Popular Post

Total Pengunjung

Pemprov Sumut Berencana Bangun Rusun Untuk Nelayan di Belawan

Posted by On 04.42.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana membangun rumah susun (rusun) khusus untuk para nelayan. Rusun itu rencananya akan dibangun di kawasan Belawan, Kota Medan.

Rencana itu diungkapkan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi usai berdialog dengan para nelayan Pantai Timur Sumatera Utara di Belawan, pada Senin siang tadi. Dialog itu merupakan bagian dari peringatan Hari Nusantara ke-20.

"Pemprov Sumut akan mengkaji lebih dalam soal pembangunan rusun ini sesuai yang diharapkan nelayan,"sebut Edy.

Menurut Edy, pembahasan akan dilakukan bersama pemangku kepentingan lainnya.

"Pembangunan rusun sederhana memang perlu dipertimbangkan dengan perhitungan antara lain semakin banyak penduduk yang bertempat tinggal di sekitaran laut," katanya.

Dia menegaskan, pelibatan pemangku kepentingan karena harus melihat dan memastikan apakah dana pembangunan itu bisa dari APBD Sumut atau APBN.

Termasuk perlu dipertimbangkan lokasi rusun yang tidak mengganggu lingkungan dan konsep rusun itu.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Sumut Ida Mariana menegaskan pihaknya akan segera mempelajari rencana pembangunan rusun sederhana itu.

"Permintaan nelayan atas rusun akan dibahas sesuai instruksi Gubernur Sumut," katanya.

[AS]

 
Bertemu Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut: Kami Ini Pembantu Gubernur

Posted by On 03.03.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin, bersilaturahmi dengan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Kota Medan, Senin (23/12/2019).

Martuani yang hadir bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, disambut oleh Edy Rahmayadi dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina, bersama para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur.

Silaturahmi dimulai dengan ucapan selamat datang dari Gubernur Edy Rahmayadi. Kemudian, dilanjutkan dengan memperkenalkan satu per satu jajaran OPD Pemprov Sumut. Edy mengungkapkan rasa senang menerima kunjungan dari Kapolda. “Tadi beliau menghubungi dan bilang akan datang, saya katakan dengan senang hati akan saya tunggu,” tutur Edy Rahmayadi.

Berikutnya, Kapolda Martuani Sormin pun menyampaikan sambutan. Martuani menyampaikan, tujuan kunjungan ini adalah untuk bersilaturahmi dan mempererat jalinan hubungan baik. Seperti Gubernur, Martuani juga memperkenalkan diri dan rombongan yang datang bersamanya.

[caption id="attachment_41479" align="aligncenter" width="700"]Bertemu Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut: Kami Ini Pembantu Gubernur Irjen Martuani Sormin menegaskan komitmennya untuk fokus memberantas peredaran narkoba di Sumut (ist)[/caption]

“Kami merasa terhormat diterima di sini, tempat yang menentukan pembangunan Sumut. Sebetulnya, kami ini adalah pembantu Gubernur juga. Di dalam UU Otonomi Daerah, penanggung jawab tertinggi Kamtibmas itu adalah Gubernur. Jadi Pak, jangan segan-segan memerintah kami dan menanyakan. Kami adalah pembantu Gubernur untuk bidang keamanan dan ketertiban masyarakat,” tuturnya, yang disambut dengan tepuk tangan peserta pertemuan.
KERJA PRIORITAS

Sebagai Kapolda Sumut yang baru, kata Martuani, ada beberapa hal tindakan tegas yang ingin ia lakukan dalam bertugas. Salah satunya, masalah narkotika. Karena hal ini menyangkut keselamatan generasi penerus Sumut. “Taruhannya adalah generasi kita Pak Gubernur, khusus narkotika tidak ada tawar menawar,” ucapnya.

Kemudian, arahan di dalam internal kepolisian juga telah dilakukan yaitu Polisi Sumut harus senyum,  harus santun dalam melayani masyarakat, dan tidak boleh mencari-cari masalah. “Percaya lah, kami ingin berbuat sesuatu yang terbaik di Sumut. Bapak Gubernur, jangan segan menegur kami, memanggil kami. Bersama kita sinergi untuk Sumut, semoga misi Kamtibmas di Sumut bisa kita wujudkan,” ujarnya.

[caption id="attachment_41477" align="aligncenter" width="700"]Bertemu Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut: Kami Ini Pembantu Gubernur Irjen Martuani Sormin, Edy Rahmayadi serta PJU Polda Sumut dan Pimpinan OPD Pemprov Sumut berfoto bersama usai silaturahmi Kapolda dan Gubernur (ist)[/caption]

Usai mendengar sambutan dari Martuani Sormin, Gubernur Edy menutup pertemuan dengan ungkapan terima kasih. Katanya, ada banyak pekerjaan di masa depan yang perlu dilakukan bersama. “Kedatangan Kapolda dan rombongan ini, saya yakin merupakan angin segar untuk kemajuan Sumut,” ungkap Edy.

Pertemuan diakhiri dengan bertukar cendera mata antara Gubernur Sumut dengan Kapolda Sumut. Kemudian, beramah-tamah antar OPD Pemprov dengan jajaran Polda dan foto bersama.

[AS]
Pakai Sepatu Kets dan Celana Casual, Gubsu Hadiri Apel Operasi Lilin
Toba 2019 Bersama Panglima TNI dan Kapolri

Posted by On 01.47.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Apel pasukan gabungan Operasi Lilin Toba 2019 wilayah Sumatera Utara yang dihadiri Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Lapangan Benteng, Medan, Kamis (19/12/2019)

Dimana kedua pimpinan TNI dan Polri menggunakan pakaian Dinas Lapangan (PDL) sedangkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi hadir dengan menggunakan baju kemeja putih lengan panjang tanpa menggunakan lencana, topi coklat bertuliskan Edy disisi kiri topi, celana hitam model casual dan sepatu kets hitam merek Prada.

Gubernur terlihat mengikuti semua rangkaian acara dari apel bersama yang dipimpin Panglima dan Kapolri hingga pengangkatan bendera start pelepasan personil roda dua dari pasukan gabungan TNI dan Polri di depan Kodim 02/01 BS.

Saat dikonfirmasi, Gubernur mengaku ini bukan pakaian santai. “Tidak pakaian santai ini, aku setiap hari menggunakan pakaian seperti ini,” kata Edy.

Berbeda dengan pakaian yang digunakan Plt Wali Kota Medan Ahyar Nasution yang menggunakan celana safari warna hitam, sepatu pantofel dan baju kemeja putih lengan panjang lengkap dengan lencana (jengkol).

Terlihat juga Wakil Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumardi yang hadir dengan menggunakan pakaian dinas lengkap.

Operasi Lilin Toba 2019 melibatkan 9864 personil gabungan dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, Pramuka hingga Dinas Pekerjaan Umum dan 142 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pelayanan terpadu.
Edy Rahmayadi Minta Pemda Tak Terbitkan IMB di Lahan Pertanian

Posted by On 04.10.00 with No comments

digtara.com | SIMALUNGUN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meminta kepada Pemerintah Daerah se-Sumatera Utara, untuk tidak menerbitkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di lahan pertanian.

Permintaan itu disampaikan Edy Rahmayadi saat menghadiri Gerakan Panen Padi di Nagori (Desa) Maligas Bayu dan Nagori Mancuk, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Senin (9/12/2019).

Menurut Gubernur, kebutuhan bahan pangan khususnya beras, terus meningkat, seiring bertambahnya jumlah penduduk. Namun di sisi yang lain, luas lahan pertanian terus berkurang dan semakin menyempit.

“Saya minta, agar jangan dikasi itu IMB. Nanti bisa habis lahan kita," tegas Edy didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi.

Edy mengatakan, Pemerintah Provinsi berharap Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut dapat bersinergi bersinergi dalam upaya membangun desa menata kota, menuju Sumut yang agraris dan bermartabat. Antara lain dengan melestarikan lahan pertanian dan tidak memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lahan pertanian.

 
SEKTOR PERTANIAN JADI PERHATIAN

Gubernur juga menyampaikan, pertanian atau tanaman pangan sejatinya menjadi andalan Provinsi Sumut  yang begitu subur tanahnya. Karena itu, dirinya memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang berkecimpung di sektor ini.

“Kita sudah mulai harus ke sana (pertanian) semua. Inilah hidup kita, bertani. Dulu kenapa Belanda datang menjajah, karena suburnya tanah ini. Tetapi sekarang kita (banyak) hampir lupa,” ujar Gubernur di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara di atas lahan jagung pasca panen.

Diakui Gubernur, undangan menanam atau memanen di lahan pertanian rakyat, lebih ia senangi. Sebab dari sektor pertanian, Sumut harus bisa maju dan semakin bermartabat di masa mendatang. Untuk itu pula, dirinya meminta agar ada pembagian bibit padi kepada petani di sana.

“Nanti saya minta di tanam serentak. Dihitung dulu berapa yang harus ditanam. Nanti saya datang ke sini lagi,” kata Edy Rahmayadi, didampingi Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Dahler Lubis yang menyebutkan tanam serentak direncanakan Januari 2020.

 
PEMBERIAN BANTUAN PETERNAKAN

Selain itu, Edy juga menyampaikan rencana pemberian bantuan ternak sebanyak 50 ekor sapi dan 100 ekor domba. Tujuannya tidak hanya untuk menambah pasokan daging di Sumut, tetapi juga dari aktivitas sektor peternakan, bisa menghasilkan pupuk organik dari kotoran hewan tersebut.

“Kalau ini kita hidupkan, kita akan makmur. Tanah kita luas kok kekurangan (pasokan daging sapi). Makanya saya mau bangun pabrik pupuk (organik) di sini. Tapi pupuknya organik, dan jangan pakai pestisida, bisa merusak tanah,” jelas Edy.

Sementara Bupati Simalungun JR Saragih dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur ke tempat atau nagori yang lokasinya cukup jauh dari jalan umum. Apalagi memberikan perhatian lebih untuk para petani khususnya di Simalungun. “Terima kasih untuk kehadiran Bapak Gubernur dan juga para petani. Mohon maaf kalau penyambutan kami banyak kekurangan,” kata JR Saragih.

Dalam kegiatan itu, selain memanen padi dan cabai, Gubernur juga melakukan  penanaman jagung,  serta penandatanganan prasasti Agro Wisata Nagori Maligas Bayu, dan dilanjutkan  penyerahan bantuan bibit kepada kelompok tani di sana.

Turut hadir Perwakilan Unsur Forkopimda Sumut, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Azhar Harahap, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Fadly, tokoh masyarakat, para petani dan masyarakat setempat.

[AS]
Festival Danau Toba 2019 Resmi Dibuka

Posted by On 03.05.00 with No comments

digtara.com | SIMALUNGUN – Festival Danau Toba (FDT) 2019 secara resmi dibuka, Senin (9/12/2019) sore.

Pembukaan FDT ke-7 ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Pembukaan ditandai dengan penabuhan alat musik gondang sembilan di Open Stage, Parapat, Kabupaten Simalungun.

Gelaran yang pada tahun ini mengambil tema “Inspiring Toba” itu, dimeriahkan atraksi seni budaya berbagai suku di Provinsi Sumatera Utara.

Hadir dalam pembukaan itu, Direktur Utara Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Ari Prasetyo, Bupati dan Wakil Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih dan H Amran Sinaga, Wali Kota Pematangsiantar H Hefriansyah, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Pemprov, dan kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba.

Edy Rahmayadi berpesan kepada kepala daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah di kawasan Danau Toba untuk menjaga keindahan kaldera terbesar di dunia itu.

Dikatakannya, orang datang ke kawasan Danau Toba untuk melihat danau. Karena itu bangunan-bangunan di pinggirannya perlu diperhatikan keberadaannya.
FDT DISAKSIKAN DUNIA

Dia juga berpesan supaya menjadikan FDT kegiatan yang gegap gempita, penuh kegembiraan dan disaksikan pengunjung dari dunia.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut, dr Ria Telaumbanua sebagai ketua panitia, melaporkan pelaksanaan even FDT telah dimulai dengan berbagai kegiatan di daerah kawasan Danau Toba. Puncaknya, FDT tahun 2019, dipusatkan di Parapat selama empat hari, 9-12 Desember 2019 dengan kegiatan seni budaya, dan hiburan.

“Kita sudah melaksanakan beberapa kegiatan seperti festival solo, kayak, penanaman pohon, pembersihan kawasan Danau Toba, FGD Geopark dan lari 10 K. Untuk hari, kegiatan yang dilaksanakan adalah Tari Kolosal Saoan, Koor Raksasa, Rekor Muri seni melipat kain Bulang Sulappei, fashion show Etnic (Designer Lokal) dan tari Kolosal Multi Etnis," sebutnya.
PEMECAHAN REKOR MURI

Untuk pemecahan rekor Muri, Ria menambahkan bahwa itu punya satu tujuan, yakni melestarikan ulos Simalungun itu. Sebab, saat ini Bulang Sulappei sudah sangat jarang digunakan masyarakat setempat, bahkan hampir punah.

"Makin sedikitnya masyarakat yang mengenakan ulos itu, makin sedikut pula yang menenun. Pemerintah khawatir, jika hal ini berlangsung terus menerus, bisa jadi generasi penerus makin tak mengenal Bulang Sulappei," terangnya.

FDT merupakan kegiatan tahunan Dinas Pariwisata Pemprov Sumut yang pelaksanaanya diadakan di delapan kabupaten kawasan Danau Toba secara bergiliran. Tujuannya, mengenalkan, mempromosikan Danau Toba sebagai KSPN dengan harapan jumlah pengunjung terus meningkat.

[AS]
Edy Rahmayadi Minta DPR-RI Perhatikan Kondisi Jalan Nasional di Sumut

Posted by On 06.12.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meminta DPR-RI untuk memperhatikan kondisi jalan nasional di Sumatera Utara. Saat ini kondisi jalan nasional di Sumut, terbilang memprihatinkan.

Padahal jalan nasional yang ada, sangat dibutuhkan, tak hanya untuk mendukung aktifitas mudik dan balik saat musim hari besar nasional. Tapi juga untuk aktifitas logistic dan transportasi sehari-hari di Sumut.

Hal itu disampaikan Edy, saat menyambut Kunjungan Kerja Komisi V DPR-RI ke Sumatera Utara di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Kamis (5/12/2019). Rombongan Komisi V DPR-RI dipimpin Wakil Ketua, Syarif Abdullah Alkadrie.

“Kami mohon perhatian dengan kehadiran Bapak dan rombongan. Kalau kebutuhan jalan ini memang bukan hanya karena Natal dan Tahun Baru. Akan tetapi manfaatnya berkepanjangan dan efeknya berdampak ke banyak sektor. Mlai dari ekonomi, sosial, pariwisata, dan lainnya,” ujar Edy saat menyampaikan sambutan.

Selanjutnya, Edy mengatakan bahwa Provinsi Sumut merupakan wilayah yang luas dengan jumlah 33 kabupaten/kota. Pembangunan bandara di Mandailing Natal (Madina) pasti sangat membantu dan memudahkan mobilitas. “Mudah-mudahan ini juga dibantu dan dimudahkan prosesnya,” katanya.

 
KESIAPAN JELANG LIBUR NATAL

Perihal kesiapan menyambut Natal dan Tahun Baru, Edy menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan 27 pos yang disebar di kabupaten/kota khususnya daerah-daerah dengan penduduk mayoritas Nasrani. Pos tersebut untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan atau arus lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru, yakni sesuai dengan yang ditetapkan pusat, selama 18 hari mulai tanggal 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

“Dengan kehadiran rombongan Komisi V di Sumut untuk meninjau kesiapan, tentunya membantu kami untuk mengevaluasi apa-apa yang masih kurang dan perlu kami persiapkan. Sehingga nanti, mobilisasi saudara-saudara kita yang ingin berlibur dan melakukan aktivitas keagamaan bisa berjalan lancar,” harap Edy.

 
DPR DUKUNG PEMBANGUNAN JALAN NASIONAL

Wakil Ketua Komisi V DPR RI  Syarif Abdullah Alkadrie menjelaskan bahwa kunker dilaksanakan sebagai salah satu tugas fungsi kedewanan dan pengawasan. Menanggapi harapan Gubernur, Syarif menyebut bahwa Komisi V DPR RI akan mendukung pembangunan jalan nasional di Sumut. Begitu pun dengan pembangunan Bandara di Madina.

“Pembangunan Bandara itu sudah masuk di Kementerian Perhubungan dan kita Komisi V sebagai mitra. Hal yang baik tentu akan kita dukung. Setelah kembali ke Jakarta, mungkin ini menjadi catatan-catatan yang kita bawa pulang nantinya,” ucap Syarif.

Untuk kesiapan menyambut hari besar keagamaan, Syarif mengimbau agar memperhatikan kondisi cuaca. Begitupun dengan moda trasportasi lainnya. Selain menggunakan jalur darat dan udara, banyak juga yang menggunakan kapal laut. “Prediksi dan pemantauan cuaca harus diperhatikan,” pesannya.

 
OTORITAS BANDARA SIAP

Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah II Bintang Hidayat memaparkan sebaran lokasi pemantauan Kantor Otoritas Bandara Udara Wilayah II mencakup Bandara Kualanamu Deliserdang, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh.

Menurut Bintang, ada beberapa strategi yang akan diambil untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru  yakni meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas navigasi penerbangan, fasilitas keamanan penerbangan, memantau tren penumpang, dan melaksanakan instruksi Dirjen Perhubungan Udara. “Di antaranya kesiapan sarpras (sarana dan prasarana) armada, awak pesawat. Antisipasi delay, antisipasi penggunaan narkoba, antisipasi gangguan terorisme, dan lain-lain,” tutur Bintang.

Pertemuan Komisi V DPR RI dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi  terkait kesiapan Infrastruktur dan Transportasi Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dilanjutkan dengan pemaparan pihak moda transportasi lain, peninjauan fasilitas sarana dan prasarana.

Berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 5-7 Desember 2019, pertemuan turut dihadiri oleh Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dan pejabat Kementerian PUPR lainnya, pejabat Kementerian Perhubungan RI, Kepala Balai Prasarana Premukiman Wilayah Sumut Syafriel Tansier, Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Edison Kurniawan, pejabat Basarnas, Executive GM PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu Bayuh Iswantoro, Direktur Operasi Pelindo I Syahputera Sembiring, pejabat PT ASDP Indonesia Ferry dan OPD Pemprov Sumut.

[AS]
ASN Pemprov Sumut Kumpulkan Zakat Senilai Rp.5 Miliar

Posted by On 01.44.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara, berhasil mengumpulkan dana senilai Rp.5 miliar dari para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dana itu merupakan zakat penghasilan yang dipotong dari Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) para ASN sejak April 2019 lalu.

Hal itu terungkap pada acara penutupan Pembinaan dan Evaluasi Baznas di Gedung Asrama Haji Medan, Kamis (5/12/2019).

Hadir di antaranya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Ketua Baznas RI Zainulbahar Noor, dan Ketua Baznas Sumut Amansyah Nasution

Gubernur Edy Rahmayadi dalam pidatonya berharap, ke depan akan lebih banyak lagi zakat yang berhasil dikumpulkan. Baik dari ASN maupun masyarakat. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemakmuran umat.

“Ada sekitar 11 juta masyarakat muslim di Sumut dan sekitar 5 juta itu masih tergolong masyarakat kurang mampu. Bila semua orang yang berkewajiban berzakat membayar zakatnya maka masyarakat yang kurang mampu itu akan terbantu, dan berkurang. Zakat dari ASN Pemprov Sumut itu masih sebagian kecil saja,” kata Edy Rahmayadi.

ASN Pemprov Sumut Kumpulkan Zakat Senilai Rp.5 Miliar

Yang berpengaruh besar menyadarkan masyarakat untuk membayar zakat, menurut Edy, adalah ustaz, da’i dan da’iyah. Yakni melalui tausiyah ke masyarakat. “Ketika dai atau daiyah dengan benar-benar menyampaikan dakwah mudah-mudahan hati masyarakat kita terbuka untuk membayar zakat,” harap Gubernur.

Di tahun 2019, Baznas Provinsi Sumut sudah menyalurkan total Rp4.929.751.000 zakat untuk yang membutuhkan. Seperti bantuan untuk Madrasah Aliyah/SMA Sederajat, masjid, musala, lembaga pendidikan, bedah rumah, peralatan sekolah dan guru-guru madrasah di daerah minoritas.

 
PENGUMPULAN TERBANYAK SE-INDONESIA

Menurut Wakil Ketua Baznas RI Zainulbahar Noor, ini merupakan awal yang bagus untuk kepemimpinan Edy Rahmayadi. “Start yang dilakukan Pak Gubernur untuk zakat sangat bagus, sampai saat ini sudah terkumpul sekitar Rp5 miliar, lebih baik dari banyak gubernur di Indonesia, karena itu dia (Edy Rahmayadi) mendapat penghargaan dari Baznas bulan Agustus lalu. Dengan start yang seperti ini saya yakin Baznas Provinsi Sumut akan menjadi garda terdepan mengentaskan kemiskinan di sini,” terang Zainulbahar.

ASN Pemprov Sumut Kumpulkan Zakat Senilai Rp.5 Miliar

Acara yang berlangsung sejak 3 Desember ini dihadiri pimpinan Basnaz kabupaten/kota di Sumut serta 98 orang da’i dan da’iyah yang bertugas di daerah-daerah terpencil Sumut. Ketua Baznas Sumut Amansyah Nasution mengatakan selama acara berlangsung da’i dan da’iyah mendapat pembinaan dari berbagai narasumber dan juga memetakan masalah.

“Selain pembinaan selama 3 hari kami bersama da’i dan da’iyah juga mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi seperti adanya Baznas kabupaten/kota yang belum mendapat APBD walau itu sudah diatur undang-undang. Di bawah kepemimpinan Pak Edy Rahmayadi kami yakin masalah ini bisa terselesaikan,” ujar Amansyah.

[AS]