Popular Post

Total Pengunjung

Penumpang Kereta Nataru di Sumut Turun Hampir 10 Persen

Posted by On 08.34.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – PT Kereta Api Indonesia mencatata terjadinya penurunan jumlah penumpang kereta api di Sumatera Utara. Khususnya pada musim Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ini (Nataru).

Tercatat, sejak periode 19-22 Desember 2019, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api baru mencapai 53.156 orang. Padahal di periode yang sama tahun lalu, mencapai 58.177 orang.

“Iya ada penurunan. Tahun lalu 58.177  dan tahun ini  53.156 orang,"sebut Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut, M Ilud Siregar di Medan, Senin (23/12/2019).

Ilud menjelaskan, penurunan jumlah penumpang ini terjadi di beberapa rute kereta api.

Seperti Kereta Kelas Bisnis. Tahun lalu jumlah penumpangnya mencapai 2.324 orang sedangkan tahun ini 1.832 orang. Di Sumatera Utara, kereta api bisnis diantaranya KA Sribilah, KA fakultatif Tanjungbalai Ekspres dan KA Fakultatif Dolok Martimbang.

KA Kelas Ekonomi (KA Sribilah Premium dan KA Putri Deli) juga turun dari tahun 2018 sebanyak 4.598 penumpang menjadi 4.542 orang di 2019.

Adapun KA Lokal (KA Srilelawangsa, KA Siantar Ekspres dan KA Cut Meutia) sebanyak 6.681 penumpang dari 2018 yang 8.519 penumpang.

"Hanya penumpang KA kelas eksekutif (KA Sribilah dan KA fakultatif Tanjungbalai Ekspres) yang meningkat menjadi 1.062 dari 2018 yang sebanyak 613 penumpang," ujar Ilud.
MASA ANGKUTAN NATARU

Ilud menegaskan, KAI sudah menetapkan masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020 selama 18 hari mulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

Pada Natal dan tahun baru 2019, jumlah penumpang diprediksi menjadi 290.427 penumpang dari 281.581 penumpang di 2018.

Untuk keamanan dan kenyamanan penumpang dan perjalanan kereta api, manajemen PT KAI Divre I Sumut menyiapkan 337 personel keamanan .

Petugas itu terdiri dari 92 personel polisi khusus kereta, 207 personel keamanan, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 38 orang.

"Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti depo lokomotif dan kereta," ujar Ilud.

[AS]
Jalur Layang Beroperasi, Trafik KA Bandara Kualanamu Bertambah Jadi 50
Perjalanan

Posted by On 22.12.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – PT Kereta Api Indonesia menambah jadwal perjalanan kereta api (KA) Bandara dari Stasiun Besar Medan menuju Bandara Kualanamu, dari 48 perjalanan menjadi 50 perjalanan sehari.

General Manager PT KAI Sumut M Ilud Siregar mengatakan, penambahan itu sesuai dengan diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019. Gapeka tersebut sesuai Keputusan Menteri Perhubungan yang diberlakukan sejak 1 Desember 2019.

"Meski ada penambahan trafik perjalanan KA (kereta api) bandara dan perubahan jadwal keberangkatan KA lainnya. Operasional KA di Divre I Sumut dengan Gapeka 2019 berjalan lancar," ujar Ilud seperti dilansir Antara, Senin (2/12/2019)

Menurut dia, penambahan trafik KA Bandara Kualanamu itu didorong karena sudah semakin lancarnya perjalanan setelah ada jalur layang.

"Untuk perjalanan KA lainnya di Gapeka 2019 ada sebanyak 40 perjalanan. Dari perjalanan KA Sribilah, Putri Deli, Siantar Ekspres, Sri Lelawangsa, dan Cut Meutia," katanya.

Menurut Ilud, tidak ada masalah serius dalam operasional KA di Sumut dalam menjalankan Keputusan Menhub Nomor KP 1781 Tahun 2019 tentang Gapeka itu.

Penetapan Gapeka 2019 tersebut menggantikan Gapeka 2017 yang sebelumnya digunakan oleh KAI.

 
MEMENUHI KEBUTUHAN PELANGGAN

Ilud menjelaskan, Gapeka 2019 dibuat untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelanggan akan layanan kereta api yang dapat diandalkan.

Penggantian Gapeka dilakukan karena sejak 2017 terjadi begitu banyak perkembangan perkeretaapian, seperti pengoperasian jalur ganda lintas selatan Jawa dan Sumatera.

Selain itu, penambahan Lintas Baru seperti LRT Sumatera Selatan dan penambahan stasiun, kecepatan prasarana, dan penetapan perjalanan KA baru.

KAI, ujar Ilud, dalam menentukan kebijakan perusahaan selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Dengan harapan semakin banyak masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api.

"Penggunaan Gapeka 2019 bukan hanya mengubah jadwal perjalanan KA, tetapi juga mengubah waktu tempuh perjalanan, perpanjangan relasi KA, dan termasuk adanya kereta api baru," katanya.

Dia memberi contoh perubahan jadwal keberangkatan KA yakni KA U43 Sribilah relasi Rantauprapat-Medan dari semula berangkat pukul 07.20 WIB dan tiba di Medan pukul 13.15 WIB menjadi berangkat pukul 07.40 WIB dan tiba di Medan pukul 13.27 WIB.

[AS]
Kualitas Rel Ditingkatkan, Naik Kereta Api Dari Medan ke Siantar Cuma
Butuh Waktu 2,5 Jam

Posted by On 06.54.00 with No comments

digtara.com | MEDAN – Pemerintah akan segera meningkatkan kualitas rel kereta api dari Medan menuju ke Pematang Siantar. Peningkatan ini ditujukan untuk mendukung akses kepariwisataan di Danau Toba.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I-Sumatera Utara, Ilud Siregar, mengatakan pengerjaan peningkatan kualitas rel itu akan dimulai di bulan ini juga. Pelaksananya adalah Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara, yang menjadi bagian dari Direktorat Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan.

“Sekarang ini sedang dalam tahap persiapan. Nanti yang akan ditingkatkan kualitasnya dari Araskabu-Tebingtinggi-Siantar.

Ilud menjelaskan, pekerjaan peningkatan kualitas itu meliputi pengadaan bantalan beton, wesel, pengerjaan pembangunan track dan jembatan.

Adapun panjang lintas rel KA yang akan ditingkatkan dari km 24+000 hingga km 80+542 lintas Araskabu-Tebingtinggi. Lalu km 0+000 hingga km 49+000 lintas Tebingtinggi-Siantar dengan panjang rel 106 km.

Peningkatan jalan KA dilakukan dengan penggantian bantalan beton dan rel dari R25, R33, R42 menjadi R54

“Dengan peningkatan rel, maka kecepatan KA dari Araskabu-Tebingtinggi-Siantar yang selama ini 45-60 kilometer per jam, nantinya bisa menjadi 80-100 kilometer perjam. Jadi kalau waktu tempuhnya selama ini 4 jam, nantinya bisa 2,5 jam,”sebutnya.

Dengan waktu tempuh yang lebih cepat ke Siantar, maka perjalanan ke Parapat, Danau Toba juga lebih cepat.

"Sebelum rel KA Siantar-Parapat ada, maka waktu tempuh yang lebih cepat dari Araskabu - Siantar sangat membantu memperpendek waktu rute Medan-Parapat," katanya.

Ilud menegaskan, manajemen PT KAI Sumut sendiri siap untuk mengoperasikan KA di rel yang sudah ditingkatkan itu.

KAI Sumut, bahkan sudah mendapat satu train set untuk dioperasikan di rel baru Araskabu-Siantar itu.
MENDORONG WAKTU TEMPUH

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo mengatakan, mempercepat waktu tempuh Medan-Parapat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Danau Toba.

"Waktu tempuh memang menjadi salah satu pertimbangan wisatawan untuk mengunjungi kawasan wisata," ujarnya.

Oleh karena itu, selain mendorong pembukaan akses melalui penerbangan khususnya ke Bandara Silangit, juga dilakukan dengan mempercepat waktu tempuh melalui angkutan darat termasuk kereta api.

"Oleh karena itu Baltek Perkeretaapian Sumbagut sudah diminta mengganti rel agar kecepatan KA bisa lebih maksimal," ujarnya.

[AS]