Popular Post

Total Pengunjung

Nekat Curi Sepedamotor, Dua Sejoli Dibekuk Polisi di Kamar Hotel

Posted by On 17.49.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Nekat mencuri sepeda motor (Curanmor), dua sejoli diringkus Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Pancurbatu dari kamar hotel.

Sebelum ditangkap, Rabu, (18/12/2019), pasangan kekasih, masing-masing Jimmi Sitepu (23), warga Jalan Jamin Ginting Desa Berhala Gang Capagading No. 1, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo dan Icha Verinika br Perangin-angin (25), warga Jalan Jamin Ginting Gang Lau Bagong Dusun VI, Desa Sumber Mufakat, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo ini mencuri sepeda motor milik Jhon Harapenta Ginting (28), warga Dusun IV Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada hari Selasa, 17 Desember 2019.

Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chan SH MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Suhailly Hasibuan SH MH mengatakan kasus ini berhasil diungkap berdasarkan laporan korban yang ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan

Lebih lanjut dijelaskan mantan Kanit Jatantas Satreskrim Polrestabes Medan ini, petugas yang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut memperoleh informasi dari korban bahwa kedua tersangka berada di salah satu hotel di Jalan Jamin Ginting.

“Berbekal informasi iti, tim Pegasus Polsek Pancurbatu langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan kedua tersangka,” jelas Kompol Faidir.

Usai diamankan, kata Faidir, tersangka berikut barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 800 ribu yang diduga uang hasil kejahatan menjual sepeda motor korban langsung digelandang ke Mapolsek Pancurbatu untuk diproses.

“Imbas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana,” pungkas mantan Wakapolsek Medan Timur ini.
Mencoba Kabur, Spesialis Curanmor di Dor Kakinya

Posted by On 18.30.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Polrestabes Medan berhasil membekuk pelaku spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor) ditembak polisi karena mencoba kabur saat hendak ditangkap.

"Pelaku yang kita tangkap berinisial Su alias Sandi (40) warga Jalan Bunga Pancur Siwa Gang Masjid, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan," kata Kanit Ranmor Polrestabes Medan, AKP Bambang Gunanti Hutabarat, Kamis (5/12).

Bambang mengatakan penangkapan pelaku merupakan tindak lanjut dari laporan korban Fryska Adelia Sinaga warga Jalan Jamin Ginting, Gang Nangka, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.

"Penangkapan itu atas tindak lanjut laporan korban bernama Fryska yang kemudian petugas melakukan penyelidikan," ucapnya.

Dalam laporannya pada Rabu 10 Juli 2019 sekitar pukul 18.30 WIB, korban mengaku baru pulang dari kantor dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna putih BK 6615 AHO di teras rumah dalam keadaan stang dikunci. Selanjutnya korban menutup pagar besi, lalu masuk ke dalam rumah untuk memasak.

Usai memasak, korban berniat pergi ke satu tempat. Namun dia tidak mendapati lagi sepeda motornya di teras rumah. Akhirnya korban didampingi keluarganya melaporkan pencurian itu ke Polrestabes Medan. Tim Pegasus Unit Ranmor selanjutnya cek TKP dan melakukan penyelidikan.

"Dari hasil penyelidikan, kita mengungkap identitas pelaku berinisial ASP (28) warga Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang," tuturnya.

Kemudian pada Senin (24/11), ASP kita bekuk tak jauh dari rumahnya. Dari pengakuannya ia melakukan aksi pencurian sepeda motor milik Fryska bersama P alias Ndawa dan DS alias Acil (keduanya belum lama ini ditahan polisi dalam perkara lain) serta Su alias Sandi.

"Petugas yang mendapatkan informasi keberadaan pelaku Su kemudian bergerak cepat menuju rumahnya dan langsung melakukan penggerebekan. Pelaku melakukan perlawanan dan berusaha kabur sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara, tetapi tak diindahkan sehingga petugas menembak pelaku," ungkap Bambang.

Melihat pelaku terkena tembak, kemudian petugas membawanya ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis. Setelah itu dia dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk pemeriksaan intensif.

"Pengakuan Su alias Sandi, perannya membuat batang besi berbentuk L dan batang besi berbentuk pipih yang diruncingkan. Sedangkan DS alias Acil mengeksekusi/membobol stang sepeda motor korban. Kemudian Su alias Sandi duduk di atas sepeda motor bersama P alias Ndawa untuk memantau situasi," tukas Bambang.
Nekat 'Gondol' Sepedamotor di Parkiran, Seorang Nelayan Diborgol Polisi

Posted by On 21.20.00 with No comments

digtara.com | TANJUNGBALAI - Team Sus Gurita Polres Tanjungbalai berhasil mengungkap dan menangkap tersangka tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua (Curanmor) Selasa, 3 Desember 2019 kemarin.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan Berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP /311/XI/2019/SU/Res T.Balai, tgl 28 Nopember 2019. Pelapot Thariq al Mahdy, (20) warga kompleks tanjung permai Blok E. No.17 Lk.V Kel. Bunga tanjung Kec. Datuk Bandar Timur Kota tanjung Balai. Kejadian di Jalan pantai amor depan vihara kiong keng kec. tanjung balai selatan kota tanjung balai.

Dia menjelaskan tersangka NT alais Acun seorang nelayan warga jalan sei buluh Lk. III Kel. Sei raja Kec. Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai ditangkap bersama barang bukti 1 (satu) buah kaos warna hitam lengan pendek (warna merah) yang di gunakan pelaku saat melakukan aksinya. 1 ( satu ) unit sepeda motor honda beat warna hitam no pol BK 5983 QAI. 1 ( satu ) pasang sendal warna hitam yang di gunakan pelaku saat melakukan aksinya. 1 ( satu ) buah celana panjang warna hitam yang di gunakan pelaku saat melakukan aksinya.

"Dengan modus operandi mengambil kendaraan bermotor yang terparkir/ditinggal oleh pemiliknya," katanya.

Dia menjelaskan pada hari kamis tgl 28 nopember 2019 sekira pkl. 11.00 Wib pelapor berangkat dari rumah menuju pantai amor dengan maksud untuk mengambil ikan, sesampainya di depan vihara kiong keng pelapor memarkirkan sepeda motor honda beat BK 5398 QAI. Kemudian pelapor menuju tempat pengambilan ikan yang berjarak kurang lebih 10 meter dari lokasin parkir. Sekira pkl. 11.00 wib pelapor bermaksud hendak pulang dan melihat sepeda motor yang di parkirkan ternyata sudah tidak ada/hilang. Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan membuat laporan ke Polres Tanjungbalai.

"Kemudian atas kejadian tersebut Timsus Gurita melakukan penyelidikan dan pada hari Senin, 02 Desember 2019 sekitar pkl. 14.00 wib ranmor milik pelapor ditemukan di Pinggir jalan suprapto Kec. Tanjung Balai Utara dalam keadaan ditinggalkan begitu saja sehingga ranmor tersebut diamankan dan diserahkan kepada penyidik," paparnya.

Selanjutnya Tim Sus Gurita mencari pelaku pencurian ranmor tsb, dan pada hari selasa tanggal 03 Desember 2019 sekitar pukul 18.30 Wib, terungkap pelaku curanmor tsb an. Tersangka Nasrun tarigan als acun di tangkap di jln. kapias pulau buaya kec. teluk nibung kota tanjung balai saat berada di pasar atau jalan selanjutnya di serahkan kepada Penyidik Satreskrim untuk menjalani proses penyidikan selanjutnya.

Korban mengalami kerugian materiil senilai Rp. 12.000.000 ( dua belas juta rupiah ).

Berdasarkan bukti yang cukup dan tersangka tidak Kooperatif/ diduga keras melarikan diri dilakukan penahanan di RTP Polsek t.m.t 04 Desember 2019.\

Tersangka akan dikenakan sanksi pasal 362 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun penjara.

 
Polisi Dor Spesialis Pencuri Sepedamotor

Posted by On 23.13.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Terpaksa ditembak karena mendorong petugas saat hendak ditangkap oleh personel Polsek Percut Sei Tuan sang pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor bernama Ricky Herianto Sinurat alias Ricky (34).

Pelaku merupakan warga Jalan Sering, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung di tangkap dari Pasar V, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Kamis (21/11) malam.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Labarta Samuel Naibaho (19) warga Jalan Sering, Kelurahan Sidorejo, Medan Tembung dan Lenny Wira Sitompul (35) warga Jalan Keruntung, Kelurahan Sidorejo, Medan Tembung.

"Korban Labarta mengaku kehilangan sepeda motor Suzuki Satria FU BK 3328 PAB dari dalam kosnya pada Rabu (23/10) pukul 05.00 WIB. Korban mengalami kerugian berkisar Rp 7 juta," kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo, Sabtu (23/11).

Menindaklanjuti itu, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan saksi-saksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tepat pada Kamis (21/11) pukul 18.30 WIB, pelaku Ricky diketahui sedang berada di Komplek MMTC Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

"Tim Pegasus bergerak ke lokasi. Di sana tim melakukan pengintaian dan satu jam kemudian Ricky ditangkap," papar Kompol Aris.

Saat diinterogasi pelaku mengaku mencuri sepeda motor Labarta Samuel Naibaho dan Leny Wira Sitompul. Dia beraksi dengan cara merusak kunci kendaraan pakai kunci letter T.

Aris menuturkan, pelaku mengaku menjual hasil kejahatannya kepada Willy yang masih dalam pengejaran di Jalan Bintang Kecamatan Medan Timur. Namun, pada saat pencarian barang bukti pelaku melawan dengan cara mendorong petugas untuk melarikan diri.

"Pelaku terpaksa kita lumpuhkan karena tidak mengindahkan dua kali tembakan peringatan yang diberikan. Kemudian pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan guna mendapatkan perawatan medis," tuturnya.

Petugas juga menyita satu boneka Doraemon warna biru putih, satu kaos warna hitam kejahatan, satu celana jeans pendek warna hitam dan satu unit Suzuki Satria Fu warna hitam merah BK 3328 PAB.

"Pelaku dan barang bukti di bawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk kita proses," tambah Aris.
Polisi Dor Komplotan Spesialis Curanmor di Medan

Posted by On 18.12.00 with No comments

digtara.com | MEDAN - Polrestabes Medan bersama Tim Reskrim Polsek Medan Kota berhasil menangkap komplotan spesialis pencurian sepeda motor (curanmor) berjumlah 5 orang dari beberapa tempat berbeda. Dua diantaranya ditembak polisi.

Di mana Kelima pelaku yang diamankan adalah RMN alias K (21) warga Jalan Sempurna Medan, FT alias N (29) warga Jalan Menteng VII, Gang Serasi, Medan Denai. DM alias M (29) warga Jalan Tapian Nauli Medan. BMAG (27) warga Jalan Jermal 12 Medan Denai dan AA alias AK (27) warga Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

"BMAG dan AK merupakan penadahnya," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, di Mapolrestabes Medan.

Dia menjelaskan, komplotan ini seluruhnya berjumlah 8 orang. 5 orang yang tertangkap termasuk dengan penadahnya. Sementara untuk AK selain sebagai penadah, juga terlibat langsung dalam aksi pencurian serta penjambretan.

"Untuk kelima tersangka ini ada empat laporan yang kita terima," jelasnya.

Menurut Dadang, komplotan ini memang sudah menjadi target penangkapan sejak lama. Terakhir mereka malancarkan aksinya di Jalan Smepurna, Perumahan Puri Bahagia, Blok C-2, Medan Kota, Rabu (16/11).

"Mereka mencuri sepeda motor Honda Vario milik, Rahmad R Hutagaol. Korban melapor ke Polsek Medan Kota. Dari hasil keterangan korban, saksi, serta hasil penyelidikan, pencurian dilakukan komplotan pelaku yang sudah sangat meresahkan," ucapnya.

Selanjutnya pada Senin (18/11) sekira pukul 12.30 WIB, tersangka DM alias M berhasil ditangkap di daerah Deli Tua. Beberapa jam kemudian, RMN alias K dan tersangka penadah barang curian berhasil ditangkap di Jalan Brigjen Katamso.

Tersangka RMN dan tersangka DM diberi tindakan tegas dan terukur karena mencoba melawan saat hendak diamankan. Kedua pelaku lumpuh diterjang timah panas. Polisi langsung membawa kedua pelaku ke RS Bhayangkara Medan.

Para pelaku sudah puluhan kali melakoni aksi pencurian sepeda motor maupun penjambretan di wilayah Polrestabes Medan bersama rekan pelaku lainnya yang belum tertangkap, yaitu empat pelaku lainnya.

"Saat ini masih ada beberapa orang yang Daftar Pencarian Orang. Ini merupakan jaringan yang sudah lama kita targetkan," sebut Dadang.

Dalam aksinya, pelaku masing-masing melakukan perannya. Ada yang mengawasi atau pemantau, hingga eksekusi setelah pemilik rumah dianggap kurang awas ataupun lengah.

"Saat ditangkap, polisi juga mengamankan barang bukti tiga unit sepeda motor Honda Vario yang sudah tanpa plat lantaran akan dijual para pelaku," Dadang menandaskan.
Sepeda Motor Dirampas, Driver Gojek Nyaris Ditikam

Posted by On 18.35.00 with No comments

digtara.com | KUPANG - Aksi kekerasan dan pencurian serta perampasan sepeda motor dialami seorang gojek di Kota Kupang, Kamis (31/10/2019) malam. Kasus ini dialami korban Sandro Leonard Soh Panie (19) warga Jalan RA Kartini nomor 15 RT 18/RW 08 Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia nyaris ditikam dan sepeda motor nya diambil paksa oleh dua pemuda tak dikenal di depan Hotel sasando Kupang di Jalan RA Kartini Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang sekitar pukul 22.00 wita.

Korban mengendarai sepeda motor scoopy warna coklat hitam nomor polisi DH 4121 KJ membonceng Weni Rihi melaju dari arah Hotel Ina Bo'i menuju kantor Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Dari arah berlawanan datang pelaku menggunakan sepeda motor yamaha vixion warna hitam tanpa plat nomor polisi. Pengendara dan penumpang sepeda motor vixion menghadang dan menahan korban dengan menghentikan sepeda motor korban.

Pria yang mengendarai sepeda motor bertanya apakah korban mengenali nya namun korban menjawab tidak mengenali pelaku. Pelaku langsung mencabut pisau dan pinggangnya dan hendak menikam korban. Korban berusaha menangkis sehingga tikaman pisau tidak mengenai tubuh korban.

Pelaku lain yang dibonceng pelaku kemudian hendak memukul wajah korban namun lagi-lagi korban menghindar.

Saat itulah pelaku yang pertama merampaa dan membawa lari sepeda motor korban meninggalkan korban. Pelaku lainnya ikut kabur dengan sepeda motor vixion warna putih.

Korban sendiri tidak mengenali para pelaku. Namun korban hafal kalau pelaku pertama yang hendak menikam korban berpostur tubuh kurus, mengenakan jaket warna merah, serta berambut kriting.

Korban langsung menelepon rekannya menjemput nya untuk mengadukan kasus ini ke polisi di Polres Kupang Kota. Sementara Weni Rihi yang semula dibonceng korban langsung dijemput rekannya untuk pulang.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda Wayan Pasek Sujana, SH mengaku kalau pihaknya sudah menerjunkan anggota polisi dan buser guna menyelidiki dan mencari pelaku namun hingga saat ini belum terungkap.