Popular Post

Total Pengunjung

Satu Unit Rumah Terbakar Akibat Ledakan Petasan

Posted by On 03.21.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Satu unit rumah warga di Gunung Nona RT 02/ RW 08 Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, pada Minggu (15/12/2019) sore hangus terbakar.

Rumah milik keluarga Fendi Paliama tersebut, terbakar akibat dari ledakan petasan dari sekelompok anak anak yang sedang bermain. Petasan tersebut dibakar di dalam rumah, sehingga menimbulkan percikan api dan membakar seluruh bangunan rumah.

“ sebelumnya saya mendengar suara anak anak bermain petasan/mercon di dalam rumah pada bagian dapur. Tak lama kemudian mendengar teriakan ibu ibu dari dalam rumah dan melihat api sudah membesar. “ ungkap Dedi Anwar, saksi di lokasi kejadian.

Akibat kebakaran tersebut, warga sekitar panik, karena api terus membesar. Sebagian warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, sementara beberapa warga lain memilih meyelamatkan barang berharga, karena rumah yang terbakar berdekatan dengan rumah warga lainnya.

“Karena melihat kobaran api yang sudah membesar kemudian dengan spontan saya langsung berlari ke arah kamar untuk menyelamatkan berkas berkas dan uang Setoran Kantor seadanya setelah itu saya langsung berlari keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri,“ katanya.

Kepolisian dari polsek Nusaniwe yang tiba di lokasi sekitar pukul 16:20 WIT bersama tiga unit mobil damkar kota Ambon langsung melakukan upaya pemadaman. “Pukul 16:20 WIT anggota kepolisian dari polsek nusaniwe tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman bersama petugas damkar kota Ambon dengan unit mobil pemadam,“ ungkap Kasubag Humas Polresta Ambon, Ipda Zulkisno Kaisupy kepada wartawan.

Menurut Zulkisno, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun akibat kebakaran itu, kerugian materi mencapai tujuh ratus juta rupiah
Layanan Publik di SBT Terburuk Ketiga se-Indonesia

Posted by On 00.55.00 with No comments

digtara.com | AMBON-Berdasarkan hasil penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik yang dikeluarkan Ombudsman RI, Layanan Publik Tahun 2019 di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menjadi yang terburuk ke-3 se-Indonesia untuk tingkat Kabupaten.

Menjadi yang terburuk ke-3, layanan publik di SBT masuk dalam kategori Zona Merah atau kepatuhan rendah.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Maluku, Hasan Slamet melalui siaran pers yang diterima media ini Jumat (6/12).

Hasil penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik kabupaten Seram bagian Bagian Timur Tahun 2019 sudah diserahkan ke Pemkab SBT.

"Dari hasil penilaian Ombudsman pada Tahun 2019 ini, Kabupaten Seram Bagian Timur termasuk dalam Kategori Zona Merah atau masuk dalam kategori kepatuhan rendah atau peringkat ke-3 terburuk Se –Indonesia untuk penilaian tingkat Kabupaten,"ungkapnya.

Hasan berharap agar hal ini menjadi perhartian bagi Pimpinan Daerah SBT untuk lebih serius memperhatiakn pelayanan publik kepada masyarakat serta peka terhadap persoalan layanan publik yang menjadi kepantingan masyarakat SBT.

"Kami Tim Ombudsman Maluku diterima oleh Asisten Satu Sekretariat Daerah SBT Bp. A.I.T. Wokanubun, kemudian kami sudah serahkan hasilnya tentu hasil ini merupakan cermin dari pelayanan publik yang ada di Kabupati Seram bagian Timur,"sambungnya.

Selain itu, dalam kunjungan ke Pamkab SBT tersebut, Tim Ombudsman juga membahas laporan masyarakat terkait belum beroperasi kapal penyeberangan Feri Bobot Masiwang yang dikelolah oleh Perusahan Daerah Mitra Karya, dan laporan terkait Pemerintah Negeri Kilwaru.

Untuk diketahui kapal Feri ini merupakan sarana transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat SBT.

Namun hingga saat ini kapal tersebut tidak beroperasi dikarenakan persoalan pembiayaan, karyawan dan subsidi dari Pemerintah Pusat serta persoalan-persoalan lain terkait manajemen pengelolaan kapal tersebut.
BKSDA Maluku Terima Satwa Edemik Yang Hendak Diselundupkan ke Luar
Negeri

Posted by On 00.26.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Petuga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Rabu (04/12/2018) pagi, menerima penyerahan puluhan ekor satwa liar dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara yang berlangsung di pelabuhan Slamet Riyadi Kota Ambon.

Sebagian satwa yang terima BKSDA Maluku ini merupakan satwa endemik, diantaranya 10 ekor burung Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan 6 (enam) ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana).

“Penyerahan burung tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyerahan satwa liar endemik Maluku dan Maluku Utara yang dilakukan oleh pihak BKSDA Sulawesi Utara pada tanggal 30 November 201bertempat di Pelabuhan Laut Bastiong Kota Ternate. “ kata Mukhtar Amin Ahmadi, Kepala BKSDA Maluku.

Menurut Ahmadi saat itu pihak BKSDA Sulawesi Utara telah menyerahkan satwa liar ke Balai Taman Nasional (BTN) Aketajawe Lolobata sebanyak 23 ekor burung endemik Maluku Utara terdiri dari 4 (empat) ekor Kakatua Putih (Cacatua alba), 6 (enam) ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) dan 13 (tiga belas) ekor Kasturi Ternate (Eclectus roratus). Selain satwa endemik Maluku, BKSDA Sulut juga serahkan satwa lainnya yang dilindungi.

“BKSDA Sulawesi Utara juga menyerahkan satwa liar kepada BKSDA Maluku berupa 4 (empat) ekor Kera Yaki (Macaca nigra), 10 (sepuluh) ekor burung Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan 6 (enam) ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana)," katanya.

Sementara untuk Kera Yaki (Macaca nigra) yang merupakan satwa endemik Maluku Utara langsung dibawa ke Resort Bacan untuk proses habituasi persiapan pelepesliaran yang akan dilakukan di kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Gunung Sibela Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan.

Untuk Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan 6 (enam) ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) saat ini kami terima dan untuk sementara akan diistirahatkan di kandang Transit Passo. Selanjutnya 10 (sepuluh) ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) akan direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PRS) Masihulan, sedangkan 6 (enam) ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) akan segera dilepasliarkan di habitat aslinya di Kepulauan Tanimbar.

Adapun asal usul burung-burung tersebut merupakan satwa hasil sitaan, temuan dan penyerahan masyarakat yang terjadi di wilayah kerja BKSDA Sulawesi Utara dan dititipkan untuk dirawat dan direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS)Tasikoki.

Sedangkan untuk 4 (empat) ekor Kera Yaki (Macaca nigra) merupakan hasil penyerahan dari masyarakat yang berada di Kota Ternate kepada petugas Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku dan dititipkan di PPS. Tasikoki.

“Proses penyerahan dan pelepasliran satwa dari BKSDA Sulawesi Utara ini dilakukan karena satwa tersebut sudah menjalani masa karantina dan rehabilitasi di PPS. Tasikoki kurang lebih selama 3-4 tahun, sehingga sudah dianggap mampu untuk bertahan hidup di alam liar,“ jelasnya.

Rencananya pada akhir tahun ini PPS. Tasikoki akan menerima pengembalian satwa liar hasil sitaan (repatriasi) yang berhasil diamankan di wilayah Dafau Filipina, sehingga pihak PPS. Tasikoki harus mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menampung satwa-satwa tersebut.
11 Rusak Parah Akibat Terjangan Badai Siklon Tropis Kamuri

Posted by On 00.51.00 with No comments

digtara.com| AMBON - Terjangan badai siklon tropis Kamuri yang disertai gelombang pasang dilaporkan telah merendam pemukiman warga di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, yang terjadi Senin (02/12/2019) malam, sekitar pukul 20.00 WIT, itu telah menyebabkan korban materi.


Akibat peristiwa alam itu, mengakibatkan 11 rumah warga rusak. Terdiri dari 4 rumah rusak berat dan 7 rumah lainnya rusak ringan. Akibat peristiwa alam itu, warga pun kini masih mengungsi ke lokasi yang lebih aman.


Kepala Pelaksana BPBD, Buru, Zulkarnain dan rombongannya Selasa (03/12/2019) sudah berada di lokasi di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya untuk melihat langsung kondisi pemukiman warga.


Seperti laporan BPBD Buru sebelumnya, peristiwa gelombang pasang menerjang Desa Bara itu, masih perlu dipelajari. Pasalnya, cuaca malam saat itu terang berawan, tidak ada tanda-tanda alam mencurigakan malam itu.


“Kami saat ini lagi menuju Desa Bara pak. Kami mau mengecek langssung kondisi yang terjadi disana,” ujar Kalak BPBD Buru, Zulkarnain saat dihubungi via ponselnya.


Selain mengecek kondisi warga, petugas BPBD juga telah menyalurkan sejumlah bantuan berupa logistik bagi warga terdampak badai tropis tersebut.

Lagi Boncengan Tiga Naik Motor Ditabrak Mobil, Satu Orang Tewas Terkapar

Posted by On 23.17.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Sebuah kecelakaan menyebabkan La Nadi alias Landi, salah satu penumpang sepeda motor tewas di lokasi kejadian di jalan raya Kaitetu dusun Kebun Kelapa, Kecamatan Leihitu Maluku Tengah.

Informasi yang diperoleh digtara.com Senin (02/12/2019) siang menyebutkan kecelakaan maut tersebut terjadi pada Minggu sore kemarin.

Kecelakaan itu terjadi akibat tabrakan antara sepeda motor berpenumpang tiga orang dengan salah satu mobil angkutan trayek Desa Seith-Kota Ambon.

Menurut pengemudi mobil angkutan Musa Hatuina (21), saat sedang mengemudi di lokasi kejadian, tiba tiba melintas motor yang dikemudikan Adin Wali (28) dari arah belakang dan langsung menabrak mobil.

“Di tikungan itu, tiba- tiba muncul sepeda motor roda dua dari arah belakang mobil saya, mereka melaju dengan kecepatan tinggi langsung bertabrakan dengan mobil saya,“ ungkapnya

Saat kejadian tersebut, terdengan bunyi keras dan membuat warta sekitar kaget. Tabrakan tersebut mengakibatkan satu orang tewas penupang sepeda motor tewas di lokasi. Sementara dua penumpang motor dan pengemudi juga lami luka luka.

“Satu orang meninggal di lokasi, dua penumpang motor dan saya juga alami luka robek pada bagian pipi kanan,“ kata Musa Hatuina

Aparat dari Mapolsek Leihitu yang turun ke TKP dan langsung mengamankan dua kendaraan yang bertabrakan itu.

Sementara korban meninggal langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Tibang, Negeri Hitumessing, Kecamatan Leihitu. Dua korban luka kini masih dirawat di Puskesmas Hila.
Jembatan Penghubung di Maluku Tenggara Ambruk, Aktivitas Warga Terganggu

Posted by On 20.49.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Sebuah jembatan yang menghubungkan dua pulau di Maluku Tenggara ambruk sehingga tidak bisa dintasi kenderaan dan warga.

Jembatan yang menghungkan antara desa (ohoi) Rumadian dan Dian Darat kecamatan Manyew Kabupaten Maluku Tenggara itu tiba tiba abruk pada Sabtu (30/11/2019) lalu.

Akibat ambruknya jembatan papan ini, membuat aktivitas warga di lokasi ini pada Senin (02/12/2019) siang menjadi terganggu. Untuk tetap beraktivitas, warga di dua desa tersebut harus memutar arah yang cukup jauh, atau menggunakan alternatif jalur laut.

“Kami terpaksa harus melalui jalur laut atau memutar dengan jarak cukup jau melewati jalan utama menuju Bandara Karel Sadsuitubun Langgur. “ ungkap Rudy salah satu warga di lokasi.

Menurur warga setempat, ambruknya jembatan kayu diduga akibat kontri besi penahan sudah puluhan tahun sehingga termakan karatan.

Tidak ada korban jiwa saat ambruknya jembatan ini. Namun warga berharap jembatan penghubung utama dua pulau dan desa ini segera diperbaiki pemerintah setempat.
Oknum Polisi Ambon Aniaya Warga Sampai Terkapar di RS

Posted by On 19.10.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Oknum Polisi diduga melakukan penganiayaan terhadap warga bernama Rijal Tukuboya (21). Kejadian itu terjadi di Caffe New jalan baru, Namlea Kabupaten Buru pada Sabtu malam (30/11/2019) lalu. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka luka dan harus dirawat di rumah sakit setempat.

Kabag Humas Polres Buru Ipda Zulkifli Asri saat di konfirmasi terkait kasus penganiayaan oleh oknom polisi tersebut, mengatakan belum mengetahui pasti kejadian dan kronologisnya. “ saya belum mengetahui pasti dan mendapatkan informasinya, terkait penganiayaan tersebut. “ ucapnya.

Namun korban yang ditemui di rumah sakit Lala pada Minggu (01/12/2019) siang menjelaskan, kejadian penganiayaan terhadap dirinya sekitar pukul 23.30 WIT. Kala itu pelaku bripka Roky Lapi bersama kawannya Rustam Barges dan ibu korban Adita Angriani sedang berada dalam caffe new.

"Saya memanggil ibu saya tetapi salah satu oknum polisi bernama Roky Lapi tiba tiba langsung membentak saya, kami berdua langsung terkibat adu mulut di lokasi,“ katanya.

Tak hanya adu mulut di lokasi tersebut, korban pun langsung mendapatkan bogem mentah dari oknum polisi tersebut. Korban dan pelaku bahkan sempat terlibat perkelahian namun berhasil dilerai warga sekitar.

Menurut korban, tak hanya mendapatkan tidakan kekerasan dari oknum polisi, tetapi juga mendapakan ancaman akan dibunuh. “Se kacil ini beta (saya) bunuh se nanti," ungkap korban menirukan ucapan pelaku.

Atas tindak penganiayaan utu keluarga korban dan LSM parlemen Jalanan Kabupaten Buru langsung mendatangi Mapolres Pulau Buru untuk melapor kasus tersebut. Kapolisian pun diminta untuk mengusut tuntas tindak penganiayaan tersebut yang melibatkan anggota polri.

“Intinya kami meminta Kapolda Maluku agar dapat bertindak tegas terhadap oknum anggota polisi tersebut dan saya secara lembaga memberikan apresiasi kepada kapolres pulau buru dalam penanganan kasus ini. Pinta Ruslan Arif Soamole, Ketua Parlemen Jalanan Buru.

Mereka juga meminta pengusutan kasus tersebut benar benar dilakukan, agar menjadi pelajaran bagi aparat penegak hukum lainnya. Sebab polisi dikenal sebagai pengayom masyarakat namun dicederai oleh oknum yang arogan.

“Harapan kami, agar yang bersangkutan mendapatkan efek jera dari perbuatannya karna ini mencoreng nama baik institusi kepolisian tidak ada kata selain Pecat sehingga dalam fungsi pelayanan pengayoman masyarakat bisa dipandang sebagai harkat dan martabat marwah lembaga ini bisa terjaga dengan baik," pungkas soamole.
Dibakar Api Cemburu, Wanita Ini Bacok Pacarnya Sampai Sekarat di RS

Posted by On 23.58.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Seorang pria di Ambon, Maluku Minggu (01/12/2019) dini hari menjadi korban penganiayaan kekasihnya sendiri saat pulang di rumah kos-kosan.

Samsul (36) alamat Hative Kecamatan Sirimau kota Ambon, mengalami luka bacok pada bagian leher yang dilakukan sendiri oleh kekasihnya Titus Sulastri Agustina (37).

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di rumah kos-kosan Taman Makmur RT 003/ RW 007 kecamatan Nusaniwe kota Ambon. Penganiayaan terjadi usai korban pulang mabuk mabukan dari kawasan Batu Gajah Ambon.

Saat itu pelaku sempak menghubungi korban via ponselnya untuk mengetahui keberadaanya. Pelaku kemudian menyusul korban di lokasi Batu Gajah, namun saat di jalan perlaku berpapasan dengan korban sedang membonceng seorang wanita. Korban dan pelaku langsung terlibat pertengkaran di dalam kamar kost.

“Pada saat saya sementara duduk didalam rumah, tiba-tiba smendengar suara ribut sambil meminta tolong sehingga saya langsung menghampiri kamar pelaku dan korban Kemudian melerai perkelahian antara korban dan pelaku,“ ungkap saksi Hendri Pasilang.

Melihat korban bersimbah darah, beberapa warga sekitar langsung mengevakuasi korban dan pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkari. Keduanya dievakuasi karena sama sama mengalami luka karena sempat terjadi pertengkaran.

“Kami langsung mengevakuasi korban dan pelaku ke rumah sakit. Saat ditemui, korban mengalami luka bacok dengan pisau dapur pada leher bagian kanan. Sementara pelaku pada bagian hidup mengeluarkan darah. “ tambah saksi.

Kasus ini langsung ditangani unit Reskrim Polresta Ambon. Kepolisian langsung memasang police line di lokasi kejadian. Kepolisian juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi, korban dan pelaku.

Motif dari penganiayaan ini akibat rasa cemburu, sebab antara pelaku dan korban mempunyai suatu hubungan sehingga pelaku merasa dihianati karena saat ini pelaku sementara Hamil 4 bulan.
Kapolda Patroli Laut Keliling Maluku Naik Jet Sky

Posted by On 19.34.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM melakukan patroli laut keliling Maluku gunakan Jet Sky dari tanggal 25 Nopember hingga 3 Desember 2019 nanti dengan total jarak tempuh 1.282 Mill.

Bertolak dari pelabuhan Pol Air di Lateri pada hari Senin tgl 25 Nopember 2019 pukul 15.00 menuju Pulau Banda dengan jarak tempuh 132 Noutika MILL dan menginap di Banda
Hari ke 2 Selasa tanggal 26, pukul 07.00, Kapolda gunakan Jetsky menuju Pulau Kur dengan jarak tempuh 137 Nautical MILL.

Di Pulau Kur, Kapolda di jemput Kapolsek, Danramil dan masyarakat setempat. Kapolda kemudian tatap muka dangan masyarkat setempat dan mendengar masukan dan keluhan dari masyarakat. Setelah itu Kapolda kembali menggunakan Jetsky menuju kota Tual dengan jarak 51 Noutical MILL dan tiba pukul 14.30 Wit. Di kota Tual Kapolda bermalam.

Adapun rencana Kapolda selanjutnya adalah Larat, Saumlaki, pulau babar, pulau Moa, pulau Wetar, pulau Liran dan akan kembali ke Ambon pada tanggal 3 Desember nanti.

Total jarak yang ditempuh oleh Kapolda nanti adalah 1282 Nautika Mill dan semuanya dengan mengendarai Jetsky dengan dikemudikan sendiri oleh Kapolda.

Kapolda Maluku mengatakan adapun tujuan Kapolda melakukan Patroli laut ini adalah melihat secara langsung pulau pulau terluar dan terpencil di Maluku. Memotivasi anggota dan masyarakat Maluku untuk mrncintai laut karena wilayah Maluku 92 % adalah laut.

"Sekaligus memperingati HUT Pol Air ke 69 tepatnya tanggal 1 Desember Nanti," ungkapnya.
Air Mata Widya Terurai di Kaki Gunung Binaya

Posted by On 21.44.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Tangis haru Widya Murad Ismail tak tertahan, ketika dua puluhan anak sekolah dasar Piliana menyanyikan lagu selamat datang. Gesekan batu dari jemari kecil anak-anak lelaki, dan ketukan bambu seorang ibu guru, membentuk irama sederhana. Wajah-wajah polos ditambah suara tulus anak-anak itu, membuat isak Widya pecah. Suasana haru pun seketika merebak.

Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku itu di Desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, bukan tanpa alasan. Ia hadir sebagai Duta Parenting untuk memerangi stunting yang juga menyerang anak-anak di desa yang berada di kaki gunung Binaya itu.

Fenomena stunting masih banyak ditemui di beberapa wilayah di Kepulauan Maluku, tak terkecuali di Piliana, negeri kecil yang masuk dalam enklav Taman Nasional Manusela. Piliana berada di ketinggian 1.280 mdpl. Karena itu masyarakat setempat menjulukinya "Negeri di Atas Awan" karena hampir setiap hari, kawasan ini disambangi awan-awan tebal.

Komitmen Widya untuk perangi stunting terus digencarkan. Sepulangnya dari Kepulauan Aru, istri Gubernur Maluku ini kembali turun ke locus (tempat) kasus stunting di Pulau Seram. Kali ini, desa Piliana di kaki Gunung Binaya, menjadi tempatnya datang. Binaya adalah gunung tertinggi di Kepulauan Maluku dengan tinggi 3.027 mdpl.

Negeri yang terletak di perbukitan karst Pulau Seram ini adalah desa terpencil di atas bukit. Tadinya untuk mencapai Piliana butuh berjalan kaki menyusuri jalur setapak berbukit dengan medan berupa batuan karst dan sungai-sungai kecil, dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam dari desa Yaputih. Namun sudah tujuh tahun, pemerintah setempat telah membuka akses ke desa ini dengan membangun jalan raya.

Panjang ruas jalan raya dari pantai selatan Seram sepanjang 7 kilometer, menuju arah pegunungan untuk mencapai Piliana. Jalan terjal dan berkelok, hampir separuhnya masih dalam tahapan perbaikan aspal, membuat pengendara mobil perlu ekstra hati-hati.

Setiba di Piliana, Widya disambut tarian cakalele. Tarian perang, khas Maluku. Selepas itu, dua puluhan siswa sekolah dasar dengan pakaian cele (baju tradisional Maluku) menyambutnya dengan menyanyikan lagu selamat datang. Saat Widya tak kuasa menahan air mata, sontak warga dan sebagian rombongan ikut menangis. Syair lagu dari nyanyian anak-anak itu seakan memberikan pesan mendalam, tentang kerinduan dan harapan mereka. Suasana menjadi syahdu dan haru.

"Saya bisa hadir disini, bukan suatu kebetulan. Ini sudah menjadi kehendak Tuhan, saya bisa sampai di Piliana," ucap Widya saat diberikan kesempatan menyampaikan sambutannya di balai desa, Selasa (19/11).

Setelah menempuh perjalanan dari Ambon menyeberangi lautan, dilanjutkan perjalanan darat dan terakhir melalui medan menanjak sampai ke Piliana, Widya mengaku haru ketika disambut anak-anak negeri itu.

"Ketika anak-anak bernyanyi dan mengatakan terima kasih mama sudah mangente (menengok) katong (kami), saya merasa sedih. Iya, ini tanggungjawab saya sebaga mama (ibu) mereka untuk datang kemari. Saya sangat bersyukur bisa sampai disini," ungkapnya.

Widya mengatakan, di Maluku Tengah ada sepuluh desa yang tercatat sebagai locus, ditemukannya kasus stunting. Semenjak didaulat menjadi Duta Parenting Provinsi Maluku, sudah tiga kabupaten disambanginya.

"Tadinya, saat mau menentukan desa mana yang akan saya kunjungi di Maluku Tengah, dari sepuluh desa ini, hati saya selalu ingin datang ke Piliana. Padahal, ibu Kepala Dinas Kesehatan sudah mengingatkan saya, bu Piliana itu jauh. Tetapi kenapa, hati saya mau saja ke Piliana. Saya kira ini pasti karena kehendak Tuhan, kenapa saya harus ke Piliana," katanya mantap.

Persoalan stunting di Indonesia, termasuk Maluku, masih terus jadi sorotan. Stunting atau kurang gizi kronis ini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, serta menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur pendek saat dewasa.

Pemilihan makanan dan pola konsumsi yang kurang pas dalam waktu cukup lama menjadi biangnya, sehingga asupan gizi tak terpenuhi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru tampak saat anak berusia dua tahun. Kemampuan kognitif penderita berkurang, yang mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

"Saya ingin saudara-saudara mulai saat ini lebih memperhatikan sanitasi dan kebersihan lingkungan, makanan bergizi untuk anak-anak kita, dan bagi ibu hamil harus terus mencek kandugannya secara rutin di puskesmas," ajaknya.

Raja Negeri Piliana, Agustinus Ilelapotoa, mengaku sangat berterima kasih atas kunjungan Widya di negerinya. "Kami tidak sangka, ibu mau ke desa kami, dimana kondisi masyarakat kami masih sangat sederhana," ungkapnya.

Agustinus mengatakan, dari sepuluh negeri yang berada di wilayah administratif Kecamatan Tehoru, hanya Piliana yang berada di atas pegunungan. Piliana merupakan perkampungan yang berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Manusela, dan menjadi pintu masuk pendakian Gunung Binaya, dari arah selatan.

Terkait kasus stunting, sejak tahun 2017, di desa berpenduduk 192 keluarga dan 662 jiwa itu, ditemukan 10 kasus stunting di Piliana. "Saat ini, tahun 2019, tinggal 3 kasus stunting. Kami akan berusaha agar kedepan tidak ada lagi anak-anak kami yang menderita stunting," tandasnya.

Ia optimis, sebab sejak gerakan perangi stunting digencarkan, setiap bulan posyandu di Piliana rutin melaksanakan kegiatan, diantaranya imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, dan timbang berat badan anak bayi dan balita.

"Setiap minggu, oleh Kader Posyandu Desa Piliana juga selalu memberikan makanan tambahan untuk anak-anak di desa kami," lanjutnya.

Dukungan itu pun diberikan pemerintah desa melalui alokasi dana desa 2019 yang fokus pada masalah kesehatan, termasuk pemberantasan stunting. "Doa dan harapan kami, semoga kunjungan Ibu ke desa kami ini membawa perubahan buat kami di Piliana, terkhususnya di bidang kesehatan," harap Agustinus.

Pada kesempatan itu, Widya juga mengunjungi posyandu dan puskesmas setempat. Kepada masyarakat, dia menyerahkan sejumlah bantuan berupa paket untuk ibu hamil, paket bantuan ibu pasca melahirkan, paket bantuan bayi baru lahir, pemberian makanan tambahan (PMT) balita, PMT ibu hamil kategori kurang energi kronis (KEK).

Setelah dari Piliana, Widya pun bertolak menuju Desa Moso di Kecamatan Tehoru. Widya disambut meriah oleh warga Moso. Setelah dikalungi bunga, Widya disambut Muspika Tehoru, aparatur desa dan saniri setempat, serta tari-tarian. Sepanjang jalan sekitar 150 meter, anak-anak berpakaian sekolah dasar membentuk pagar hidup dengan memegang bendera merah-putih di tangan.

Di Moso, Widya juga mengajak masyarakat setempat memperhatikan asupan gizi buat anak-anaknya, serta menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan. "Saya harap, masyatakat Moso juga bersatu untuk perangi stunting," imbuhnya. Ia pun memberikan bantuan yang sama kepada masyarakat Moso.

Sebelum ke Piliana dan Moso, Widya awalnya menyempatkan diri meninjau kawasan rumah pangan lestari di Desa Makariki, Kecamatan Amahai, sekaligus melakukan panen perdana bersama kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku di Makariki.
Edan ! Ayah Tiri 'Nidurin' Putrinya yang Masih Ingusan

Posted by On 01.31.00 with No comments

digtara.com | SORONG - Seorang anak berusia 6 (enam) tahun berinsial "O", warga kawasan Rimba Pala, Kelurahan Remu Selatan - Kota Sorong, Papua Barat menjadi korban Tindak Pidana Pemerkosaan.

Mirisnya, pelaku pemerkosaan, Hasan Limalol (26) merupakan Ayah tiri korban.

Kasus tersebut terungkap setelah diadukan kerabat keluarga korban kepada petugas Bhabinkamtibmas setempat, AIPDA. Sutrin Nanggong yang juga turut dalam upaya penangkapan pelaku.

Pelaku juga kerap bertindak kasar bahkan melakukan penganiayaan terhadap istrinya untuk menyembunyikan perlakuan bejatnya terhadap korban, yang diakui telah dilakukan lebih dari sekali tersebut.

Guna pertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di Ruang Tahanan Polres Sorong Kota.

Kasus tersebut kini dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polres setempat.

"Pelaku sudah ditahan. Kita sudah melakukan proses penyelidikan. Tadi kita sudah visum dan sudah mintai keterangan korban," jelas Penyidik PPA - Polres Sorong Kota, BRIPKA. Yusran Ngali, SH kepada digatara.com, Selasa (12/11).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-undang No.23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun kurungan penjara.
Sadis! Tangan Wanita Ini Nyaris Putus Ditebas Pacarnya

Posted by On 01.37.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Batje Werinussa (45) mengalami luka serius pada bagian lengan nyaris putus terkena bacokan senjata tajam.

Batje menjadi korban penganiayaan oleh Rumelus Saija, yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Batje hingga kini harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Oto Kwik Passo Ambon.

Informasi yang dihimpun dari Mapolres Ambon pada Selasa (12/11/2019) siang, peristiwa penganiayaan tersebut pada Jumat 8 November lalu, di Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Pelaku diduga membacok korban karena tersinggung saat dimarahi.

“Peristiwa terjadi pada 8 November 2019 lalu sekitar pukul 21.00 WIT di Desa Passo. Pelaku seketika membacok Korban di Kos-Kosan karena tersulut emos dengan perkataan korban yang menyebut dirinya monggo-monggo (goblok) saat terjadi cek cok,“ ungkap Ipda Icaak Leatemia, Kasubag Humas Polres Ambon.

Usai membacok korban dengan sebilah parang, pelaku langsung kabur. Sementara korban dibiarkan tergeletak bersimbah darah di dalam kamar kost. Korban langsung ditolong anaknya Ona Mariana dan langsung dibawa ke Rumah Sakit.

“Pelaku pembacokan kini jadi buronan kepolisian, karena saat peristiwa pembacokan itu pelaku langsung melarikan diri,“ ujar Leatemia.

Selain menjadi pelaku pembacokan, pelaku juga ternyata selama ini penjual miras tradisional sopi ilegal. Pasca peristiwa anggota kepolisian langsung ke lokasi. Kepolisian menemukan puluhan liter miras.

“Setelah mendengar peristiwa itu, polisi langsung turun ke TKP. Di TKP, polisi juga menemukan Miras jenis sopi sebanyak 70 liter yang kemas di dalam karton. Anggota langsung menyita minuman keras tersebut,“ pungkasnya
Sampah Plastik Bahayakan Wisata Bahari dan Kehidupan Laut

Posted by On 23.08.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Deputi Pendayagunaan Iptek Maritim, Dr Nani Hendiarti mengatakan bahwa masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama dan masalah sampah plastik juga sudah menjadi isu nasional yang harus segera ditangani, karena berdampak negatif pada ekonomi (destinasi wisata bahari) serta berdampak pada manusia.

Hendiarti mengatakan, kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI terkait gerakan revolusi mental indonesia bersih.

PIT ke-XVI Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) mengelar kegiatan bersih pantai dengan mengusung Tema "Iptek Untuk Pengembangan Industri Maritim Indonesia, Ambon Sabtu (09/11).

Dalam sambutan Gubernur Murad Ismail mengatakan bawah kegiatan PIT ke 16 sengaja digelar di Kota Ambon, Provinsi Maluku untuk mengapresiasikan Provinsi Maluku sebagai provinsi maritim, Provinsi Maluku ini memiliki keungulan di bidang kelautan, sanggat penting mengingat sebagai Negara Kepulauan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam sektor kemaritiman.

"Namun pemanfaatan potensi tersebut masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, untuk itu peningkatan kemajuan serta pemerataan pembangunan kemaritiman adalah hal yang utama," akuinya.

Potensi ekonomi maritim Indonesia terdiri dari kekayaan laut yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif berupa sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti Ikan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut dan produk bioteknologi.

"Ada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi, timah, bijih besi, bauksit dan mineral serta potensi kelautan antara lain pasang surut," tandasnya.
Peras Kepala Desa, KPK dan Wartawan 'Gadungan' Dibekuk Petugas

Posted by On 00.55.00 with No comments

digtara.com | AMBON - Anggota Kepolisian dan TNI di Kecamatan Seram Utara, kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku mengamankan tiga orang warga yang mengaku dari Jakarta dan mengatasnamakan anggota KPK dan Wartawan.

Tiga orang tersebut ditangkap pada Kamis (07/11/2019) malam tadi di penginapan Grand Kobi, Kecamatan Seram Utara. Ketiganya ditangkap lantaran kedapatan memeras Niko Boiratan, Kepala Desa Maneo Atas di pengunungan pulau Seram Maluku.

Ketiga orang yang dibekuk usai menerima uang senilai Rp10 juta rupiah dari sekretaris desa Maneo Atas melkianus boiratan dan Kaur Pemerintahan Ronal Boiratan. Ketiganya adalah Ibu Johana Talarima, Pekerjaan sebagai lembaga pemantau penyelenggara negara RI, Jhon Sarel Pattipeilohi SH sebagai lembaga pemantau penyelenggara Negara RI dan Iwan yang merupakan penganggurann. Saat diperiksa, ketiganya tidak bisa menunjukan identitas Resmi dari KPK maupun Wartawan. Mereka juga tidak memiliki KTP saat diinterogasi petugas.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Wahai, AKP Denni Sandera. Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan terkait dugaan pemerasan ketiganya terhadap kepala desa yang berada di pengunungan pulau seram, dengan modus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD).

"Bahwa benar tepat pukul 13.00 WIT tepatnya di rumah singgah Desa Maneo, ada tiga orang yang mengatasnamakan Tim dari KPK dan Wartawan melakukan pemeriksaan terhadap kami terkait berkas ADD dari tahun 2015 sampai 2018, dan kami telah menyerahkan uang tunai senilain 10 juta rupiah kepada mereka pada Kamis malam di hotel Grand Kobi kamar 103. " ungkap salah satu korban, Niko Boiratan, Kepala Desa Maneo atas.

Selain mengaku dari wartawan dan KPK, ketiganya juga sempat mengaku sebagai intel yang telah mengantongi izin dari Kapolser dan DANDIM. mereka mengaku ditugaskan khusus untuk menyelidiki penyalahgunaan ADD di desa tersebut.

"Bahwa benar mereka mengatasnakan dari KPK & Wartawan bahkan ngakunya dari intel,memiliki surat ijin dari kepolres dan Dandim, mereka menakut-nakutin kami dengan melihat berkas berkas desa kami yang terkait dengan ADD dan melakukan beberapa pertanyaan" ucap Melkianus Boiratan, sekertaris Desa Maneo Atas.

Melkianus menambahkan saat beraksi, ketiganya melontarkan sejumlah pertanyaan kepada kepala Desa dan Sekretaris, diantaranya mengenai Jumlah Rumah layak huni yang sudah di bangun, Pemberdayaan di bidang peternakan sapi terkait jumlah kandang yang sudah terealisasi hingga ancaman mencopot kepala desa lantaran mengangkat anaknya sendiri sebagai bendahara sehingga kepala desa menjadi ketakutan.

"Kemudian saya dipanggil oleh salah satu dari mereka yg berjenis kelamin perempuan atas nama Ibu Johana menuju ke belakang rumah danmenyampaikan kepada saya. Sudah Pak Sekretaris gini aja, kita atur secara baik baik saja, nanti jam 15.00 wit kita ketemu di penginapan grand kobi, kita minta uang sesuai dengan temuan yang ada di berkas kalian,Rp10.000.000 kalau tidak kalian dipenjarakan," ungkap Melkianus menirukan ancaman mereka.

Hingga Jumat (08/11/2019) siang ketiganya masih diamankan di mapolsek Seram utara, mereka diamankan dengan barang bukti uang tunai hasil pemerasan senilai 12 belas juta rupiah. Selain beraksi di Desa Maneo Atas, Mereka juga telah beraksi di Desa Aketternate dan desa Kobi Sadar kecamatan Seram Utara Timur Seti dengan Mengambil uang masing masih satu juta rupiah dari kepala Desa.
Polda Maluku: Nasabah BNI Tak Cemas dengan Isu Tak Bertanggung Jawab

Posted by On 00.26.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Polda Maluku menghimbau nasabah PT Bank BNI Tbk di wilayah Ambon dan Maluku untuk tidak cemas dengan isu yang beredar di masyarakat karena karena kepolisian akan menindaklanjuti penyimpangan yang mungkin dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap agar masyarakat tetap melakukan transaksi perbankan dengan mengindahkan atau memerhatikan prosedur transaksi keuangan yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda Maluku Konbes M Roem Ohoirat melalui sambungan telepon.

Terkait dengan pengamanan bank BNI, Ohoirat mengatakan siap membantu jika diperlukan untuk menjaga nasabah dari ancaman perampokan dan lainnya.

Sementara itu, mengenai penyelesaian kasus dugaan persekongkolan pembobolan Bank BNI Ambon, hingga saat ini Polda Maluku telah menetapkan 6 orang tersangka, setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan semaksimal mungkin.

Seperti diketahui, telah terjadi fraud di Bank BNI, sebuah transaksi keuangan yang dilakukan oleh sindikat dengan menggunakan orang dalam, dengan dugaan dana mencapai puluhan miliar.

Kasus fraud biasanya terjadi karena dalam transaksi keuangan para pihak yang terlibat sepakat untuk tidak mencatatkan transaksi tersebut dalam system keuangan bank yang terkait.

Terkait dengan kasus fraud Bank BNI ambon, kejadian ini bermula dari laporan bank yang melihat terjadi indikasi transaksi yang tidak wajar dilakukan oleh pejabat bank terhadap rekening nasabah tertentu di bang tersebut.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, transaksi tak wajar yang ditemukan oleh tim internal BNI tersebut langsung dilaporkan ke Polda Maluku untuk ditindaklanjuti.

Mengenai kejadian fraud tersebut, pengamat perbankan sebelumnya mengatakan tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan dananya di bank yang sedang terdampak kondisi fraud tersebut.

Menurut pengamat perbankan Refrizal yang juga pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI, selain dijamin LPS, kasus fraud perbankan atau investasi bodong itu hanya masalah kasuistik, bukan terkait sistem perbankan secara umum. "Secara umum perbankan kita sudah baik dan aman," kata Refrizal baru-baru ini.

Menurut dia, pengawasan terhadap bank di Indonesia, jauh lebih ketat dan dapat dengan mudah mendeteksi ketika terjadi transaksi yang mencurigakan. Hal ini dipengaruhi keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang selalu dapat notifikasi bila ada transaksi yang tidak wajar.
Karyawan Farmers Market Alami Luka Akibat Terjepit Lift Hotel

Posted by On 00.12.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Seorang warga di kota Ambon, Maluku Selasa (5/11/2019) alami luka luka setelah terjepit litf milik Hotel Santika Premiere, Saat tali litf di hotel ini tiba tiba putus.

Kejadian tersebut menimpa Muhammad Arif Munaidi (23) salah satu karyawan Farmers Market Ambon Manise Square. Menurut saksi, saat kejadian terdengar bunyi berupa rantai besi yang putus dari arah lift Hotel.

Saksi langsung menuju lokasi kejadian dan menemukan korban sudah dalam kondisi terjepit lift. "Saat saya hendak membuka pintu swalayan, terdengar bunyi rantai putus dan benturan keras. Saya bersama teman teman turun ke besmen 2 dan melihat korban sudah terjepit," kata satpam Farmers Market Ambon, Ahmad Masiha.

Melihat kondisi korban terjepit, saksi bersama rekan lainnya langsung mengevakuasi korban. Beratnya beban yang menimpa korban membuat upaya pertolongan sempat terhambat. Upaya baru berhasil dilakukan setelah menggunakan dongkrak.

"Saya bersama teman teman langsung menolong korban dengan menggunakan dongkrak untuk mengkat lift tersebut dari yang menjepit korban. Korban berhasil dikeluarkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit." ungkapnya.

Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tantui Ambon. Akibat peristiwa ini korban alami luka robek bagian pipi, lecet di kedua tangan dan kaki. Kasus kecelakaan ini langsung ditangani unit Reskrim Polres Ambon. Dugaan sementara jatuhnya lift ini akibat tali berupa lantai besi putus.

"Kepolisian yang ke TKP langsung mengamankan lokasi, polisi juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kejadian ini. " kata Kasubag Humas Polres Ambon, Ipda Izaac Leatemia.
Warga Temukan Mayat Mengapung di Pesisir Pantai Ambon

Posted by On 21.24.00 with No comments

digtara.com | AMBON- Warga dusun Erie desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe kota Ambon Maluku, Sabtu (2/11/2019)  pagi digegerkan dengan temuan mayat di Pesisir Pantai Ambon.


Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, pertama kali dilihat mengapung di pantai dusun Eri sekita pukul 08.00 WIT oleh Jekson Pea. Jekson yang sempat panik saat melihat mayat mengapung tersebut, langsung berteriak memanggil warga lainnnya, hingga lokasi temuan mayat ini dikerumuni banyak warga.


Warga yang dilokasi langsung melaporkan kejadian ini ke salah satu anggota Babinkantibmas Negeri Amahusu Brigpol Michael Pettilemonia. Petugas Bhabinkantibmas bersama anggota polsek Nusaniwe dan Tim Inavis Polres Ambon, langsung mengidentifikasi korban.


Dari hasil identifikasi petugas, korban merupakan warga sekitar Kecamatan Nusaniwe. Korban berusia 17 tahun dan tidak memiliki pekerjaan. “Nama korban Ardy Marchelinda Tehepuring, umur 17 tahun, warga negeri Seilale Anahu,“ ungkap kasubag Humas Polres Ambon , Ipda Izaac Leatemia.


Kepolisian menyimpulkan, korban diduga terjatuh sendiri di laut. Sebab kondisi korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan alami gangguan jiwa. “Korban memang secara psikologis mengalami gangguan Jiwa dan punya Riwayat Epilepsi menurut keterangan keluarga korban,“ tambahnya.


Usai mengindetifikasi korban dan memintai keterangan ke sejumlah saksi di lokasi kejadian, korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban juga menolak jenazahnya untuk diotopsi petugas.


“Pihak keluarga meminta agar jenazahnya tidak diotopsi dan Jenazah diminta dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan,“ pungkasnya.