan masih pengejaran,”sebut Mahfud.

[AS]
Kabid Humas Poldasu: Sebelum Ledakkan Diri, Pelaku Sempat Dicurigai
Petugas

Posted by On 20.39.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Polisi sempat mencurigai pelaku sebelum melakukan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan, Polisi yang bertugas piket di depan pintu masuk Polda sempat memeriksa pelaku karena gerak-geriknya mencurigakan.

"Saat hendak masuk dia berdiri sendiri di depan pintu sambil membawa ransel. Lalu petugas kita menanyakan dia mau kemana, dan katanya mau urus SKCK,"sebut Tatan.

Polisi yang curiga kemudian meminta pelaku melepas jaket berlogo apliasi ojek online yang digunakan pelaku. Polisi pun sempat memeriska isi ransel pelaku dan tidak menemukan barang-barang mencurigakan.

"Lalu petugas kita karena memang sedang ganti jadwal piket. Memperbolehkan pelaku masuk. Lima menit kemudian terdengar ledakan cukup kuat,"tukas Tatan.

Tatan mengkonfirmasi bahwa ledakan terjadi pukul 08:40 WIB. Polisi belum bisa memastikan jumlah pelaku, karena masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara. Namun satu pelaku sudah berhasil mereka ketahui.

"Saat ini tim kita masih bekerja dan kita tunggu supaya tidak mendahului,"tandasnya.
Kepala Desa di Deliserdang Tewas Penuh Luka di Rumah Pendeta

Posted by On 03.37.00 with No comments

digtara.com | DELISERDANG – Reli Kemit (57), Kepala Desa Tengkuhen, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, tewas di dalam kamar mandi salah satu rumah di Komplek Perumahan Taman Permata Surya, Jalan Eka Surya, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara pada Minggu (10/11/2019).

Reli Kemit tewas dengan posisi terduduk di atas kloset kamar mandi, di rumah yang diketahui milik salah seorang pendeta di Gereja Santapan Rohani Indonesia (GSRI) bernama Gayus Bangun.

Ia tewas dengan luka bekas tikaman senjata tajam di bagian dada, perut serta luka bekas sayatan di lehernya. Bahkan golok yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban, masih menancap di dada sebelah kirinya.

Kapolsek Delitua, AKP Dolly Nainggolan, kematian korban terungkap setelah asisten rumah tanggan Gayus Bangun, melaporkan jika korban Reli Kemit yang saat itu tengah menginap di rumah tersebut, tak kunjung keluar dari kamar mandi.

[caption id="attachment_37402" align="aligncenter" width="700"]Kepala Desa di Deliserdang Tewas Penuh Luka di Rumah Pendeta Korban saat diidentifikasi oleh petugas Inafis Kepolisian (ist)[/caption]

Gayus yang mendapatkan laporan lalu menghubungi kepala dusun untuk memeriksa laporan tersebut. Sang kepala dusun dibantu seorang warga kemudian mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan korban sudah tak bernyawa dengan penuh luka.

“Kita menerima laporan kasus ini sekitar pukul 11:30 WIB tadi. Jam 12 saya bersama Camat Delitua langsung turun ke lokasi melihat langsung mayat tersebut. Korban tewas dengan 5 luka di bagian dadanya,”sebut Dolly.

Usai diperiksa Tim Inafis, mayat korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi. Dari pemeriksaan saksi-sakisi, dugaan sementara korban sengaja bunuh diri karena tertekan dengan persoalan keluarganya.

[caption id="attachment_37401" align="aligncenter" width="700"]Kepala Desa di Deliserdang Tewas Penuh Luka di Rumah Pendeta Barang bukti golok yang digunakan korban untuk bunuh diri (ist)[/caption]

“Dugaan sementara bunuh diri. Diakibatkan tekanan dari pihak keluarga lantaran korban lagi proses perceraian oleh isteri. Korban memang sedang tinggal sementara di rumah pendetanya yang merupakan pemilik rumah ini, atas nama Gayus Bangun,”sebut Kapolsek.

[AS]
Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Gantung Diri di Halte Bus

Posted by On 03.07.00 with No comments

digtara.com | BINJAI – Seorang pria paruh baya ditemukan tewas dengan posisi leher tergantung di plafon halte bus yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta,  Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (5/11/2019).

Pria bernama Amir Syam (57), warga Kramat Sawah, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta itu, diduga depresi dan sengaja mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Amir, salah seorang warga yang kala itu melintas di halte tersebut.  Saat ditemukan, leher korban terjerat dengan tali tambang,”sebut Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, Selasa (5/11/2019).

Polisi kata Siswanto, sudah mengevakuasi jenazah tersebut ke RSUD Djoelham, Binjai. Sejauh ini tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban.

“Dugaan sementara bunuh diri. Tidak ada tanda kekerasan. Kita juga menemukan catatan yang menjelaskan kekecewaannya terhadap keluarganya,”tandas Siswanto.

[AS]