Popular Post

Total Pengunjung

Gubsu Dikritik Karena Hadir Dengan Sepatu Kets dan Celana Casual di
Apel Operasi Lilin Toba 2019

Posted by On 03.23.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Menggunakan celana casual berwarna hitam dan sepatu kets warna hitam merek Prada saat menghadiri apel gabungan Operasi Lilin Toba 2019 yang dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis di Lapangan Benteng, Medan,  Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendapat kritik dari Ketua Fraksi PDI P DPRD Sumut Mangapul Purba.

“Seharusnya seorang Gubernur sudah menyesuaikan dengan peraturan. Kalau acara resmi ya pakaian dinas dong, kalau pakai sepatu kets ya tidak layak,” kata Mangapul Kamis (19/12/2019).

Ia menjelaskan sebaiknya Gubernur belajar dan menyesuaikan situasi, artinya unsur pimpinan di daerah itukan salah satunya Gubernur ya seharusnya memakai pakaian resmi yang sudah diatur oleh undang-undang atau peraturan lainnya.

“Jadi jangan dibiasakan yang tidak-tidak. Nanti paling tidak akan mempengaruhilah terhadap ASN lainnya,” ucap Ketua Fraksi PDI P tersebut.

Baca juga :

Panglima TNI dan Kapolri menjadi pimpinan upacara dalam gelar pasukan Operasi Lilin Toba, keduanya hadir dengan menggunakan PDL, Pangdam I BB dan Kapolda Sumut mengikuti atasan sedangkan undangan kedinasan seperti Kejaksaan, Dinas Perhubungan, Pengadilan Negeri Medan dan Basarnas hadir dengan menggunakan baju dinas masing masing dengan sepatu pantofel.

Operasi Lilin Toba 2019 melibatkan 9864 personil gabungan dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, Pramuka hingga Dinas Pekerjaan Umum dan 142 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pelayanan terpadu.

Gubernur saat dikonfirmasi mengenai sepatu, baju kemeja putih tanpa lencana dan celana casualnya berwarna hitam mengaku setelan pakaian dan sepatu tersebut bukan busana santai. “Tidak pakaian santai ini, aku setiap hari menggunakan pakaian seperti ini dan sepatu ini,” kata Edy.
Pakai Sepatu Kets dan Celana Casual, Gubsu Hadiri Apel Operasi Lilin
Toba 2019 Bersama Panglima TNI dan Kapolri

Posted by On 01.47.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Apel pasukan gabungan Operasi Lilin Toba 2019 wilayah Sumatera Utara yang dihadiri Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Lapangan Benteng, Medan, Kamis (19/12/2019)

Dimana kedua pimpinan TNI dan Polri menggunakan pakaian Dinas Lapangan (PDL) sedangkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi hadir dengan menggunakan baju kemeja putih lengan panjang tanpa menggunakan lencana, topi coklat bertuliskan Edy disisi kiri topi, celana hitam model casual dan sepatu kets hitam merek Prada.

Gubernur terlihat mengikuti semua rangkaian acara dari apel bersama yang dipimpin Panglima dan Kapolri hingga pengangkatan bendera start pelepasan personil roda dua dari pasukan gabungan TNI dan Polri di depan Kodim 02/01 BS.

Saat dikonfirmasi, Gubernur mengaku ini bukan pakaian santai. “Tidak pakaian santai ini, aku setiap hari menggunakan pakaian seperti ini,” kata Edy.

Berbeda dengan pakaian yang digunakan Plt Wali Kota Medan Ahyar Nasution yang menggunakan celana safari warna hitam, sepatu pantofel dan baju kemeja putih lengan panjang lengkap dengan lencana (jengkol).

Terlihat juga Wakil Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumardi yang hadir dengan menggunakan pakaian dinas lengkap.

Operasi Lilin Toba 2019 melibatkan 9864 personil gabungan dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, Pramuka hingga Dinas Pekerjaan Umum dan 142 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pelayanan terpadu.
Panglima TNI dan Kapolri Cek Kesiapan Operasi Lilin Toba 2019 di Medan

Posted by On 22.41.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis mengecek persiapan personil dan pos pengamanan Operasi lilin Toba 2019 di wilayah Sumatera Utara dalam rangka pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Lapangan Benteng, Medan, Kamis (19/12/2019).

“Saya senang kalau TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dapat bersinergi, semuanya akan berjalan lancar. Kalau semuanya bersatu kamtibmas akan terjaga dan Indonesia akan kuat,” kata Panglima TNI.

Setelah memberikan arahan, Panglima TNI dan Kapolri didampingi beberapa pejabat utama melakukan pemeriksaan pasukan gabungan dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, Pramuka hingga Dinas Pekerjaan Umum.

Di Sumatera Utara, total personil gabungan dalam Operasi Lilin Toba 2019 berjumlah 9864 dan 142 pos pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pelayanan terpadu.

Panglima TNI mengatakan anggota TNI dan Polri harus menjalin komunikasi yang intens sama semua pihak. Dalam melakukan pengamanan Natal dan Tahun Baru, para petugas agar berani melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai standar operasional prosedur untuk menjaga keamanan rakyat.

“Tindakan tegas dilakukan sesuai dengan aturan, masyarakat harus dijaga,” kata Hadi.

Hal senada disampaikan Kapolri, “Sinergi harus tetap dijaga dan dipertahankan, menjaga rakyat dan negara adalah tugas yang utama. Jangan kasih celah dan ruang pelaku kejahatan untuk menganggu kamtibmas,” ucap Idham.

Usai apel gabungan, Panglima TNI dan Kapolri didampingi Gubernur Sumatera Utara mengangkat bendera start untuk melepas personil TNI dan Polri melakukan patrol roda dua.
Bupati Tapteng : Terobosan Makan Gratis Tiga Kali Sehari Bagi Keluarga
Pasien di RS, Gubsu Udah Buat Apa

Posted by On 16.15.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menuding kinerja Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani tidak memuaskan karena persoalan kemiskinan masih menjadi persoalan disana. Perang kata dan opini di media pun tak terhindarkan.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani pun mengkritik balik Gubernur yang hanya bisa cakap-cakap dan pencitraan. Ia menjelaskan, selama menjabat sebagai Bupati sejak Mei 2017, Pemerintah Tapteng sudah membuat beberapa terobosan diantaranya dengan memberikan makan gratis kepada keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit selama tiga kali dalam sehari.

Selain itu, Pembangunan di Tapteng sudah menghabiskan ratusan miliar tanpa bantuan anggaran APBD Pemprov Sumut. “Pertanyaannya, Gubsu dah buat apa untuk warga Sumut,” Tanya Bakhtiar dalam rekaman video yang beredar luas di Media Sosial, Kamis (19/12/2019).

Baca juga : 

Ia juga menambahkan Pemda Tapteng juga sudah merencanakan dan akan berjalan Perdes pada Januari 2020, bahwa barang siapa yang kedapatan menggunakan dan mengedarkan narkoba akan diusir dari kampung (Desa) dan Pemda juga sudah menutup serta menggusur 973 tempat maksiat yang sudah lama berdiri selama dua tahun ini. “Gubsu sudah buat apa? Apakah sudah ada diskotik dan tempat maksiat yang ditutup di Kota Medan,” kata Bupati.

Bakhtiar mengatakan Edy Rahmayadi suka emosional dalam menanggapi sesuatu dan hobi cakap-cakap serta pencitraan, namun dirinya menganggap itu hanya koreksi tapi alangkah lebih baik Gubernur datang kemari (Tapteng) melihat langsung.

“Kalau perlu Gubernur studi banding ke Tapteng tak perlu keluar negeri. Kalau dibilang Rakyat Tapteng miskin, saya Rakyat Tapteng ada duit dan banyak juga rakyat lainnya yang punya duit, jadi pak Edy jangan omong saja,” ujarnya.

Bakhtiar menuding mungkin Gubernur lupa bahwa Tapteng bagian dari Sumatera Utara, jadi harus dicarikan solusinya agar masyarakat disni sejahtera. Ia berprasangka baik bahwa ini bukan masalah pribadi karena saat pemilihan calon Gubernur saat itu, Edy kalah telak. “Semua tahu Edy kalah telak di Tapteng,” ucapnya.

(Put)
Gubsu Tuding Tapteng Miskin, Bupati : Pak Gubsu Hobinya Cakap dan
Pencitraan

Posted by On 08.14.00 with No comments

Digtara.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyebut masalah kemiskinan di Tapanuli Tengah masih menjadi persoalan dan menyinggung kinerja Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani dinilai tidak memuaskan.

Hal ini mendapat respon dari Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani yang menyebut Edy memang hobi cakap-cakap saja dan ia memakluminya. “Ya Gubernur terkadang emosional dan suka cakap-cakap, itulah yang perlu diubah Gubernur dalam memimpin Sumut. Bagi saya itu hanya koreksi,” katanya Rabu (18/12/2019).

Baktiar meminta cara komunikasi Gubernur perlu diperbaiki. “Saya ini juga rakyat Tapteng, ada duit saya, banyak juga orang Tapteng yang banyak duitnya. Mungkin Gubernur lupa bahwa Tapteng ini bagian dari Sumatera Utara,” ucapnya.

Kalau memang masyarakat Tapteng menurut Edy miskin, maka sebagai Gubernur seharusnya mencari solusi bagaimana supaya sejahtera. “Jadi jangan cakap-cakap saja dan ngomong-ngomong saja,” ulang Baktiar menepis tudingan Gubernur.

Mengulang pernyataan Gubernur yang menyatakan bahwa pada saat itu, Edy ke Tapteng akan melakukan kampanye pada saat ingin menjadi Gubsu, “Saya jawab bahwa pada saat itu  saya menjadi bupati 2017 bulan 5 sementara itu Edy datang ke Tapteng akhir 2017 atau awal 2018. Artinya saya baru menjawab sebagai Bupati. Saya berharap pernyataan Gubernur bukan karena sentimen pribadi dan saya yakin karena saat itu Edy kalah telak disini,” beber Bupati.

Bakhtiar memaparkan, selama menjadi Bupati sudah menutup tempat maksiat 973 tempat yang sudah puluhan tahun berdiri. Artinya Pemkab perduli terhadap nasib rakyat dan menyelamatkan generasi bangsa. “Saya Tanya, Gubernur sudah melakukan apa untuk rakyat Sumut, apakah sudah pernah juga menutup tempat maksiat di kota Medan, coba tunjukkan ke saya,” tagih Bakhtiar.